“Gratia de Spiritu Sancto” (Tentang Rahmat Roh Kudus)
Dalam rangka persiapan perayaan Pentakosta, ada baiknya kita mencoba memahami rahmat Roh Kudus itu.
Saya mencoba memilah tiga fase peran Roh Kudus dalam hidup kita sebagai orang beriman.
- Spiritus Sanctus Spirat
Artinya Roh Kudus adalah Roh yang memberi nafas kehidupan. Roh Kudus itu Sang Pemberi Kehidupan (Life Giver).
Dalam Kej 2:7 kita bisa temukan bagaimana Sang Pencipta menghembusi nafas hidup pada manusia. Anugerah Roh yang pertama dan utama adalah hidup itu sendiri. Kesadaran bahwa kita hidup mempersatukan kita sebagai saudara dalam kemanusiaan. Kita menjadi saudara karena menghirup nafas hidup ysng sama di alam ciptaan.
- Spiritus Sanctus Inspirat
Roh Kudus bukan hanya memberi hidup tetapi juga menuntun dan menerangi hidup kita. Roh Kudus memberi “in-spirasi” bagi kita. Ia hadir dalam kehidupan kita dengan terang tuntunannya.
Apa dan bagaimana Roh Kudus menuntun kita? Roh Kudus menuntun kita untuk hidup selaras dengan Roh Allah, yakni hidup di jalan kebaikan dan kasih. Maka, dimana ada kebaikan dan kasih di sana Roh Kudus hadir.
Bagaimana menuntun kita? Kita dianugerahi akal budi dan suara hati untuk menimbang dan memilih yang baik.
Apa itu yang baik? Saya memahami yang baik dalam tigal level:
2.1. Tidak Berbuat Jahat
Ini level paling minimal, yakni hidup yang tidak melakukan kejahatan apa pun. Artinya, aku tidak merugikan orang lain.
2.2. Aku Berbuat Baik
Ini lebih maju lahi karena secara sadar berbuat baik meskipun masih dengan pamrih supaya orang lain juga membalas kebaikanku. Ini normal atau wajar. Meskipun ada pamrih, perbuatan baik tetaplah baik, hanya masih perlu dimurnikan dan ditingkatkan kerlaan dan keikhlasannya.
2.3. Murah Hati
Level yang ketika lebih maju lagi dalam berbuat bagi. Dalam level ini orang berbuat baik tanpa pamrih, meluap dari hatinya yang tulus. Cirinya: kebaikannya tanpa pandang bulu, dan kebaikannya menjangkau semua orang. Makin universal kebaikannya dampak dan buahnya, makin luhurlah kualitasnya.
Selama kita hidup di dunia, Roh Kudus juga menggerakkan doa-doa kita. Pun ketika kita sedang mengalami kekeringan hidup, Roh Kudus berdoa untuk kita. Roh Kudus tinggal seperasaan dengan kita dengan sabar agar kita bisa tetap setia di jalanNya sampai akhir.
- Spiritus Sanctus Exspirat
Dalam perannya di fase ketiga, Roh Kudus menuntun jiwa keluar dari tubuh kita yang fana (ex-spirat) untuk masuk ke dalam persekutuan dengan Allah Bapa.
Pada saat wafatNya, Yesus di atas kayu salib “exspirat”.
Jadi, dengan lahir dan hidup di dunia ini Roh Kudus telah memberi daya hidup bagi kita. Melalui sakramen baptis Roh Kudus melahirkan kita untuk hidup baru dalam Roh, dimana Roh itu menuntun kita dalam iman akan Yesus Kristus untuk mengenali misteri Alksh Bapa yang mengasihi kita. Hidup baru dalam Roh betarti hidup dalam daya Kasih, karena Allah yang mengasihi kita dinyatakan dalam Kristus PuteraNya. Oleh karena itu, setelah selesai peziarahan hidup di dunia, Roh Kudus menghantar kita ke dalam persekutuan dengan Allah Bapa. Sebab Allah adalah persekutuan Kasih. Misteri Allah Tritunggal adalah misteri persekutuan kasih. Roh Kudus menerangi, dan menuntun kita untuk mengimaninya dan masuk ke dalamnya.
Dengan demikian Roh Kudus pada dasarnya adalah Roh hidup dalam persekutuan kasih.
Selamat menyiapkan Hari Raya Pentakosta
Emye