Rabu, 17 Januari 2024
Sabda Kehidupan
Rabu 17 Januari 2024
Markus 3:3-4 (Mrk 3:1-6)
Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: “Mari, berdirilah di tengah!” Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja.
Yesus begitu kecewa ketika Ia bertanya, “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” orang-orang yang hadir di rumah ibadah itu diam saja. Mereka takut dipersalahkan dan takut mengambil resiko untuk bertindak.
Yesus yang selalu peduli dengan orang yang butuh pertolongan tentu saja tak bisa diam saja. Bagi Yesus menolong orang itulah pilihanNya apapun resikonya. Yesus-pun meminta si lumpuh berdiri di tengah, agar semua orang tahu bahwa ia butuh pertolongan. Lebih baik bertindak demi kebaikan daripada diam saja tak berbuat apa-apa. Biarlah orang Farisi membenci Dia, tapi jangan sampai si sakit terus menderita.
Yesus rela menanggung kemarahan dan kebencian mereka, asal si lumpuh disembuhkan dan dipulihkan harga dirinya, supaya ia dapat beribadah dengan gembira.
Demikian halnya perhatian Yesus bagi siapa saja yang butuh pertolongan. Ulurkanlah tangan padaNya. Janganlah jemu memohon pertolonganNya. Yesus pasti bertindak.
Di pihak lain, pesan Injil hari ini bagi kita: beranilah selalu memilih untuk berbuat baik dan menolong orang sekalipun berada pada situasi dan pilihan yang sulit.
Memang sering orang berkata diam adalah emas. Tapi bicara atau berani bertindak adalah berlian. Maka berbuat baiklah!
Selamat berbuat baik, Yesus turut bekerja bersama kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 17 Jan 2024
Rabu Pekan Biasa II
PW S. Antonius, Abas
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mat 4:23
Bacaan Injil: Mrk 3:1-6
***********
Bait Pengantar Injil
Mat 4:23
Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah,
dan menyembuhkan semua orang sakit.
Bacaan Injil
Mrk 3:1-6
Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat,
menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya?
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah ibadat.
Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.
Orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus,
kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat,
supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.
Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu,
“Mari, berdirilah di tengah!”
Kemudian kata-Nya kepada mereka,
“Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat,
berbuat baik atau berbuat jahat,
menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?”
Tetapi mereka itu diam saja.
Yesus jengkel karena kedegilan mereka!
Dengan marah Ia memandang sekeliling,
lalu berkata kepada orang tadi,
“Ulurkanlah tanganmu!”
Ia pun mengulurkan tangannya, maka sembuhlah seketika.
Lalu keluarlah orang-orang Farisi
dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian
untuk membunuh Dia.
Demikianlah sabda Tuhan.
#########################
RAJIN BERBUAT DAN BERBARGI KASIH/KEBAIKAN
(RD. John Tanggul, Paroki Wangkung, Keuskupan Ruteng)
Rabu, 17 Januari 2024
Minggu Biasa II/B/II
Mrk. 3:1-6: Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat
Pesta St. Antonius, Abas
Dalam Injil hari ini saya, anda melihat sikap orang2 Farisi yang hanya mau mencari-cari alasan dan kesempatan untuk mempersalahkan Yesus; ada “bakat/hobby” untuk mencari-cari kesalahan orang lain, untuk menjatuhkan orang lain atau merusakkan nama baik orang lain yang “rajin” berbuat baik dan benar. “Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka (orang2 Farisi) ‘mengamat-amati’ Yesus kalau2 Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka mempersalahkan Dia” (Mrk. 3:1-2).)
Berhadapan dengan mereka itu, Yesus marah dan menegur mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, BERBUAT BAIK atau BERBUAT JAHAT, MENYELAMATKAN NYAWA ORANG atau MEMBUNUH ORANG?…Ia berdukacita karena kedegilan hati mereka dan DENGAN MARAH Ia memandang sekelilingNya kepada mereka lalu berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya” (Mrk. 3:4-5).
Kata2 Yesus itu merupakan pukulan telak bagi mereka yg suka mencari2 kesalahan orang dengan tujuan utk menjatuhkan, membinasakan, menghancurkan, bahkan mematikanNya. Yesus menunjukkan bahwa BERBELAS KASIH DAN BERBUAT KASIH ( BERBUAT BAIK DAN BENAR) untuk keselamatan manusia berada di atas segala aturan dan hukum.
Saya, anda diajak untuk tidak “berhobby” mencari2 kesalahan orang lain untuk “menjatuhkannya”. Sebaliknya, saya, anda diajak untuk “BERBELASKASIH dan BERBAGI KASIH (mengulurkan tangan)”, BERUSAHA MENCARI JALAN KELUAR atau SOLUSI terbaik untuk memperbaiki kesalahan/keadaan orang lain. Prinsipnya ialah SELALU BERBUAT YANG TERBAIK DAN TERINDAH UTK KEBAIKAN ORANG LAIN apapun keadaan, baik ataupun tidak baik waktunya. Lebih baik melakukan sesuatu yang baik dan menyelamatkan serta menguntungkan daripada menghancurkan dan merugikan orang lain. Semoga hati saya, anda, seperti Hati Yesus, selalu BERBELASKASIH DAN BERBAGI KASIH/KEBAIKAN, mengulurkan tangan, berusaha MENCARI JALAN KELUAR UNTUK MELAKUKAN YANG TERBAIK DAN TERINDAH untuk kebahagiaan dan keselamatan orang lain.
Semoga dengan bantuan doa St. Antonius, Abas, Allah Tritunggal Mahakudus (+) MEMBERKATI saya, anda semua yang rajin berbuat dan berbagi kasih/kebaikan kepada orang lain. Amin.