Rabu, 28 September 2022
Sabda Kehidupan
Rabu 28 September 2022
Lukas 9:61-62 (Luk 9:51-62)
Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”
Dengan bagus dan sederhana, Yesus mengambil contoh dalam hidup sehari-hari yang patut menjadi pelajaran dan permenungan kita. Seorang yang membajak harus fokus menatap ke depan, bukannya menoleh ke belakang. Bila menoleh ke belakang, ia tidak fokus dan akan keluar dari jalur yang sudah ditetapkan. Demikian halnya dengan mengikuti Yesus. Kita jangan lagi menoleh ke belakang dalam arti kembali ke masa lalu. Bila masa lalu itu menyenangkan, orang akan selalu ditarik pada zona nyaman masa lalu, dan tidak bisa menerima kenyataan pahit masa kini atau pelbagai tantangan dan persoalan yang menghadang. Bila masa lalu seseorang buruk dan traumatis, ia hidup dalam bayang-bayang masa lalu yang membuatnya ragu, cemas dan gelisah bahkan ketakutan. Ia tidak bisa maju, atau “move on”. Yesus meyakinkan kita bahwa berjalan bersamaNya, mengikuti jejakNya, kita berada dalam kepastian tuntunanNya. “Aku ini, jangan takut!” Kata Yesus. “Tinggallah dalam Aku dan Aku tinggal dalam kamu.” Salib akan terus ada, dan akan terus kita pikul. Persoalan akan terus datang, tantangan akan selalu menghadang. Namun oleh Yesus kita diberi kekuatan baru untuk kuat menanggungnya, mampu menjalaninya, berani memikulnya dan bangkit lagi bila jatuh, serta tidak gentar menghadapi pelbagai persoalan. Teguhkan iman, tetapkan harapan pada pertolongan Tuhan, dan teruslah berkobar-kobar dalam mengasihi Tuhan. Majulah terus! Yesus telah bersabda, “Janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Mat 6:34).
Mari melanjutkan perjalanan. Bersama Yesus kita kuat.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr