SEORANG PENOLONG
SEORANG PENOLONG
(Menangkap “Daun-Daun Sabda” Yang Melayang-layang)
Setelah Yesus wafat, para murid seperti “kehilangan induk” bahkan para murid mulai kocar-kacir, seperti kisah-kisah, misalnya: kedua murid di Emaus yang galau dan Tomas yang tidak percaya. Namun janji Yesus itu tetap, “Aku tidak akan meningggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu” (Yoh 14: 18).
Di tengah kegalauan itu, para murid ingat sabda Yesus, “Aku akan minta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, yaitu Roh Kebenaran, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya…” (Yoh 14: 16).
Penolong (helper), pembela (advocate), penasihat(counselor) dan penghibur (comforter) adalah pribadi yang sangat dibutuhkan bagi para murid. Yohanes menggunakan kataparakletos (Bhs. Yunani) yang berarti orang yang dipanggil di samping. Dalam konteks legal-peradilan, parakletos bertugas sebagai advocate. Namun, kata ini lebih memiliki makna berada di samping orang yang sedang berdukacita, seperti yang dihadapi para murid saat itu.
Seorang Penolong yang lain yaitu Roh Kudus akan membantu para murid, pertama-tama dalam menghadapi kesukaran dan penderitaan. Memang para murid telah menyaksikan Kristus dimuliakan dalam Paskah. Tetapi, “Bagaimana dengan keberadaan mereka yang kini sendirian menghadapi realitas dunia?” Mereka bukanlah orang-orang yang terpelajar atau yang menguasai dengan baik kitab Taurat dan kitab para nabi. Namun di dalam penderitaan, para murid mampu bertahan dan malah menjadi kuat.
Kedua, Para murid – atas bantuan parakletos – menjadi berani. Sebelumnya para murid takut dan tidak berani menghadapi situasi politik, sosial, keagamaan dan akhirnya mereka menutup diri. Janji Yesus yang berbunyi, “Aku akan menyertai kamu selama-lamanya” membuat mereka berani dan tidak gentar menghadapi orang-orang Yahudi, misalnya: “Khotbah Petrus” ( Kis 2: 14 – 40;“Khotbah Petrus di Serambi Salomo” (Kis 3: 11 – 26) dan “Petrus dan Yohanes di hadapan Mahkamah Agama” (Kis 4: 1 – 22).
Ketiga, Roh Penolong, Roh Penghibur memampukan kita menghibur orang yang sedang gelisah, “God does not comfort us to make us comfortable, but to make us comforters” – Allah tidak menghibur kita supaya kita merasa nyaman, tetapi supaya kita menjadi penghibur (Bdk. 2 Kor 1: 3 – 6). Apa yang kita alami sebagai kegembiraan, sukacita dan kebahagiaan itu sudah layak dan sepantasnya, kita bagikan kepada orang lain dengan cara menghibur, menolong, membantu dan membela mereka. Pepatah Latin menulis, “Bis dat qui cito dat” – memberi (pertolongan) dengan cepat artinya memberi (pertolongan) dua kali. Memang memberikan pertolongan lebih cepat selalu lebih baik.
“Aku menyertai kamu selama-lamanya” (Yoh 14: 16) memiliki makna Allah yang hendak berbelarasa kepada umat-Nya dalam persekutuan rohani (Bhs. Latin: unio mystica) yang begitu indah.
Jumat, 23 Mei 2014 Rm. Markus Marlon, MSC
Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com