Jumat, 03 Februari 2023
Sabda Kehidupan
Jumat 03 Februari 2023
Markus 6:18-19 (Mrk 6:14-29)
Yohanes pernah menegor Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia..”
Kebanyakan orang tidak berani menegur seorang penguasa, sekalipun ia telah berbuat salah. Apalagi menegur seorang raja. Tapi bagi Yohanes Pembaptis, ia lebih takut kepada Allah dari pada kepada manusia. Prinsip Yohanes sama dengan Yesus, yang pernah berkata, “Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” (Mat 10:28).
Oleh karena itu Yohanes dengan berani menegur Raja Herodes yang mengambil istri Filipus saudaranya sendiri, menjadi istrinya. Sungguh tragis apa yang dialami Yohanes, ia mati di tangan Herodes. Namun kesaksian kenabiannya tetap hidup dan abadi, sementara itu kekejaman Herodes membawanya pada hukuman abadi.
Yohanes berani menegur Herodes sesungguhnya demi kebaikan sang raja. Kiranya kitapun diberi keberanian oleh Tuhan untuk membela kebenaran, berani menegur bila ada yang salah, semua dengan alasan cinta. Teguran adalah bagian dari suara kenabian. Baik menegur maupun mendapat teguran, keduanya adalah pesan Tuhan untuk berjalan di jalan Tuhan. Memang tidak enak hati menegur apalagi ditegur. Tapi bila dilakukan karena cinta, atau dilihat sebagai ungkapan cinta, yakni demi kebaikan, kiranya menjadi berkat dan cara Tuhan membentuk kita dan orang yang ditegur. Dalam Amsal 27:5 dikatakan, “ Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.”
Selamat berjuang membela kebenaran. Yesus ada bersama kita.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr