Selasa, 30 Agustus 2022
===============
PEKAN BIASA XXII
Selasa,
30 Agustus 2022
Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD
===============
BACAAN PERTAMA:
1 Korintus
2: 10b – 16
INJIL LUKAS
4: 31 – 37
Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. Mereka takjub mendengar pengajaranNya, sebab perkataanNya penuh kuasa. Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusanMu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus menghardiknya, kataNya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar.” Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Terpujilah Kristus
SIRAMAN ROHANI
SELASA,
30 AGUSTUS 2022
RP FREDY JEHADIN, SVD
Tema:
Kekuatan Kata-Kata Sangat Mempengaruhi Orang Lain
Lukas 4: 31 – 37
Saudara-saudari… Hari ini kita kembali mendengar kisah Injil bahwa banyak orang takjud mendengar pengajaran Yesus. Ia mengajar dengan penuh kuasa. Sampai-sampai Setan yang ada di dalam diri seseorang berteriak-teriak. Setan bukan hanya takut kepada Yesus, tetapi ia juga mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Yang Kudus dari Allah. Dengan kekuatan kata-kata, Yesus menghardik setan itu, katanya: “Diam, keluarlah dari padanya.” Lk 4: 35. Setan taat kepada Yesus dan segera meninggalkan orang yang dirasukinya.
Kalau kita kembali merenungkan kuasa dan kekuatan Tuhan kita, sesungguhnya kekuatannya ada dalam kata-kataNya. Mulai dari kisah penciptaan. Tuhan menciptakan segala sesuatu lewat kekuatan kata-kataNya. Ia menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dengan kata-kata. Kalau kita renungkan mujizat yang dibuat oleh Yesus Kristus, hampir semua mujizatnya dibuat lewat kekuatan kata-kata.
Hari ini Dia menghardik setan dengan kekuatan kata-kata: “Diam, keluarlah dari padanya.” Lk 4: 35.
Saudara-saudari… Kata-kata sesungguhnya punya kekuatan yang sangat luar biasa. Saya yakin setiap kita punya pengalaman entah sewaktu masa kecil atau dewasa, bahwa kalau ada orang memuji kita dengan kata-kata yang bagus, kita pasti merasa sangat bahagia. Sebaliknya kalau kita dicaci maki, dikata: bodoh, babi, anjing, muka jelek dan lain-lain, maka perasaan kita pun akan sangat sedih. Kita merasa bahwa kita sama sekali tidak punya harga diri. Sadar akan kekuatan kata-kata, kita sudah seharusnya selalu berhati-hati menggunakan kata-kata dalam berkomunikasi dengan orang lain dalam hidup harian kita.
Sewaktu saya mengikuti kursus di Inggris tahun 2015, seorang professor psikologi ahli penyembuhan luka batin menganjurkan agar menulis banyak kata-kata positip untuk diri sendiri dan setiap hari, sambil berdiri di depan cermin, ucapkan kata-kata positip itu dengan penuh keyakinan. Contohnya: engkau baik, engkau ganteng/cantik, engkau pintar, engkau jujur, engkau kuat, engkau bisa, engkau berani, engkau bertanggungjawab dll. Yakinkan diri sendiri bahwa kita adalah seperti kata-kata yang kita ucapkan itu. Latihan itu akan sangat membantu kita untuk semakin percaya diri. Latihan itu juga akan membantu kita agar bisa sembuh dari luka-luka bathin yang sudah lama menggeroti bathin kita.
Kembali kepada kekuatan kata-kata. Kalau kita yakin dengan kata-kata yang kita ucapkan maka kekuatan kata-kata itu akan menyusup masuk ke dalam diri kita dan membantu kita pelan-pelan berubah.
Orang banyak takjub mendengar pengajaran Yesus, karena Yesus sangat percaya dengan kata-kata yang diucapkannya. Kata-kata yang keluar dari mulutNya sesungguhnya hasil dari perpaduan antara pikiran, perasaan dan rohNya sendiri. Perpaduan dari ketiga kekuatan dasar ini membawa dampak yang sangat luar biasa kepada mereka yang mendengarkannya.
Kita semua juga pasti bisa buat yang sama. Kalau kita mau supaya orang bisa mendengarkan kita dan percaya akan apa yang kita sampaikan, maka kita harus sungguh konsentrasi: pikiran, perasaan dan roh kita harus focus pada apa yang akan kita sampaikan. Kata-kata kita harus dilihat sebagai perpaduan antara ketiga kekuatan itu. Dengan kata lain, pikiran kita harus menyatu dengan roh kita dan roh kita harus menjiwai tingkah-laku kita.
Marilah saudara-saudari… Perhatikanlah dengan baik – baik kata-kata yang kita gunakan dalam percakapan harian kita, baik dengan anak-anak kita dalam keluarga, di sekolah maupun sesama kita di lapangan pekerjaan kita masing-masing. Sadarlah selalu bahwa kata-kata kita bisa menjadi obat yang bisa menyembuhkan, memikat, membahagiakan, tetapi juga bisa menjadi racun yang bisa menyakitkan atau mematikan.
Kita berdoa semoga teladan Kristus selalu menjiwai semangat hidup kita dalam berkomunikasi sehingga banyak orang akan mengalami rasa damai dengan kita.
Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.