Kisah : RD Hilario Madeira, RD Francisco Soares dan RP Tarcisius Dewanto SJ
KISAH PEMBUNUHAN TIGA PASTOR DI GEREJA AVE MARIA SUAI TIMOR LESTE | Narasi dari Timur
Suai adalah sebuah kota di Timor leste. Jumlah penduduknya kurang lebih 23.000 jiwa dan letaknya 138 km di barat daya Dili, ibu kota negara itu. Suai adalah ibu kota dari Distrik covalima, yang terletak di bagian barat daya Timor Leste. Kota ini terletak hanya beberapa kilometer dari laut Timor di sebelah selatan pulau tersebut.
Suai adalah tempat terjadinya pembantaian di gereja Ave Maria yang sangat terkenal itu. Tragedi ini terjadi pada September 1999 setelah pengumuman hasil jajak pendapat yang dinyatakan bahwa jajak pendapat dimenangkan oleh Pro kemerdekaan.
Ini adalah salah satu dari pembataian yang dilakukan oleh sekelompok milisi pro otonomi atau pro Indonesia menjelang penarikan mundur Indonesia dari Timor Leste. Tragedy pembantaian di gereja Ave Maria Suai ini memakan banyak korban jiwa termasuk 3 Imam Katolik yaitu: pastor Hilario, pastor Fransisko dan pastor Dewanto.
Kali ini saya berkesempatan mengunjungi langsung tempat di mana darah ketiga rekan Imam, misonaris dan martir itu tumpah. Raga mereka rubuh di sini dan kini dibuatkan monument kecil sebagai peringatan bagi orang-orang yang berkunjung ke sini, bahwa darah ketiga Imam itu harus ditumpahkan juga demi melindungi masyarakat sipil yang saat itu sedang berjuang untuk kemerdekaan negara Timor Leste.
Bagaimana kisahnya? Saya coba merangkum ceceran kisah ini dari beberapa sumber lisan maupun tertulis dan dari berbagai sumber lain yang juga sudah banyak beredar di berbagai media. Mari kita simak bersama rangkuman Kisahnya:
Tapi sebelum itu, mari kita hening sejenak dan berdoa dalam hati untuk menghormati para korban yang gugur dalam persitiwa berdarah ini, secara khusus untuk ketiga abdi Allah: Pastor Hilario, Pastor Fransisko, dan Pastor Dewanta.