Selasa, 15 November 2022
SIRAMAN ROHANI: Alam sekitar bisa menjadi sarana mendekatkan diri dengan Tuhan! bersama RP Fredy Jehadin, SVD
===============
PEKAN BIASA XXXIII
Selasa, 15 Nopember 2022
Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD
BACAAN PERTAMA
Wahyu
3: 1 – 6. 14 – 22
INJIL LUKAS
19: 1 – 10
Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.” Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Terpujilah Kristus
SIRAMAN ROHANI
SELASA, 15 NOPEMBER 2022
RP FREDY JEHADIN, SVD
Tema:
Alam Sekitar Bisa Menjadi Sarana Untuk Mendekatkan Diri Dengan Tuhan!
Lukas 19: 1 – 10
Saudara-saudari… Hari ini kita kembali mendengar kisah perjumpaan Zakheus dengan Yesus Kristus. Zakheus sudah punya kerinduan besar untuk menatap wajah Yesus dari mata-ke mata, dari muka ke muka tapi karena postur tubuhnya yang pendek kerinduannya selalu tidak terpenuhi. Tetapi walaupun demikian, ia tetap tidak putus asa. Kerinduannya selalu mendorong dia untuk menatap wajah Yesus. Pemenuhan kerinduannya kini dibantu oleh alam lingkungan sekitar. Pohon yang berdiri di pinggir jalan sudah menjadi sarana pembantu baginya untuk bisa menatap wajah Tuhan, agar bisa melihat dari mata ke mata. Posturnya yang pendek kini sudah ditinggikan berkat bantuan pohon yang tinggi berdiri kokoh di pinggir jalan. Zakheus yang cerdas sadar akan peran dari alam, bahwa alam yang diciptakan Tuhan bisa membantu dia mendekatkan diri kepada Yesus. Berkat alam, pohon yang dipanjatnya, kini Zakheus berhasil menatap wajah Tuhan. Dari atas pohon, ia dengan bebas dan leluasa melihat Yesus Kristus tanpa ada yang menghalangi pandangannya. Ia puas dan bahagia!
Saudara-saudari… Kerja keras Zakheus hasilnya bukan hanya terbatas pada keberhasilannya melihat Yesus dari muka ke muka, tetapi lebih dari itu. Ia sangat kaget karena Tuhan memanggil namanya dan menyampaikan kepadanya bahwa Tuhan harus menumpang di rumahnya. Lewat Injil, kita mendengar Yesus berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Satu berita sangat gembira bagi Zakheus. Kehadiran Yesus Kristus di rumahnya menggerakkan hati dan pikiran Zakheus untuk bertobat dan berjanji supaya bertingkah laku jujur dalam hidup selanjutnya. Katanya kepada Yesus Kristus: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”
Saudara-saudari… perjumpaan Zakheus dan Yesus Kristus hari itu bisa terjadi karena berkat bantuan dari alam sekitar. Kalau saja tidak ada pohon yang tinggi di pingir jalan mungkin Zakheus tetap tidak berhasil menatapi wajah Yesus dari mata-ke mata. Alam ciptaan Tuhan sudah menjadi sarana yang sangat baik bagi Zakheus untuk mendekatkan dirinya kepada Yesus. Satu ajaran dan peringatan bagi kita semua, bahwa Tuhan sudah menciptakan manusia dan alam sekitar untuk sama-sama memuji Tuhan dengan caranya masing-masing. Karena itu berlakulah dengan sopan dan hormat terhadap lingkungan sekitar. Manfaatkanlah lingkungan sekitar untuk mendekatkan diri dengan Tuhan. Pandanglah bunga-bunga yang selalu kita petik dan menghiasi altar dan patung Bunda Maria. Bagaimana perasaan kita sewaktu melihat bunga yang indah itu? Apakah kita merasa bahagia dan penuh sukacita?
Kalau bunga selalu memberi sukacita dan bahagia untuk Tuhan, pasti Tuhan juga selalu mengharapkan yang sama dari manusia.
Marilah saudara-saudari… Berusahalah selalu untuk mencari dan menatapi wajah Tuhan sampai kita menemukanNya. Alam ciptaan Tuhan juga bisa membantu kita agar kita bisa menemukan dan menatap wajahNya.
Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen!