WAKTU: RAHMAT TERBESAR (Refleksi Akhir Tahun 2020)
Manusia dikejar-kejar oleh Sang Waktu bahkan juga seolah-oleh dilahap oleh Sang waktu. Tiba-tiba 2020 telah lewat – berganti 2021. Bisa jadi juga tiba-tiba kita menjadi tua, tanpa sadar. Waktu berjalan begitu cepat, sementara kita sadar belum banyak melakukan sesuatu yang bermakna atau berarti.
Waktu berjalan tanpa bisa berhenti, maka manusia perlu bisa belajar “menghentikan waktu”.
Hanya dengan cara inilah waktu tidak menjadi “raksasa yang menyeramkan”, melainkan bisa menjadi rahmat.
Mereka yang menang dalam misi hidupnya adalah mereka yang mampu “menghentikan waktu”.
Apa artinya?
Itu berarti mampu berhenti sejenak untuk berefleksi, merenung…..
membantu kita menciptakan ruang batin yang hening……
untuk menemukan dan memberi makna terhadap segala yang kita kerjakan dan yang terjadi.
Jika tidak, ada resiko semua menjadi tidak memberi arti.
Hidup kita tidak dikuasai oleh “dewa kronos”, yakni hanya menjadi urutan kronologis … dari detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan dan tahun ke tahun…. Yang berlalu tanpa rasa dan dan tanpa arti…
melainkan menjadi “khairos (dalam bahasa Yunaninya), yakni saat-saat yang berisi, saat-saat berahmat.
“Sembuhkanlah yang sakit, Lindungilah yang sehat, Kuatkan mereka yang berkarya demi keselamatan banyak orang”.
Selamat Tahun baru.
Semoga berkat Tuhan melimpah atas kita semua di tahun yang akan datang ini.
Sumber Indonesian Carmelites