Sabtu, 12 November 2022
Sabda Kehidupan
Sabtu 12 November 2022
Lukas 18:1,7 (Luk 18:1-8)
Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.”Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?”
Bila doa adalah nafas hidup kita, maka ajakan Yesus untuk berdoa dengan tidak jemu-jemu tidak lain agar hidup kita tak pernah terlepas dari kasih sayang Allah bagi kita. Saat kita menyadari bahwa Allah tak sedetikpun meninggalkan kita karena Ia begitu dekat di hati kita dan kita selalu melekat padaNya, itulah makna dan kekuatan doa. Iman-harap-kasih kita kepada Allah yang hidup dan Bapa yang penuh kasih, akan selalu mengangkat hati untuk mengucapkan doa, entah pujian syukur, entah permohonan dan keluh kesah, entah curahan isi hati atau cerita suka duka kehidupan, sendiri atau bersama keluarga-komunitas-jemaat, atau bahkan dalam hening tanpa bicara, hanya hadir di hadirat Allah. Nama Yahweh berarti “Aku ada.” Maka doa di hadapan Allah berarti “aku ada bersama Yahweh, Tuhanku dan Allahku.” Yesus telah menyempurnakan semua doa kita dengan mengajarkan doa “Bapa Kami.” Tahulah kita sekarang mengapa mesti berdoa tak jemu-jemu: Relasi yang tak terpisahkan antara Bapa dan anak, telah menjawab semua doa kita. Kita berdoa karena Allah adalah Bapa kita dan kita adalah anakNya. Dengan berdoa kita meletakkan seluruh hidup kita dalam tangan Bapa dan Bapa menjadi segalanya bagi kita, sama seperti Yesus dengan BapaNya. Jangan pernah jemu datang ke hadirat Allah, karena sebagai Bapa, Allah pun tak pernah jemu memastikan bahwa hidup kita aman di tanganNya dan kitapun tak akan berkekurangan rahmat dan kasih setiaNya.
Selamat berakhir pekan, tak jemu bersandar pada Allah.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr