Rabu, 14 September 2022
===============
PESTA SALIB SUCI
Rabu, 14 September 2022
Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD
===============
BACAAN PERTAMA
Bilangan 21: 4 – 9
Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak.” Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkanNya ular-ular ini dari pada kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Syukur kepada Allah
BACAAN KEDUA
Filipi 2: 6 – 11
INJIL YOHANES
3: 13 – 17
Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus AnakNya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Terpujilah Kristus
SIRAMAN ROHANI
RABU, 14 SEPTEMBER 2022
RP FREDY JEHADIN, SVD
Tema:
Salib Suci Yesus Kristus Menyelamatkan Kita!
Yohanes 3:13-17
Saudara-saudari…. Apakah arti Salib bagi kita masing-masing? Apakah secara pribadi, kita sudah pernah alami kekuatan Salib Suci Kristus?
Pada Pesta Salib Suci hari ini, saya kembali ingin menyampaikan pujian dan syukur atas Salib Kristus yang sudah membawa kemenangan, keselamatan dan kekuatan bagi diriku sendiri. Sebagai ucapan syukur atas kemenangan Salib, saya kembali ingin membagi pengalaman imanku akan kehebatan dan kekuatan Salib Suci dalam hidupku.
Saya dilahirkan pada pesta Salib Suci, 14 September 1960. Sudah banyak tantangan yang sudah kulewati dalam hidup, tetapi sampai saat ini saya masih diberi kesempatan untuk hidup.
Pada umur 6 bulan, tangan kiriku hangus terbakar. Bekasnya masih ada sampai sekarang. Orangtua dan kakak-kakak-ku berpikir, bahwa saya tidak mungkin hidup lagi. Pada umur sekitar 3-4 tahun, saya digigit kuda. Leherku ada di mulut kuda dan dibawanya lari. Saya gantung di mulutnya, sepertinya ia mau memakan saya hidup-hidup. Pada waktu itu, saya kehilangan kesadaran. Puji Tuhan saya kembali sadar. Pada umur 5 tahun, saya jatuh dari pohon Mangga. Leherku terbentur pada akar pohon. Beberapa minggu sesudahnya, saya menderita, leherku miring terus; pada umur 8 tahun, sewaktu saya di kelas 3 SD, saya tenggelam di Sungai besar. Syukur saya diselamatkan oleh seorang kakak kelas. Pada tahun yang sama, saya diserang Malaria selama beberapa minggu. Saya mengigau kayak orang gila. Sesudah sembuh, ingatan saya hilang. Apa yang pernah saya pelajari dari kelas satu sampai pertengahan kelas tiga, semuanya hilang, sampai-sampai membaca pun saya tidak tahu. Karena itu saya harus tahan kelas di kelas tiga SD. Sewaktu di Seminari Menengah, beberapa kali saya alami kecelakaan sepeda motor. Sesudah dua tahun sebagai imam, saya jatuh dari pohon yang cukup tinggi. Pada waktu itu, saya pangkas dahan-dahan yang terlalu rimbun. Sewaktu jatuh Lututku terbentur pada onggokkan dahan yang berserakan di dasar pohon. Pada tahun yang sama, 1992, sewaktu saya mengendari mobil sendirian di jalan yang sangat tanjak, mesin mobilku tiba-tiba mati. Saya bingung, apa yang harus saya buat. Mau lari mudur takut tebing terjal. Saya tenangkan bathin, berdoa mohon bantuan Tuhan. Saya memegang salib Yesus, yang gantung di dalam mobil, berdoa meminta bantuan Tuhan. Saya meminta para malaikat dan para kudus untuk menolong saya. Saya keluar dari mobil cari batu ganjalkan mobilku. Sambil menolak, saya dorong batu dengan kaki kiriku menahan ban mobil. Puji Tuhan, mobil Zuzuki-ku berhasil ditolak sampai puncak gunung. Satu bulan sesudah kejadian itu, saya ditodong dua kali oleh perampok dalam perjalanan yang sama. Kelompok pertama lucuti pakaian saya, dan tinggalkan saya hanya dengan pakaian dalam. Sesudah mereka ambil semua barang-barang belanjaan saya, mereka biarkan saya pergi. 30 menit sesudahnya, saya dihadangi lagi oleh kelompok yang lain dengan balok besar di jalan mendaki, sementara 4 orang dengan topeng dimukanya, berdiri di tengah jalan sambil arahkan senjata ke mobil saya. Saya berhenti sebentar, memegang salib dan bedoa. Kemudian saya simpan kepala di atas stir mobil, injak gas sekuat-kuatnya. Mobil saya meluncur melewati balok besar. Mereka menembak saya tetapi rupanya prisai Malaikat Mikael Agung melindungi mobil saya. Saya lari terus sampai di paroki dengan selamat. Tahun 2005, empedu saya dikeluarkan karena infeksi dan sudah ada beberapa batu di dalamnya. Sesudah obat bius hilang, saya alami sakit yang sangat luar biasa. Saya sendirian di dalam kamar. Puji Tuhan di dalam kamar itu ada salib Yesus. Salib kemenangan dan kekuatan saya. Saya memandang Yesus di Salib, luapkan semua perasaan saya kepadanya. Sesudah itu, saya tidak rasakan lagi sakitnya. Dua hari sesudah operasi, saya keluar dari RS. Sebelum berpindah ke tanah air, 28 September 2019, sekitar jam 21:00 saya di todong di atas jembatan laying, tetapi saya berhasil menyelinap di antara 2 mobil yang digunakan untuk menghadang saya. Sewaktu turun ke jalan utama, saya diserang dengan batu-batu, tetapi tak satu batupun yang menyentu kaca mobil. Hanya satu batu yang kena di bagian pintu di belakang sopir. Dari rentetan peristiwa “Salib” yang saya alami ini, di sana saya selalu alami perlindungan Tuhan. Salib Suci Kristus yang sudah melekat dalam diriku sudah menjadi pelindungku. Lewat pengalaman-pengalaman itu saya mengalami Tuhan yang hidup. Salib yang selalu kupandang sudah menjadi kekuatan dan perlindungan bagiku. Salib Suci Yesus Kristus sungguh Menyelamatkan saya.
Saudara-saudari… Dalam bacaan pertama hari ini, yang diambil dari Kitab Bilangan 21:8-9, Tuhan berfirman kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” Bilangan 21: 8. Kemudian, Yesus sendiri dalam InjilNya hari ini berkata: “Demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3: 14-15. Apa yang dikatakan oleh Yesus Kristus, sudah menjadi kenyataan dalam hidup saya.
Marilah saudara-saudari…. Pandanglah salib Kristus dengan penuh iman. Karena barangsiapa memandang dan percaya kepada Dia yang tersalib itu akan diselamatkan.
Kita berdoa semoga Tuhan selalu kuatkan iman dan sadarkan kita, bahwa dengan memandang Salib Kristus, kita akan menimbah kekuatan dan keselamatan dari padaNya.
Kita memohon Bunda Maria, Bunda Kristus, yang tersalib untuk mendoakan kita. Amen.