Minggu, 20 November 2022
SIRAMAN ROHANI: Yesus Kristus adalah Raja kita dan kita adalah warga kerajaanNya bersama RP Fredy Jehadin, SVD
===============
Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam
Minggu, 20 Nopember 2022
Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD
===============
BACAAN PERTAMA:
2 Samuel 5: 1 – 3
BACAAN KEDUA:
Kolose 1: 12 – 20
INJIL LUKAS
23: 35 – 43
Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya. Pemimpin-pemimpin mengejek Dia, katanya: “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diriNya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah.” Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepadaNya dan berkata: “Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diriMu!” Ada juga tulisan di atas kepalaNya: “Inilah raja orang Yahudi”. Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diriMu dan kami!” Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Terpujilah Kristus
SIRAMAN ROHANI
MINGGU, 20 NOPEMBER 2022
RP FREDY JEHADIN, SVD
Tema:
Yesus Kristus Adalah Raja Kita Dan Kita Adalah Warga KerajaanNya.
Lukas 23: 35 – 43
Saudara-saudari… Hari ini kita merayakan hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Kalau kita mengikuti ceritera Injil hari ini, ada kesan bahwa Yesus Kristus bukanlah raja semesta alam. Sebagai Raja semesta alam, yang punya kuasa, seharusnya Ia bisa menggunakan kuasaNya untuk meredam segala kuasa lain, yang bertentangan dengan rencana-Nya. Tetapi kenyataannya: para pemimpin mengejek Dia, katanya: “Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diriNya sendiri, jikalau Ia adalah Mesias, orang pilihan Allah.” Lukas 23: 36. Para prajurit juga mengolok-olok Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepadaNya dan berkata: “Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diriMu.” Lukas 23: 38. Seorang penjahat, yang disalibkan bersama-sama Yesus Kristus juga mengolok-olok Dia, katanya: “Bukankah Engkau Kristus? Selamatkanlah diriMu dan kami!” Lk 23: 40. Mereka mengolok-olok Dia, tetapi Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun menanggapi olokan mereka. Dia menerima semua olokan itu dengan tenang dan sabar.
Mungkin ada di antara kita yang bertanya: mengapa Yesus tidak bereaksi menanggapi olokan mereka? Mengapa Dia tidak memanfaatkan kuasaNya untuk melawan mereka?
Saudara-saudari… Yesus adalah Raja semesta alam. Ia punya kuasa dan kuasaNya tidak bisa dibandingkan dengan kuasa dari raja-raja duniawi. Sifat dan tingkahlakuNya sebagai seorang Raja sungguh sangat berbeda dengan sifat dan tingkah laku dari raja-raja duniawi. Ia memiliki kuasa, tetapi tidak memaksakan kuasa-Nya demi kepentingan dirinya sendiri. Ia tidak memanfaatkan kuasaNya untuk melawan para musuhNya. Dia tidak memimpin kerajaanNya dengan kekuatan fisik. Ia memimpin kerajaannya dengan hati. Ia tidak menantang musuhNya dengan kekuatan fisik, tetapi Ia menyerahkan diriNya demi keselamatan para pengikutNya. Ia menerima segala penderitaan dengan tenang dan sabar. Ia percaya bahwa buah ketenangan dan kesabaran itu akan mendatangkan kebahagiaan.
Karena itu sebagai murid Kristus, warga kerajaan Yesus Kristus, kita pun sudah seharusnya mengikuti sikap dan cara kepemimpinan Yesus Kristus, yaitu menerima segala tantangan hidup dengan tenang dan sabar. Percayalah bahwa di balik penderitaan itu selalu ada sukacita, sesudah hari Jumat Agung selalu ada hari Minggu Paska, Kebangkitan Kristus.
Yang menarik dalam Injil hari ini adalah selain ada orang yang mencemoohkan Yesus Kristus, masih ada orang yang mengakui Dia sebagai Raja. Orang jahat yang disalibkan bersama Kristus sadar akan kelemahan dan kesalahan dirinya sendiri dan kelemahan temannya, tetapi dengan segala keyakinan ia mengakui, bahwa Yesus Kristus adalah orang yang tidak bersalah. Penjahat yang disalibkan bersama Yesus ini sungguh sadar akan kesalahannya dan mata hatinya sungguh terbuka melihat siapakah Yesus Kristus sesungguhnya. Suara hatinya sudah menuntun dia kepada kebenaran. Karena kebenaran, ia berani menegur kawannya, bahwa mereka berdua layak dihukum karena perbuatannya. Kemudian ia meminta kepada Yesus, agar mengingat dia bila nanti Yesus datang sebagai Raja.
Saudara-saudari… Untuk memahami Yesus sang Raja, kita perlu bimbingan dari kebenaran, bimbingan Roh Kudus. Sejahat-jahatnya orang, kalau sudah bisa berdamai dengan dirinya sendiri, ia bisa dan akan menemukan kebenaran.
Semoga kita pun memiliki hati dan pikiran seperti itu, bahwa selalu terbuka mengikuti bimbingan Roh Kudus agar sanggup melihat kebenaran dan menemukan jalan yang benar kepada Tuhan.
Penjahat menemukan kembali jalan ke Firdaus bersama Yesus karena ia bersikap jujur dengan dirinya sendiri dan mengimani Yesus Kristus sebagai Raja.
Marilah saudara-saudari… Bersikap jujurlah selalu dan akuilah Yesus Kristus sebagai Raja kita dan kita adalah warga kerajaanNya.
Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita agar kita selalu menjadi pengikut Kristus yang setia dan bertanggungjawab. Amen.