Jumat, 04 Agustus 2023
Sabda Kehidupan
Jumat 04 Agustus 2023
Peringatan St Yohanes Maria Vianney
Pelindung Para Pastor Paroki
Matius 13:54, 55, 57 (Mat 13:54-58)
Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
Hari ini Gereja memperingati St Yohanes Maria Vianney, seorang imam yang berasal dari Perancis yang hidup tahun 1786-1859. Dari segi kemampuan intelektual ia sangat lamban bahkan bodoh. Ia nanti tahu membaca pada umur 18 tahun. Tapi ia ingin menjadi imam. Sekalipun lamban, ia sangat rajin bekerja dan hidup rohaninya sangat dalam. Ia tekun berdoa. Hampir semua pelajaran di Seminari harus diulang karena tidak lulus. Tapi oleh kegigihannya, akhirnya ia ditahbiskan menjadi imam.
Namun karena ragu akan kemampuannya, Uskup menempatkan dia di sebuah desa terpencil di Ars yang sama sekali tidak dikenal. Ada satu cerita mengenai Maria Vianney yang tidak tahu jalan ke desa Ars, lalu bertanya kepada seorang anak kecil, “Tunjukan saya jalan ke desa Ars, dan akan kutunjukan kepadamu jalan ke surga.” Si anak dengan tersenyum menjawab, “Sedangkan jalan ke Ars tidak tahu, bagaimana mungkin menunjukkan jalan ke surga!”
Sekalipun mengalami banyak penolakan karena keterbatasannya, apalagi sikap hidup penduduk desa Ars yang suka pesta pora dan mabuk, oleh kesuciannya, ketekunannya dalam doa dan kelekatannya dengan Tuhan, bertahun-tahun kemudian, Ars menjadi tempat di mana orang-orang dari berbagai penjuru Perancis, datang ke Ars untuk menerima sakramen tobat dari pastor yang suci ini. Nasehatnya di ruang pengakuan dosa sungguh menjadi saluran kebijaksanaan ilahi, belaskasih dan pengampunan Allah Bapa, sehingga semua yang datang mengaku dosa sungguh mengalami pengampunan Allah bahkan kesembuhan rohani.
St Yohanes Maria Vianney tetap tekun dan setia menghadapi keterbatasannya dan pelbagai penolakan oleh kelambanannya, karena ia menyadari diri hanyalah alat Tuhan untuk mengalirkan rahmat bagi orang lain.
Benarlah Firman Tuhan dalam 1 Kor 1:27, “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.”
Mari kita bermegah hanya dalam Tuhan dan terus mengandalkan Tuhan.
Selamat Hari Jumat. Kasih Yesus menguatkan kita.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Lembah Karmel Cikanere