Jumat, 18 November 2022
Sabda Kehidupan
Jumat 18 November 2022
Luk 19:45-46 (Luk 19:45-48)
Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”
Ketika Tuhan marah, Itu bukan karena benci, tapi karena cintaNya yang begitu dalam untuk mengembalikan kemurnian hidup kita. Kemurnian Rumah Allah, GerejaNya, keluargaNya, serta untuk menegakkan kebenaran. Justru kalau Tuhan diam saja atau membiarkan saja apa yang salah tetap berlangsung atau tetap dilakukan oleh orang-orang yang dicintaiNya, padahal jelas sudah salah, itu tandanya Yesus tidak sayang. Ketegasan adalah bagian dari kasih sayang. Dengan sangat bagus Penginjil Yohanes menulis motivasi di balik kemarahan Yesus yang mengusir para penyamun dari Bait Allah, yakni: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” (Yoh 2:17). Pepatah kuno berkata: ‘Di ujung cemeti ada kasih sayang.’ Membiarkan bukanlah jalan yang tepat bila sungguh ingin mencintai. Tanda kepedulian dan cinta sering harus dengan teguran keras, bahkan menyakitkan karena apa yang tidak seharusnya melekat dalam diri haruslah dikeluarkan. Kebiasaan yang salah haruslah dihentikan. Sama halnya ketika kita harus menajamkan pensil. Agar pensil dapat dipakai dengan maksimal maka ada bagian yang harus dikeluarkan. Begitu juga ketika ingin memurnikan emas. Harus dimasukkan dalam api agar apa yang bukan emas dilenyapkan. Semuanya kita lakukan dengan cinta dan karena cinta. Sabda Tuhan berkata: “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. (1 Yoh 4:18).
Selamat mengisi hari baru dengan semangat cinta.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod