Selasa, 16 Februari 2021
ANTIFON PEMBUKA — Mazmur 29:la.2
Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga, sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada-Nya dengan hormat dan khidmat.
PENGANTAR
Air bah merupakan jawaban Tuhan atas ketidaksetiaan umat. Setiap dosa dihukum. Hukuman ini tidak mengurangi kebaikan Tuhan. Nuh dan keluarganya merupakan buktinya. Belas kasih Yesus tidak diterima oleh kaum Farisi. Murid-murid Yesus pun tidak memahami. Namun, la tetap berjalan terus dengan kemurahan hati-Nya dan minta kita untuk memahami-Nya.
DOA PEMBUKA
Marilah berdoa: Allah Bapa sumber cahaya kehidupan, sembuhkanlah kebutaan mata dan dosa-dosa kami, agar kami dapat memandang Putra-Mu, cahaya kami, yang didambakan oleh setiap orang dalam perjalanan menuju kepada-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang ..
BACAAN PERTAMA: Pembacaan dari Kitab Kejadian 6:5-8; 7:1-5.10
“Aku akan menghapuskan manusia yang Kuciptakan dari muka bumi.”
Tuhan melihat bahwa kejahatan manusia di bumi semakin besar, dan kecenderungan hati mereka selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Bersabdalah Tuhan, “Aku akan menghapuskan manusia yang Kuciptakan dari muka bumi, baik manusia maupun hewan, dan binatang-binatang melata maupun burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka”. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di hadapan Tuhan. Maka bersabdalah Tuhan kepada Nuh, “Masuklah ke dalam bahtera, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. Dari segala binatang yang tidak haram, haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betina. Juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpeliharalah keturunannya di seluruh bumi. Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya. Dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu”. Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 29:1a.2.3ac-4.3b.9b-10
Ref. Tuhan memberkati umat-Nya dengan damai sejahtera.
- Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga, sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan!
- Suara Tuhan terdengar di atas air, suara Tuhan mengguruh di atas air yang besar. Suara Tuhan penuh kekuatan, suara Tuhan penuh semarak.
- Allah yang mulia mengguntur, di dalam bait-Nya setiap orang berseru, “Hormat!” Tuhan bersemayam di atas air bah, Tuhan bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya
S : (Yoh 14:23)Jika seorang mengasihi Aku, ia akan mentaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 8:14-21
“Awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.”
Pada suatu hari murid-murid Yesus lupa membawa roti. Hanya sebuah roti saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya, “Berjaga-jaga dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes”. Maka mereka berpikir-pikir, dan seorang berkata kepada yang lain, “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti”. Ketika Yesus tahu, apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata, “Mengapa kalian memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kalian memahami dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kalian mempunyai mata, tidakkah kalian melihat? Dan kalian mempunyai telinga, tidakkah kalian mendengar? Sudah lupakah kalian waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti yang kalian kumpulkan?” Jawab mereka, “Tujuh bakul”. Lalu kata Yesus kepada mereka, “Masihkah kalian belum mengerti?”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Benediktus Mulyono SCJ
Vivat Cor IESU per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria!!!!
Salam Jumpa Saudara-Saudari, bersama saya Rm Benediktus Mulyono SCJ dari Rumah SCJ Jakarta dalam Resi (Renungan Singkat) Dehonian: Selasa, 16 Februari 2021.
Saudara-Saudari Terkasih, Apakah yang dimaksud Yesus dengan mengatakan: “Ragi orang Farisi dan ragi Herodes?” Ragi orang Farisi adalah kepura-puraan, kemunafikan; yang oleh Yesus dikecam karena orang Farisi secara berlebihan memperhatikan hal-hal lahiriah dalam agama tetapi mengabaikan nilai-nilai rohani yang lebih mendasar dan lebih penting. Ragi Herodes adalah sikap hati yang dikuasai semangat keduniawian, kesenangan dan ambisi politik. Sikap-sikap tersebut tentu membahayakan martabat kehidupan manusia.
Para murid gagal untuk memahami peringatan Yesus ini, dan berpikir bahwa Yesus akan marah niih, karena mereka tidak membawa bekal (roti / makanan). Padahal, Tuhan Yesus menegur mereka karena lamban dalam memahami arti penting peristiwa-peristiwa yang mereka lihat, yang mereka alami ketika Yesus membuat mujizat penggandaan roti.
Saudara-Saudari Terkasih, Sudah sekian lama kita menjadi orang katolik, mengimani dan mengikuti Yesus. Sejauh mana kita juga sudah mampu mengerti, memahami dan kemudian juga menghayati ajaran-ajaran Yesus dalam kehidupan konkret sehari-hari? Adakah hidup kita juga masih terus disibukkan dan dikuasai oleh hanya seputar hal-hal duniawi? Masih saja-kah kita berpikir bahwa mengikuti Yesus berarti akan terjamin segala kebutuhan duniawi kita? Memang betul bahwa Yesus sendiri juga bersabda, “Janganlah kuatir akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan akan apa yang hendak kamu pakai.” (Bdk. Mat. 6: 25)
Namun…mengikuti Yesus lebih dari sekedar ketercukupan akan kebutuhan-kebutuhan pangan-papan-sandang. Yesus tidak mau bahwa kita murid-murid-Nya jatuh pada sikap hati yang dikuasai semangat keduniawian, kesenangan dan ambisi (seperti Herodes). Ingat pula apa yang Yesus sabdakan: “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” (Lih. Mat. 6:26). Saudara-Saudari Terkasih, Yesus juga tidak mau jikalau murid-murid-Nya hidup seperti orang-orag Farisi yang sering dikecam Yesus sebagai orang-orang munafik: memperhatikan detail-detail tata peraturan; namun mengabaikan semangat cinta kasih.
Saudara-Saudari Terkasih, perwujudan konkret apa yang dapat kita hayati, kita hidupi secara sederhana dalam hidup sehari-hari? Pertama, mari kita meneliti hidup kita masing-masing; sambil mencoba menghitung berapa banyak kebaikan-kebaikan Tuhan yang sebenarnya sudah dikerjakan-Nya atas diri kita ini? Masih degilkah hati kita karena kita belum juga mampu mensyukuri atas anugera-anugerah Tuhan itu? Mari kita memperbanyak rasa syukur; karena nyata-nyata sudah begitu banyak; bahkan berlimpah kasih dan kebaikan, serta kemurahan Tuhan dalam diri kita. Percayalah, semakin hidup kita banyak bersyukur, semakin kebahagiaan hidup kita akan digandakan oleh Tuhan. Kedua, mari kita mohon kekuatan Rahmat Tuhan agar kita dijauhkan dari sikap hati yang dikuasai semangat keduniawian, kesenangan dan ambisi. Mengimani dan mengikuti Yesus berarti mempercayakan sepenuh hati akan apapun yang hendak terjadi; percaya sepenuh hati akan kuasa penyelenggaraan-Nya; sambil berusaha dengan tekun dan setia menghidupi, mewujudkan ajaran-ajaran cinta kasih-Nya.
Semoga iman kita akan Tuhan Yesus Kristus semakin diteguhkan; dan semakin berlipatganda pula-lah damai, sukacita, dan kebahagiaan dalam diri kita oleh Berkat Allah Yang Mahakuasa yang melindungi kita: Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN
Allah Bapa maharahim, berikanlah kini kiranya rezeki pengampunan, serta daya hidup baru dengan perantaraan Yesus Kristus Tuhan kami.
ANTIFON KOMUNI – Mazmur 29:10
Tuhan bersemayam di atas air bah. Tuhan bersemayam sebagai raja untuk selamanya.
DOA PENUTUP
Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kehidupan, kami bersyukur atas santapan anugerah-Mu berkat Yesus Putra-Mu dan Tuhan kami. Semoga kelaparan kami akan Dikau selalu Kaupuaskan dengan rezeki suci. Demi Kristus, ….
Link Audio http://katolikindonesia.com/2021/02/15/selasa-16-februari-2021/
Sumber https://resi.dehonian.or.id/
Podcast: Play in new window | Download