Kamis, 09 Februari 2023
Sabda Kehidupan
Kamis 09 Februari 2023
Markus 7:27-28 (Mrk 7:24-30)
Yesus berkata kepada perempuan Siro-Fenisia itu: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”
Penolakan Yesus atas permintaan perempuan Siro-Fenisia (yakni wilayah orang yang tidak beriman kepada Allah), tidak membuat ibu ini putus asa. Cintanya yang begitu besar pada putrinya, mendorong dia untuk tidak mundur dan terus bermohon. Ia tidak putus asa. Ia yakin Yesus pasti menolong. Dengan penuh kerendahan hati ia meminta Yesus berbagi berkat, biarpun tinggal sisa-sisa dari jatah yang tersedia bagi orang Israel. Yesus sangat tersentuh oleh iman, kegigihan, dan kerendahan hati ibu ini. Tak tanggung-tanggung, saat itu juga doanya terkabul, anaknya sembuh dari roh jahat. Kegigihan perempuan Siro-Fenisia ini kiranya menjadi teladan bagi kita dalam mendekati Tuhan dengan penuh iman, ketekunan dan kerendahan hati. Bila seakan pintu rahmat tertutup, jangan putus asa mengetuk. Yesus telah berjanji “ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu.” (Mat 7:7). Setiap doa kita adalah sebuah ketukan di pintu hati Yesus. Bila Ia tidak segera bertindak, bukan berarti pintu tertutup. Kita percaya waktu Tuhan itulah yang terbaik. Sabar menanti adalah ungkapan kerendahan hati untuk berserah pada kehendak Tuhan. Satu hal lagi, cinta si ibu kepada anaknya mendorongnya untuk tidak menyerah. Mari terus menambahkan cinta kita pada orang yang ingin kita doakan, agar ada dorongan untuk tidak menyerah dan terus berserah.
Selamat berkarya, kiranya pintu berkat Tuhan terbuka bagi kita.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr