Senin, 14 Agustus 2023
Sabda Kehidupan
Senin 14 Agustus 2023
Matius 17:27 (Luk 17:22-27)
”Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”
Nampaknya hidup ini begitu mudah bagi Yesus. Mau makan roti, Ia tinggal membuat mujizat perbanyakan roti. Mau minum anggur, tinggal merubah air menjadi anggur. Mau menyeberang danau Yesus tidak perlu naik perahu. Cukup berjalan di atas air. Perlu uang untuk membayar pajak Bait Allah, Yesus tinggal menyuruh Petrus memancing untuk menemukan mata uang empat dirham dalam mulut ikan.
Kelihatannya sangat menyenangkan hidup bersama Yesus. Semuanya beres! Tinggal meminta, mengetuk, mencari, pastilah dapat! Kalau begitu, tentulah menjadi pertanyaan besar, mengapa Yesus memilih jalan salib yang begitu berat dan mengerikan? Mengapa mengambil jalan yang sangat berat bila bisa dengan cara yang sangat ringan dan mudah?
Yesus memilih jalan salib karena cintaNya yang begitu besar kepada manusia. Cinta tanpa pengorbanan, bukanlah cinta sejati. Demikian juga doa harus disertai dengan bekerja dan berusaha. Selalu harus ada ikhtiar, upaya dan usaha! Ora et labora.
Petrus diminta Yesus memancing ikan, bukan membuka laci dan mengambil uang. Ia harus menggunakan ketrampilannya untuk dapat mendapatkan apa yang ia perlukan. Kita manusia diberi talenta, kemampuan fisik, akal budi dan terutama iman. Semua anugerah Tuhan ini haruslah kita kembangkan dan berdayakan.
Sebagai orang percaya janganlah kita menjadi batu sandungan bagi orang lain. Mentang-mentang anak-anak Allah selalu minta keistimewaan, minta keringanan, ataupun minta discount. Jangan minta memperkecil salib kita. Bisa jadi salib besar itulah yang akan menjadi jembatan bagi kita untuk menyeberang. Bila sudah diperkecil, tak dapat lagi menjadi tumpuan untuk berpijak karena tidak sampai ke seberang. Bila menyangkut keselamatan jiwa, kita harus memanggul salib, seberat apapun itu. Salib dan pengorbanan tidak pernah sia-sia. St Paulus berkata, “Kerjakanlah keselamatanmu! (Flp 2:12).
Semangat Senin! Terus berdoa dan Bekerja!❤️
Ps Revi Tanod Pr