Jumat, 31 Juli 2020
ANTIFON PEMBUKA – Flp. 2:10-11
Dalam nama Yesus hendaknya setiap makhluk di surga, di bumi dan di bawah bumi bertekuk lutut. Dan demi kemuliaan Bapa hendaknya setiap lidah mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.
DOA PEMBUKA:
Marilah berdoa: Allah Bapa, Raja mahamulia, untuk menyebarluaskan kemuliaan nama-Mu, Engkau menampilkan Santo Ignasius di tengah umat. Semoga dengan bantuan dan teladannya kami berjuang di dunia, agar memperoleh mahkota di surga. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan…
BACAAN PERTAMA: Yeremia 26:1-9
“Seluruh rakyat berkumpul menghadap Tuhan.”
Pada permulaan pemerintahan Yoyakim, anak Yosia raja Yehuda, datanglah firman ini dari TUHAN, bunyinya: Beginilah firman TUHAN: “Berdirilah di pelataran rumah TUHAN dan katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda, yang datang untuk sujud di rumah TUHAN, segala firman yang Kuperintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah katapun! Mungkin mereka mau mendengarkan dan masing-masing mau berbalik dari tingkah langkahnya yang jahat, sehingga Aku menyesal akan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka oleh karena perbuatan-perbuatan mereka yang jahat. Jadi katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN: Jika kamu tidak mau mendengarkan Aku, tidak mau mengikuti Taurat-Ku yang telah Kubentangkan di hadapanmu, dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku, para nabi, yang terus-menerus Kuutus kepadamu, –tetapi kamu tidak mau mendengarkan– maka Aku akan membuat rumah ini sama seperti Silo, dan kota ini menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi.” Para imam, para nabi dan seluruh rakyat mendengar Yeremia mengucapkan perkataan-perkataan itu dalam rumah TUHAN. Lalu sesudah Yeremia selesai mengatakan segala apa yang diperintahkan TUHAN untuk dikatakan kepada seluruh rakyat itu, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu menangkap dia serta berkata: “Engkau harus mati! Mengapa engkau bernubuat demi nama TUHAN dengan berkata: Rumah ini akan sama seperti Silo, dan kota ini akan menjadi reruntuhan, sehingga tidak ada lagi penduduknya?” Dan seluruh rakyat berkumpul mengerumuni Yeremia di rumah TUHAN.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 69:5.8-10.14
Ref. Demi kasih setia-Mu yang besar, jawablah aku, ya Tuhan.
- Orang-orang yang membenci aku tanpa alasan lebih banyak dari pada rambut di kepalaku; terlalu besar jumlah orang yang hendak membinasakan aku, yang memusuhi aku tanpa sebab; aku dipaksa untuk mengembalikan apa yang tidak kurampas.
- Sebab karena Engkaulah aku menanggung cela, karena Engkaulah noda meliputi mukaku. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, menjadi asing bagi anak-anak ibuku; Sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela ENgkau telah menimpa aku.
- Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya Tuhan, aku bermohon pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia!
BAIT PENGANTAR INJIL:
U: Alleluya, alleluya
S: Sabda Tuhan tetap selama-lamanya. Itulah sabda yang diwartakan kepadaku.
BACAAN INJIL: Matius 13:54-58
“Bukanlah Dia itu anak tukang kayu? Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?”
Pada suatu hari Yesus kembali ke tempat asal-Nya. Di sana Ia mengajar orang di rumah ibadat mereka. Orang-orang takjub dan berkata, “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu? Bukankah Dia itu anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Karena ketidakpercayaan mereka itu, maka Yesus tidak mengerjakan banyak mukjizat di situ.
RESI DIBAWAKAN OLEH: Diakon Alexander Pambudi SCJ
Vivat cor Iesu per cor Mariae. Hiduplah Hati kudus Yesus melalui hati Maria.
Sahabat Dehonian yang terkasih, salam jumpa dengan saya, Fr. Alexander Pambudi SCJ, dari komunitas Skolastikat SCJ Yogyakarta, dalam RESI-Renungan Singkat, edisi Kamis, 29 November 2019.
Sahabat Dehonian yang terkasih, Hari-hari ini kita sudah memasuki penghujung tahun liturgi C. Minggu depan kita sudah memasuki tahun liturgi yang baru, yaitu Tahun Liturgi A, dan memasuki masa adven, masa penantian kedatangan Sang Emanuel di hari Natal. Bacaan-bacaan hari ini mengundang kita untuk bertanya kepada diri kita masing-masing-masing tentang kesiapan kita menyambut kedatangan Tuhan. Tentang kesiapan, pertama-tama yang diharapkan dari kita adalah memang kesiapan untuk menyambut kedatangan Sang Emanuel, Yesus Kristus sendiri, pada hari Natal. Tetapi lebih dari itu, kita juga diundang untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan Kristus yang kedua, yaitu pada akhir zaman. Kapan akhir zaman datang? Tidak ada yang tahu. Tentang akhir zaman, di dalam Injil Matius 24:36 Yesus sendiri berkata, “Tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di surga pun tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri”. Iman disertai pertobatan sejati menjadi kunci persiapan menyambut Dia yang akan datang.
Hari ini Yesus mengingatkan kita bahwa langit dan bumi akan berlalu, namun sabda-Nya tidak akan berlalu. Kita yakin dan percaya bahwa sabda Yesus adalah sabda yang hidup, sabda yang membawa kita pada keselamatan. Sabda-sabda-Nya adalah sabda yang membawa kita pada kebaikan, yaitu kebaikan yang menyelamatkan.
Menghadapi akhir jaman, yang tidak seorang pun tahu kapan waktunya, Yesus mengajak kita untuk mempunyai pedoman dan pegangan yang kokoh, yakni sabda-Nya sendiri. Sabda-Nya kita temukan terutama dalam kitab suci. Pertanyaan bagi kita, seberapa kita dekat dengan Kitab Suci? Berapa kali dalam sehari kita membaca Kitab Suci? Mengetahui sabda Yesus berarti mengandaikan kita juga sering membaca Kitab Suci. Bagaimana mungkin kita akan mengerti sabda-Nya jika kita tidak pernah bersentuhan dengan Kitab Suci?
Para Sahabat terakasih, pertobatan tidak datang tiba-tiba, tetapi lahir dari belajar melakukan hal-hal baik, melalui aksi nyata setiap hari. Mari kita juga mulai pertobatan kita dengan hal-hal kecil dalam hidup harian kita, baik di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun dalam hidup bermasyarakt. Kita belajar untuk melakukan kebaikan melalui aksi konkret. Bukan dengan kata-kata, tapi tindakan.
Sahabat Dehonian terkasih, Selamat beraktivitas. Selamat mempersiapkan diri menyambut kedatangan Kristus. Tuhan memberkati.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN
Allah Bapa, Raja mahamulia, berkenanlah menerima roti anggur yang kami sajikan pada peringatan Santo Ignasius dari Loyola. Semoga perayaan kudus ini yang Kaujadikan sumber segala kesucian mengutamakan kami pula dalam kebenaran. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
ANTIFON KOMUNI
Aku datang membawa api ke dunia. Dan betapa hasrat hati-Ku supaya itu bernyala.
DOA PENUTUP
Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia mahaluhur, dengan penuh syukur kami hunjukkan kepadaMu kurban pujian untuk menghormati Santo Ignasius dari Loyola. Bimbinglah kami melalui Ekaristi ini menuju kemuliaanMu di mana kami akan selalu memuji keagunganMu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
Link Audio http://katolikindonesia.com/2020/07/30/jumat-31-juli-2020/
Sumber https://resi.dehonian.or.id/