NYALA API CINTA: “INTERIOR”
Sebagian orang lebih menyukai yang luar/eksternal daripada yang dalam/ internal. Mudah pamer bukan hanya dalam hal-hal sekuler, tetapi dalam agama dan yang rohani sekalipun. “Janganlah melakukan kegiatan agamamu di depan orang supaya dilihat….” Agama pertama-tama adalah hal batin, relasi tersembunyi dengan yang ilahi. Kegiatan keagamaan memang perlu, karena berfungsi mendekatkan/ menyatukan manusia dengan Tuhan, diri sendiri dan sesama. Sedekah, puasa dan berdoa adalah jalannya. Namun ketiganya perlu mengalir dari motivasi batin yang sejati, sehingga kegiatan keagamaan itu tidak berhenti pada hal-hal lahiriah belaka, melainkan meningkatkan relasi dan kehidupan batin yang terus-menerus perlu dikembangkan. Budaya pamer termasuk juga di dalam kehidupan beragama seringkali justru membuat kehidupan tidak makin mendalam, tetapi makin dangkal. Di dalam kehidupan sehari-hari, orang tidak hanya perlu memperhatikan hal-hal lahiriah saja (eksternal) melainkan dan terutama perlu sekali memperhatikan sisi internal, bagian interior, batin dan lubuk hati. Di situ hidup sejati dan Sang Sumber hidup sejati bisa ditemukan. Persatuan dengan Tuhan menjadi upah yang tak tertandingi.
Sumber Indonesian Carmelites