Sabtu, 27 Agustus 2022
===============
PESTA WAJIB
St. Monika
Sabtu,
27 Agustus 2022
Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD
BACAAN PERTAMA:
1 Korintus
1: 26 – 31
INJIL MATIUS
25: 14 – 30
“Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Terpujilah Kristus
SIRAMAN ROHANI
SABTU,
27 AGUSTUS 2022
RP FREDY JEHADIN, SVD
Tema:
Kesetiaan Dan Bertanggungjawab Akan Tugas!
Matius
25: 14 – 30
Saudara-saudari… Hari ini kita merayakan pesta St. Monika, ibu dari St. Agustinus. Bertahun-tahun ibu Monika berdoa untuk anaknya, Agustinus agar bertobat. Santa Monika sungguh setia dan bertanggungjawab atas tugasnya sebagai seorang ibu, yakni memelihara, membimbing dan mendoakan agar anak kandungnya bertumbuh kembang sebagai seorang anak Kristen yang berprilaku baik, entah secara moral, spiritual maupun intelektual. Doa dan usaha dari Monika mendatangkan buah. Anaknya, Agustinus, bertobat dan masuk seminari kemudian ditahbiskan imam. Sesudah ditahbiskan imam, Monika dengan penuh sukacita berkata kepada anaknya, Agustinus: “Anakku, bagi ibu sudah tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang memikat hatiku. Ibu tidak tahu untuk apa mesti hidup lebih lama lagi. Sebab, segala harapan ibu di dunia sudah terkabulkan.” Ibu Monika merasa bahwa tugas dan tanggungjawabnya sebagai seorang ibu terhadap anaknya sudah selesai dan merasa bahagia atas keberhasilan anaknya. Ibu Monika sungguh percaya bahwa Tuhanlah yang memungkinkan semuanya itu terjadi. Ibu Monika merasa bahwa harapannya sudah dikabulkan Tuhan. Doa dan segala usahanya dikabulkan Tuhan. Talenta yang diberikan Tuhan sudah diperbanyaknya dan buahnya adalah anaknya bertobat, belajar mau menjadi imam kemudian ditahbiskan jadi imam. Satu kebahagiaan yang sangat luar biasa bagi seorang ibu.
Saudara-saudari… Sungguh, bahasa Injil hari ini sudah menjadi satu kenyataan bagi ibu Monika. Injil katakan: “Baik sekali perbuatanmu itu, hamba yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil! Aku akan memberikan kepadamu tanggungjawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” Mat 25: 21. Sebagai seorang ibu, Monika sudah dengan setia dan penuh tanggungjawab menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu. Doa-doanya sudah menghasilkan buah.
Bagaimana dengan kita? Apa tugas dan tanggungjawab kita saat ini? Apakah kita menjalankan tugas itu dengan setia dan penuh tanggungjawab? Apakah kita sudah merasakan buah kesetiaan dan tanggungjawab kita dalam kehidpan nyata?
Saudara-saudari… Oleh Pembaptisan kita semua sudah diberi tanggungjawab untuk meneruskan karya keselamatan di dunia ini. Sekecil apa pun tugas kita, kalau kita menjalankannya dengan setia dan penuh tanggungjawab, maka sudah pasti kita akan mendapatkan buahnya.
Marilah saudara-saudari… Ikutilah teladan hidup St. Monika, yang sungguh setia dan merasa bertanggungjawab akan tugasnya sebagai ibu: merawat, memperhatikan kehidupan rohani, moral dan intelektual dari anaknya. Semoga kita pun bisa melakukan yang sama.
Kita mohon St. Monika dan Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen!