Sharing Hidup
Beliau putri kelahiran Pakem, Yogyakarta tahun 1947. Kisah panggilannya diawali karena ingin hidupnya dapat berguna bagi orang lain. Para suster yang ditemuinya mengarahkan sehingga beliau masuk menjadi seorang Suster CB.
Karya awalnya di Panti Asuhan Ganjuran mengawali kepeduliannya pada pendidikan anak-anak yang memiliki keterbatasan. Beliau mengambil kuliah di Pendidikan Umum dan dilanjutkan dengan kuliah untuk Anak-anak Cacat. Setelah lulus beliau menjadi Direksi di YPAC Palembang.
Tak hanya itu, kepedulian beliau pada orang muda mengajak beliau bersama anggota komunitasnya untuk merintis dan mengadakan pertemuan Legio Maria dan misdinar. Kecintaannya kepada Bunda Maria senantiasa mengajak beliau untuk setia mengadakan pertemuan-pertemuan Legio Maria bersama muda-mudi yang membuahkan panggilan maupun menumbuhkan tunas-tunas iman dalam diri orang muda sehingga mereka juga boleh menjadi garam di manapun mereka berada.
Kini beliau telah tinggal di Biara St. Anna, menekuni Kerasulan Doa yang pernah dirindukannya sejak muda.
Pestawati 50 Tahun Hidup Membiara – Sr. Elina Sudarminah CB
Ralat: Pada menit terakhir, no telp. seharusnya 0274 – 565573
Sejak pertama kali menjadi seorang biarawati beliau telah dibekali dengan pesan dari keluarga agar persembahan dirinya adalah penyerahan diri yang total kepada Tuhan.
Hal ini diwujudkan beliau dalam setiap langkah perjalanan panggilannya, yang kadang dilalui dengan berbagai tantangan sebagai seorang perawat, yang harus selalu siap sedia kapan saja dan ditugaskan ke mana saja tanpa banyak mengeluh.
Kini beliau mensyukuri segala anugerah Tuhan dengan senantiasa mempersembahkan doa-doanya untuk jiwa-jiwa di api penyucian dan untuk siapa saja yang pernah memberikan teladan baik dalam hidup beliau.
Pestawati 50 Tahun Hidup Membiara – Sr Resita Sulasmi CB
Ralat: Pada menit terakhir, no telp. seharusnya 0274 – 565573
Pengalaman berjumpa dengan para suster, frater dan pastor misionaris di masa lalu yang membawa kesembuhan bagi Bapak, melihat mereka mengenakan jubah panjang dan membawa buku doa, menarik perhatian beliau ketika masih kanan-kanak.
Beberapa keluarga beliau adalah juga religius, beliau salah satu dari suster kakak-beradik yang masuk CB, beliau masuk setelah Sr. Helmie, kakak beliau masuk.
Beliau percaya bahwa Tuhan akan selalu menyertai melewati masa-masa sulit yang dilalui beliau.
Kini beliau menikmati hari-hari beliau di Komunitas Bina Spiritualitas, turut memperbaharui Konstitusi CB dengan ejaan baru bahasa Jawa dan menekuni hidup doa beliau.
Mulanya dari pengalaman biasa saja, namun lalu menjadi perjalanan panggilan yang membahagiakan, di mana Sr. Oktaviani merasa Tuhan selalu menyertai dan mengulurkan tangan walau harus melewati segala rintangan dan tantangan yang ada.
Beliau termasuk suster yang mengawali TK dan SD Tarakanita di Tulang Bawang Barat.
Seperti Bunda Elisabeth selalu berkata, “berdoa terus menerus dan terus berupaya terlibat di dalamnya.” inilah yang menguatkan Sr. Oktaviani untuk menjalankan tugas dan perutusannya di kala langit tak selalu biru.
Pestawati 50 Tahun Hidup Membiara – Sr. Oktaviani CB
Ralat: Pada menit terakhir, no telp. seharusnya 0274 – 565573