Minggu, 24 Juli 2022
MINGGU BIASA XVII
Minggu,
24 Juli 2022
Bersama Pater Fredy Jehadin,SVD
BACAAN PERTAMA:
Kejadian
18: 20- 33
Bacaan kedua:
Kolose
2: 12 – 14
INJIL LUKAS
11: 1 – 13
Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-muridNya kepadaNya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah namaMu; datanglah KerajaanMu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.” Lalu kataNya kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya; masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U: Terpujilah Kristus
SIRAMAN ROHANI
MINGGU,
24 JULI 2022
RP FREDY JEHADIN, SVD
Tema:
Tuhan, Ajarlah Kami Berdoa!
Lukas 11: 1 – 13
Saudara-saudari… Pernyataan ini adalah permintaan dari seorang murid Kristus sewaktu Yesus berhenti berdoa. Dua bacaan hari ini:
Bacaan pertama dari Kejadian 18: 20 – 33 dan Injil Lukas 11: 1 – 13 memberi kita beberapa cara berdoa yang benar.
- Abraham mengajar kita untuk mendekati Tuhan dengan sopan dan dengan perasaan tak pantas di hadapan Allah. “Apakah Engkau akan membinasakan orang benar bersama orang fasik?” Kerjadian 18: 24. Abraham mengungkapkan permintaan dengan cara yang begitu halus. Dia memohon sekiranya bisa dipertimbangkan mengenai orang benar. Abraham juga merasa tidak layak untuk berbicara. “Janganlah kiranya Tuhan murka kalau aku berkata lagi!” Kej 18: 32. Namun dia ingin mendapatkan izin untuk berbicara. Ini merupakan teladan yang sangat baik. Kita memang tidak pantas untuk berbicara kepada Tuhan, karena kita manusia berdosa. Tuhan tidak bisa dibandingkan dengan kita. Karena itu, tatkala berbicara dengan Tuhan, sikap sembah sujud, hormat bakti, rendah hati, sopan, halus, dan bahkan dengan perasaan tak pantas, hendaknya melekat erat dalam diri kita. Mengapa? Sebab yang ada di hadapan kita, yang mejadi lawan bicara kita adalah Yang mahakuasa. Namun karena belaskasih-Nya yang sangat besar, Allah yang mahakuasa iitu menjadikan kita orang yang pantas untuk berbicara dengan Dia. Kerahiman Allah menghapus hutang dosa dan menghidupkan kita bersama Kristus. Karena Kristus, kita menjadi orang yang pantas untuk berbicara dengan Yang mahakuasa.
- Yesus mengajar kita agar di awal doa, kita harus selalu menyapa Allah dengan sapaan Bapa; Yesus meninta kita agar nama Bapa itu dikuduskan dan dimuliakan. Kemudian Yesus mengingatkan para murid agar dalam doa meminta kerajaan Allah datang, sehingga kehendak-Nya bisa terjadi. Selain memuji dan memuliakan Tuhan, Yesus mengajar para muridNya meminta empat hal yang paling penting dalam hidup manusia: a. Rezeki atau makanan untuk hidup; b. Pengampunan dan saling mengampuni untuk kedamaian hidup; c. Dalam doa meminta Bapa untuk menjaga para murid agar jangan masuk dalam pencobaan; d. Meminta Bapa agar dibebaskan dari segala yang jahat. Inilah bentuk doa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada muridNya.
Saudara-saudari… Jadi dalam doa hendaknya bukan hanya manusia saja yang berbicara melainkan Tuhan juga harus punya kesempatan untuk berbicara. Kita harus berusaha untuk bisa mendengarkan Tuhan. Kita belajar dari Abraham. Tuhan adalah Bapa kita. Sebagai Bapa Dia selalu mendengarkan permohonan kita; Dia selalu membukakan pintu bagi kita yang mengetuknya; Dia selalu memberi kepada kita yang meminta padaNya. Marilah kita berjuang dan berusaha agar bisamenjadi anak yang menghidupi ajaran Bapa kita. Mari kita terus menerus berseru: “Tuhan, ajarlah kami berdoa.”
Marilah kita mohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen