NYALA API CINTA: “TELANJANG”
TELANJANG
Tubuh manusia pada dasarnya amat indah. Bahkan, tanpa busana juga amat indah. Bukankah leluhur umat manusia juga telanjang dan tidak malu satu sama lain (Kej 2: 25)?
Peristiwa-peristiwa penting dalam hidup manusia kerap dilakukan dalam telanjang. Mandi dan prokreasi, misalnya. Telanjang memang sering menempatkan manusia dalam posisi lemah, gampang diserang, rentan alias vulnerable.
Sesungguhnya telanjang aslinya tidak membawa malu. Akibat dosa ketelanjangan menyebabkan rasa malu (Kej 3:7). Barangkali lebih tepat dikatakan dalam ketelanjangan itu mereka menemukan dirinya yang lemah karena terpisah dari Allah. Mereka merasakan situasi vulnerable itu.
Tatkala manusia memandang ketelanjangan dengan kacamata Sang Pencipta yang membentuk tubuh manusia demikian indah dengan segala bakatnya, niscaya orang menemukan potensi rohani yang luar biasa tinggi.
RP Albertus Herwanta, O. Carm.
Sumber Indonesian Carmelites