Kamis, 15 Juni 2023
Sabda Kehidupan
Kamis 15 Juni 2023
Matius 5:23-24 (Mat 5:20-26)
”Jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.”
Yesus meminta kita agar relasi kita dengan Bapa di surga tak terlepas dari relasi kita dengan orang lain. Untuk apa membawa persembahan kepada Tuhan bila hati masih penuh dengan rasa marah, dendam dan benci serta pelbagai pikiran negatif terhadap orang lain. Hati yang damai jauh lebih berarti dari melimpahnya persembahan.
Coba bayangkan kita sebagai Mama atau Papa, tahu persis bahwa anak-anak kita tidak akur satu sama lain. Sekalipun yang kakak atau adik akur dan dekat dengan Papa dan Mamanya, tetap saja hati orang tua akan sedih bila anak-anaknya hanya akrab dengan mereka tapi tidak bisa berdamai satu sama lain. Demikian juga relasi kita dengan Bapa di surga, yang sedih dan kecewa melihat anak-anakNya tidak bisa berdamai satu sama lain.
Maka menganggap semua beres padahal ada ganjalan di hati, berarti orang itu berpura-pura. Tuhan yang tahu isi hati manusia tentu saja kecewa. Rasul Yohanes berkata, “Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.” (1 Yoh 4:20).
Rekonsiliasi atau pendamaian kembali itulah persembahan terindah untuk Tuhan. Tidak perlu merasa benar sendiri. Cinta yang dalam selalu mampu memaafkan.
”Ya Yesus, anugerahkanlah kami semangat rendah hati agar kami selalu mau berdamai dan rela mengampuni. Bila kami telah terluka, sembuhkanlah hati kami dengan jamahan kasihMu. Semoga kami juga dapat saling menyembuhkan. Amin.”
Selamat hari Kamis. Syalom, damai selalu di hati.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr