Senin, 15 Januari 2024
Sabda Kehidupan
Senin 15 Januari 2024
Markus 2:22 (Mrk 2:18-22)
”Tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”
Perumpamaan Yesus tentang menambal baju yang lama dengan kain yang baru dan mengisi anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang lama, sangat relevan dengan perubahan-perubahan di setiap jaman yang memerlukan penyesuaian diri dan adaptasi.
Seiring dengan perubahan jaman oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, demikian juga halnya cara Tuhan hadir dan berkarya dan cara kita menyikapinya telah mengalami banyak perubahan.
Siapa menyangka internet akan mengubah segala sesuatunya. Dulunya kita tidak mengenal apa itu online dan offline. Untuk naik taxi kita harus berdiri di pinggir jalan. Untuk memesan makanan kita harus ke rumah makan. Untuk belanja kita harus ke toko. Sekarang semuanya bisa dilakukan sambil duduk di rumah dan memesan secara online.
Perubahan ini ikut juga merubah cara pandang kita mengenai nilai-nilai yang kita pegang. Dahulu akan sangat tabu dan tidak sopan bila seorang wanita digonceng di sepeda motor oleh pria yang tidak dikenalnya. Sekarang, dengan ojek online, mau tak mau kita menerima kenyataan baru ini.
Apabila kita tak mampu menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan keadaan dan kemajuan saat ini, apalagi menolak perubahan yang cepat ini membuat kita ketinggalan bahkan terlindas oleh perubahan. Karena itu cara pikir, mindset, paradigma lama, mestilah terus menerus diperbaharui.
Yesus dengan begitu indah dan bijaksana, mengumpamakan cara lama, paradigma lama, sebagai kantong kulit yang lama, yang kapasitasnya sudah terbatas. Istilah sekarang: flashdisk-nya masih kilobyte atau megabyte. Sementara kebutuhan data saat ini sudah gigabyte bahkan terabyte.
Maka Yesus meminta kita meningkatkan kapasitas diri. Ganti kain yang lama, kantong kulit anggur yang lama dengan yang baru. Caranya: terus menerus belajar dan membaharui diri.
Mari selalu terbuka terhadap pembaharuan. Yesus adalah Pembaharu. Doronglah hati dan budi untuk berani berubah dan menyesuaikan diri dan selalu bersyukur atas hal-hal baru yang Tuhan hadirkan dalam hidup kita.
Semangat Senin, semangat baru dalam Tuhan.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 15 Jan 2024
Senin Pekan Biasa II
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Ibr 4:12
Bacaan Injil: Mrk 2:18-22
***********
Bait Pengantar Injil
Ibr 4:12
Sabda Allah itu hidup dan kuat
Sabda itu menguji segala pikiran dan maksud hati.
Bacaan Injil
Mrk 2:18-22
Pengantin itu sedang bersama mereka.
Inilah Injil Suci menurut Markus:
Waktu itu
murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa,
Pada suatu hari datanglah orang kepada Yesus dan berkata,
“Murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa,
mengapa murid-murid-Mu tidak?”
Jawab Yesus kepada mereka
“Dapatkah sahabat-sahabat pengantin pria berpuasa
selagi pengantin itu bersama mereka?
Selama pengantin itu ada bersama mereka,
mereka tidak dapat berpuasa.
Tetapi waktunya akan datang pengantin itu diambil dari mereka,
dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut
pada baju yang tua,
karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabiknya;
yang baru mencabik yang tua, sehingga makin besarlah koyaknya.
Demikian juga
tak seorang pun mengisikan anggur baru
ke dalam kantong kulit yang sudah tua,
karena jika demikian
anggur tersebut akan mengoyakkan kantong itu,
sehingga baik anggur maupun kantongnya akan terbuang.
Jadi anggur yang baru
hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”
Demikianlah sabda Tuhan.
###########################
EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA JAILOLO, HALMAHERA BARAT
Senin, 15 Januari 2024
Masa Biasa
Injil : Mrk. 2 : 18 – 22
PERLUNYA HATI DAN PIKIRAN DIPERBAHARUI
“Terhadap pembaharuan dan kemajuan, kita tidak perlu hati dan pikiran yang baru, melainkan cara merasa, berpikir dan cara bertindak yang baru terhadap realitas di kehidupan.”
Pasti iman kekatolikan sudah kita wariskan turun temurun. Demikian pun yang terjadi dengan warisan-warisan gereja dan kehidupan yang kita hidupi dan praktekan. Semuanya lama-kelamaan menjadi rutinitas yang membosankan. Maka yang diperlukan adalah cara merasa, berpikir dan bertindak yang baru sehingga membuat kita memiliki semangat yang baru untuk berjuang.
Firman Tuhan pagi ini menegaskan tentang pentingnya perubahan di atas. Yesus menegaskan: “Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”( ayat 22 )
Karena itu, inilah yang harus Anda miliki dan perbuat yakni:
1) Sadarlah bahwa sebuah perubahan yang mendatangkan kemajuan hanya bisa terjadi dari sebuah kesadaran untuk berubah;
2) Tidak hanya sebatas kesadaran dan sesal kata, melainkan harus ada tindakan nyata bahkan radikal untuk berubah;
3) Berubah bersama-sama akan menjadi awal dari sebuah kemajuan.
Ingatlah akan selalu kata-kata bijak ini: “Berubah itu sulit, tapi tidak berubah itu fatal. Dan selalu ada kemungkinan untuk terjadi sebuah perubahan bila kita mau dan inginkan bersama.”
Selamat berakhir pekan untuk para sahabat
Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua.
( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )