Senin, 23 Januari 2023
Sabda Kehidupan
Senin 23 Januari 2023
Markus 3:28-29 (Mrk 3:22-30)
”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.”
Dengan susah payah Yesus berkarya di tengah umat Israel, menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan yang ingin membinasakan manusia. Tapi apa yang dilakukan Yesus, sebaik apapun itu tetap saja dilihat oleh para pembenci Yesus, yakni para ahli Taurat, sebagai karya iblis dan menolak percaya kepadaNya. Mereka berusaha sedapat mungkin menolak percaya dan mengakui kuasa Allah yang dinyatakan dalam mujizat-mujizat Yesus. Mereka selalu berusaha mencari alasan rasional untuk menolak perbuatan Allah dalam diri Yesus.
Inilah masalah yang terjadi dengan orang yang selalu membenarkan diri dan tidak pernah mau mengakui kebaikan orang lain, dan bahwa Allah berkarya melalui kebaikan-kebaikan yang dilakukan orang lain. Inilah langkah-langkah awal orang memadamkan Roh Kudus Allah dalam hatinya. Lama kelamaan ia kehilangan hati nuraninya karena tegar hati, dan tidak mau mendengar bisikan Roh Kudus dalam hatinya. Yesus dengan tegas mengingatkan para ahli Taurat dan tentu kita semua, bahwa “apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.”
Ingatlah bahwa Yesus telah menganugerahkan Roh Kudus, Roh-Nya sendiri untuk tinggal dalam hati kita. Bila seseorang memadamkan api Roh Kudus dalam dirinya, maka tak ada lagi kerinduan dalam dirinya untuk mencari kebenaran dan kebaikan karena merasa ia sendirilah kebenaran itu. Ia telah membuat dirinya menjadi tuhan atas hidupnya dan tidak mau hidup dalam tuntunan Allah.
Tanda bahwa Roh Allah masih bekerja dalam diri kita adalah doa. Masuklah selalu dalam doa dan dengarkanlah bisikan Roh Kudus dalam hati. Mohon rahmat Roh Kudus untuk melihat hadirnya Allah dan semua karyaNya, pun dalam diri orang yang paling kecil dan hina. Bersama Roh Allah, mari mengangkat hati, menyembah dan berseru, “Abba, ya Bapa. Engkaulah Allahku. Bukalah hatiku untuk percaya. Tuntunlah selalu langkahku ya Bapa.”
Semangat Senin! Roh Kudus Allah menyemangati kita.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr