“AKU BERSABDA” dan TEOLOGI PUBLIK.
#yakobistv #deyakobistv
Ingin mengunjungi Channel Yakobis TV. Klik : http://www.youtube.com/user/mutiaraya…
Aku Bersabda
Komentar dan Refleksi atas Sabda Yesus dalam Matius 4-10 yang akan mengantar pembaca menjadi seorang Kristiani sejati.
Penulis : DR G Tri Warddoyo CM
Penerbit : PT Kanisius
Nihil Obstat : V Indra Sanjaya Pr.
Imprimatur : YR Edy Purwanto Pr. Vikjen KAS Semarang.
Buku dari Romo Tri Wardoyo:
“Aku bersabda”, adalah “komentar dan refleksi atas Sabda Yesus
dalam Matius 4-10, yang akan mengantar pembaca menjadi seorang kristiani sejati.”
Isinya, komentar tentang pencobaan Yesus di padang gurun dan Khotbah di Bukit. Buku itu tidak bermaksud menjelaskan ciri khas dua kutipan itu dalam Injil Mateus, dan membandingkannya dengan teks-teks yang sejajar di dalam Markus dan Lukas. Buat hal itu, tentunya, penting untuk menanggapi peristiwa dan kata Yesus dalam Injil Mateus, dan hal itu
sudah sederhanakan oleh Romo Tri Wardoyo CM, sehingga tak perlu menanyakan sejauh mana buku itu bermutu dari segi ilmu penafsiran Kitab Suci (ilmu eksegetik). Tetapi Romo Tri Wardoyo CM tidak mau membebani pembaca dengan diskusi-diskusi rumit dari ahli-ahli ilmu itu. Maksudnya adalah membina kerohaniwan umat yaitu maksud pastoral, dalam semangat Vinsensian, sehingga setiap penjelasan dari teks-teks itu ditutup dengan “Evaluasi diri”.
Sesudah merenungkan kemenangan Yesus atas godaan-godaan di padang gurun, dan seruanNya untuk “bertobat”, yaitu mengubah secara radikal pandangan dan cara hidup kita, “sebab Kerajaan Surga sudah dekat”, yaitu di ambang pintu, di dalam kehidupan sehari-hari (bukan bermaksud bahwa hari kiamat sudah datang, seperti ada orang yang secara bodoh meramalkannya), maka selanjutnya, atas dasar Sabda Bahagia dan Khotbah di Bukit, Romo Tri Wardoyo mengundang kita melakukan perubahan radikal itu, sekarang juga.
Teologi Publik
Sayap Metedologi dan Praksis
Editor : Prof DR FX. E. Armada Riyanto CM
Penerbit PT Kanisius
Nihil Obstat : E Martasudjita Pr
Imprimatur : YR Edy Purwanto Pr. Vikjen KAS Semarang.
Buku dengan kumpulan karangan dari pelbagai ahli teologi yang editornya Romo Armada Riyanto CM, dengan judul : “Teologi Publik, Sayap Metodologi & Praksis”, memang tebal. Tetapi
tujuannya sama: keluar dari pikiran ilmiah tanpa konsekwensi untuk hidup sehari-hari, yaitu hanya untuk dunia akademis, dan mendarat pada dunia konkret (PUBLIK).
Buku itu menuntut suatu usaha yang mutlak, walaupun berat, kalau kita mau agar untuk agama kita dihayati secara konsekwen dan penuh tanggung-jawab DI INDONESIA, dan bukan hanya sesuatu yang kebetulan kita ikuti karena lahir di lingkungan tertentu.
Maka tentunya saya juga mendorong umat kita (bukan hanya mahasiswa teologi, dan ahli-ahli, tetapi kaum awam juga) untuk memberanikan diri membaca buku itu, pelahan-lahan (hari kiamat belum datang!) secara serius. Lihatlah judul karangn-karangan itu: selalu mengarah kepada realitas nyata (daerah tertentu, pandemi, karya khusus seperti Bahkti Luhur, dan sebagainya): boleh memilih lebih dahulu karangan yang paling cocok dengan keadaan masing-masing, dan sesudah itu pindah ke karangan-karangan lain. Santai-santai tetapi serius!
Sumber Yakobis TV