Wacana Mendirikan “KEUSKUPAN MADIUN”
Keuskupan juga disebut Gereja Partikular dalam relasi dengan Gereja Semesta (Universal) yang dipimpin Paus. Hanya Paus yang mempunyai wewenang untuk mendirikan suatu Keuskupan setelah mendengarkan alasan-alasan yang diajukan para Uskup di daerah itu.
——–
Selintas tentang kehadiran para misionaris CM Italia dari Provinsi Roma sejak 1964 yang sangat dimohon oleh Uskup Klooster karena keuskupan sangat kekurangan tenaga pada waktu itu. Para misionaris Belanda lelah karena Interniran Jepang dan menurun dalam jumlah. Para Romo Indonesia belum banyak. Para Romo misionaris Italia diberi “independensi” sangat besar di wilayah Barat Keuskupan Surabaya. Mereka sangat mencintai karya2 sosial untuk orang orang miskin. Warisan mereka turut mewarnai kharisma rohani Keuskupan. Mereka turut menghadirkan dan meluaskan Kerajaan Allah.
Buku Sejarah Misi Surabaya: 100 Tahun CM Indonesia ini mengundang kita untuk menikmati kisah-kisah para misionaris, dokumen-dokumen misi, dan surat-surat yang ditulis oleh para misionaris. Kisah-kisah para misionaris seolah menjadi refleksi iman bagi kita untuk memahami betapa mengagumkan kasih pastoral para gembala. Mereka telah meninggalkan segala galanya untuk menaburkan benih iman dan mewartakan Injil sampai ke pelosok-pelosok desa. Kisah dan pengalaman yang dituliskan dalam buku ini bukan hanya sebagai peristiwa yang terjadi pada waktu lampau, melainkan sebagai kisah yang menginspirasi kita dalam menghidupi iman dan panggilan sebagai seorang misionaris pada zaman sekarang. Di dalam kisah kisah para misionaris, kita belajar apa artinya mencintai Gereja dengan segala pergulatan dan penderitaannya, memahami kreativitas para misionaris dalam merintis karya-karya pelayanan dalam bidang sosial, pendidikan, pendampingan umat, mendirikan lembaga pendidikan, dan memulai karya pembinaan calon iman.
Pada akhirnya, kita kini telah melampaui 100 tahun perjalanan karya misi ini. Kehadiran buku Sejarah Misi Surabaya ini menjadi penanda penziarahan misi dan kasih terus bergulir seiring berjalannya waktu. Semoga kehadiran buku ini membantu kita semua melanjutkan karya pewartaan Injil dan pelayanan kasih kepada orang miskin. Kita melanjutkan cita-cita Santo Vinsensius untuk membarui Gereja dengan pewartaan Injil melalui misi umat, pelayanan paroki, pembinaan imam, calon imam, dan awam.
Romo Antonius Gigih Julianto CM (Visitator CM Provinsi Indonesia)
Sumber Yakobis TV