Perempuan Berbagi Cerita “Move On” dari KDRT – Gembala Baik Indonesia
Perempuan Berbagi Cerita “Move On” dari KDRT – Gembala Baik Indonesia
Tanggal 25 November-10 Desember merupakan rangkaian Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. 16 hari tersebuat dirayakan oleh seluruh dunia yang disepakati untuk melakukan kampanye-kampanye tentang penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Kampanye ini untuk pertama kalinya digagas oleh Women’s Global Leadership Institute pada tahun 1991. Tanggal 25 November-10 Desember ini dipilih sebagai awal gerakan kampanye penghapusan kekerasan terhadap perempuan dengan diawali dengan hari peringatan penghapsan kekerasan terhadap perempuan yang ditutup dengan peringatan hari Hak Asasi Manusia.
Rangkaian kegiatan ini bertujan untuk menghubungkan korlasi antara Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan merupakan upaya penegakan Hak Asasi Manusia dan tak terpisahkan. Pun kini Gerakan 16 Hari anti kekerasan berkembang menjadi 16+ HKTP, yang berarti gerakan kampanye berlanjut dengan peringatan pemenuhan hak buruh migran tanggal 18 Desember dan berpuncak pada tanggal 22 Desember yang biasa diperingati sebagai harI Ibu.
Pada rangkaian Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Gembala Baik Yogyakarta kembali hadir untuk bersama-sama menyerukan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Mengusung Tema Internasional Unite! INVEST TO PREVENT VIOLENCE AGAINST WOMAN AND GIRL, Gerakan kampanye 16 HAKTP 2023 dimulai oleh komunitas Srikandi yang merupakan komunitas Ibu Tangguh, dan Komunitas Mitra Srawung Bedjo dengan melakukan aksi donasi dan berbagi nasi berkat kepada masyarakat yang rentan menjadi korban maupun pelaku kekerasan terhadap perempuan di pusat kota Jogja dan di Kulon Progo.
Berlanjut dalam kampanye penghapusan kekerasan terhadap perempuan melalui media online, para perempuan penyintas dan aktivis dampingan Gembala Baik Yogyakarta ingin menyerukan gerakan bersama dan penyadaran kesetaraan gender untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan melalui podcast Perempuan Berbagi Cerita : Move On dari Korban KDRT. Melalui kerjasama dengan UPPKS Keuskupan Agung Semarang, para aktivis perempuan ingin berbagi cerita tentang pengalaman mendampingi para korban kekerasan terhadap perempuan maupun anak Tanggal 25 November-10 Desember merupakan rangkaian Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. 16 hari tersebuat dirayakan oleh seluruh dunia yang disepakati untuk melakukan kampanye-kampanye tentang penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Kampanye ini untuk pertama kalinya digagas oleh Women’s Global Leadership Institute pada tahun 1991.
Tanggal 25 November-10 Desember ini dipilih sebagai awal gerakan kampanye penghapusan kekerasan terhadap perempuan dengan diawali dengan hari peringatan penghapsan kekerasan terhadap perempuan yang ditutup dengan peringatan hari Hak Asasi Manusia. Rangkaian kegiatan ini bertujan untuk menghubungkan korlasi antara Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan merupakan upaya penegakan Hak Asasi Manusia dan tak terpisahkan. Pun kini Gerakan 16 Hari anti kekerasan berkembang menjadi 16+ HKTP, yang berarti gerakan kampanye berlanjut dengan peringatan pemenuhan hak buruh migran tanggal 18 Desember dan berpuncak pada tanggal 22 Desember yang biasa diperingati sebagai harI Ibu.
Pada rangkaian Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Gembala Baik Yogyakarta kembali hadir untuk bersama-sama menyerukan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Mengusung Tema Internasional Unite! INVEST TO PREVENT VIOLENCE AGAINST WOMAN AND GIRL, Gerakan kampanye 16 HAKTP 2023 dimulai oleh komunitas Srikandi yang merupakan komunitas Ibu Tangguh, dan Komunitas Mitra Srawung Bedjo dengan melakukan aksi donasi dan berbagi nasi berkat kepada masyarakat yang rentan menjadi korban maupun pelaku kekerasan terhadap perempuan di pusat kota Jogja dan di Kulon Progo.
Berlanjut dalam kampanye penghapusan kekerasan terhadap perempuan melalui media online, para perempuan penyintas dan aktivis dampingan Gembala Baik Yogyakarta ingin menyerukan gerakan bersama dan penyadaran kesetaraan gender untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan melalui podcast Perempuan Berbagi Cerita : Move On dari Korban KDRT. Melalui kerjasama dengan UPPKS Keuskupan Agung Semarang, para aktivis perempuan ingin berbagi cerita tentang pengalaman mendampingi para korban kekerasan terhadap perempuan maupun anak .
#gembalabaik #perempuan #hakasasimanusia
Sumber Komsos Keuskupan Agung Semarang