Senin, 09 Januari 2023
Sabda Kehidupan
Senin 09 Januari 2023
Pesta Pembaptisan Tuhan
(Akhir masa Natal)
Matius 3:16-17 (Mat 3:13-17)
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Secara liturgis, pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis mengakhiri masa Natal yang dimulai dengan hari kelahiran Yesus dan berakhir saat Yesus berusia 30 tahun dan akan memulai karyaNya sebagai Penebus. Mengawali karyaNya, Allah Bapa di surga memproklamasikan siapakah Yesus di hadapan khalayak ramai di sungai Yordan, siapakah Yesus itu sebenarnya. Semua penginjil Synoptik, Matius-Markus-Lukas menulis dengan indah suara dari sorga yang mengatakan, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Sementara itu, penginjil Yohanes menyampaikan atas cara lain dengan maksud yang sama, siapakah Yesus melalui pewartaan Yohanes Pembaptis: “Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”
Bagi Yesus, ungkapan kasih Bapa “Engkaulah AnakKu yang Kukasihi” menjadi kekuatan utamaNya menjalankan perutusanNya di dunia ini. Ia harus berjalan dari kota ke kota, menghadapi pelbagai pujian dan hinaan, penerimaan dan penolakan, akhirnya derita dan sengsara dan kematianNya di atas kayu salib. Semua dijalani Yesus dengan gagah berani, tidak tergoda oleh bujukan Iblis untuk melawan kehendak Allah, dan sepenuh jiwa mempersembahkan seluruh hidupNya demi menyelamatkan seluruh umat manusia. Itulah kekuatan kasih Bapa bagiNya yang membawa Yesus pada kemenangan atas dosa dan maut.
Bukankah kita juga telah dibaptis dalam nama Yesus dan diangkat menjadi anak Allah bersama Yesus? Maka ungkapan Bapa di Surga saat pembaptisan Yesus menjadi juga ungkapan Bapa untuk kita anak-anakNya: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Inilah kekuatan kita menjalani hidup sepenuhnya dilingkupi kasih Allah, Bapa kita yang mencintai kita tak terbatas sebagai anakNya. Inilah martabat kita yang tak seorangpun dapat mengambilnya. Apapun kata orang tentang kita, yakinlah dengan penuh iman, “Aku adalah anak kekasih Allah.” Hiduplah sesuai martabat sebagai anak-anak Allah dalam Yesus.
Selamat hari Senin. Mari menjalani hidup dengan gagah berani sebagai anak Allah🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr