NYALA API CINTA: “MENGAPA 40 HARI PUASA?”
40 HARI PUASA
Pelbagai agama mengajarkan praktik puasa. Demikian pula agama Katolik. Walau istilah yang digunakan sama, bisa jadi makna dan tujuannya berbeda-beda.
Puasa dalam tradisi Katolik dilakukan selama 40 hari. Mulai hari Rabu Abu hingga Sabtu Paskah.
Mengapa 40 hari? Apa latar belakang dan konteksnya? Tradisi puasa itu mengacu pada 40 tahun perjalanan umat Israel di padang gurun ketika dibebaskan dari Mesir. Angka 40 itu juga mengingatkan orang akan 40 hari 40 malam Yesus berpuasa sebelum tampil di muka umum.
Empat puluh tahun perjalanan dari Mesir ke tanah terjanji menyimpan makna yang luar biasa tinggi. Pertama, dibebaskan dari Mesir itu bermakna pembebasan dari dosa. Kedua, tanah terjanji tujuan dari hidup ini, yakni keselamatan abadi. Ketiga, perjalanan penuh tantangan di padang gurun menunjukkan perjuangan yang mesti dihadapi setiap orang untuk mencapai keselamatan.
Setelah mengintai tanah terjanji umat Israel ketakutan. Mereka melihat bahwa penduduk tanah Kanaan yang akan mereka masuki tinggi besar. Namun mereka diyakinkan supaya percaya kepada Tuhan. Dia yang membebaskan dari Mesir sanggup pula menyingkirkan segala kesulitan.
Hal ini mengajar orang yang sekarang sedang berjuang menuju hidup yang Tuhan janjikan. Kerapkali mereka mesti menghadapi pelbagai macam tantangan dan kesulitan. Mereka perlu percaya bahwa Allah menyertainya dan akan berhasil mencapai tujuan.
Sebelum berkarya di muka umum, Tuhan Yesus masuk ke padang gurun dan berpuasa empat puluh hari empat puluh malam. Iblis menggodanya dengan bujukan supaya menerima dan mengikuti tawaran iblis. Namun Tuhan Yesus menolaknya. Hatinya teguh pada misi utama, yakni melaksanakan kehendak Allah Bapa-Nya; menyelamatkan umat manusia.
Karya-karya besar perlu dimulai dengan mengendalikan diri dan menyatukannya dengan kehendak Allah. Orang mesti menyingkirkan segala godaan yang ingin membelokkan dari tujuan yang hendak dicapai. Terutama keinginan menonjolkan diri lebih dari memuliakan Tuhan.
Demikianlah antara lain sebagian dari makna puasa dalam tradisi Katolik. Masih banyak yang bisa digali. Dalam liturgi selama empat puluh hari masa prapaskah orang diajak untuk mendengarkan, mengenal dan mengimani Yesus yang mendahului mereka menempuh jalan sengsara, wafat dan bangkit. Dengan demikian di tengah perjuangan hidup ini sambil mengabaikan semua godaan mereka terus mengarahkan hidup pada tujuan sejati, yakni hidup abadi.
Shek O HK, 15 Februari 2021
RP Albertus Herwanta, O. Carm.
Sumber Indonesian Carmelites