My Lenten Journal 2019 (1) – Kata-Kata
My Lenten Journal 2019 (1) – Kata-Kata
Singapura, 7 Maret 2019
Memulai sesuatu yang berbeda di masa Prapaskah ini…
Merenungkan kembali…
Menuliskannya lagi…
Dari butir-butir yang diungkap Pope Francis…
Saya akan berjalan selama Prapaskah ini bersama-Mu, Yesus…
Butir Pertama dari Puasa Yang Terbaik (Rekomendasi dari Paus Fransiskus)
Puasa mengeluarkan kata-kata yang menyerang dan ubahlah dengan kata-kata yang manis dan lembut.
Lidah (dan juga jari-jari sekarang ini via media sosial)…
Merupakan organ tubuh yang kecil, tetapi ketika dia mengeluarkan kata-kata…
Dia bisa membuat orang lain stress…
Bahkan bisa ‘desperate’ (putus asa) atau depresi…
Betapa pilihan kata-kata menjadi penting…
Ketika kata-kata menjadi sebuah alat untuk menyerang…
Itu bisa mempengaruhi kehidupan orang lain…
Meskipun, perkataan orang lain tidak boleh mengurangi nilai kita di mata-Nya…
Kita pun tak perlu mempercayai 100% perkataan orang yang belum tentu kebenarannya…
Tetapi, marilah kita benahi…
Selama Masa Prapaskah ini terutama dan semoga tetap menjadi kebiasaan baik kita di kemudian harinya.
Tetap berusaha berkata-kata yang baik…
Yang membangun dan bukan menjatuhkan…
Jika harus memberikan kritik, hendaknya berusaha melakukannya di bawah 4 mata dan tak perlu harus ke seluruh dunia…
Memang tidak mudah, mungkin PR seumur hidup…
Namun terus berusaha dan mengupayakan yang terbaik…
Semoga kita ingat dan terus menghidupinya…
Sehingga puasa kita menjadi bermakna…
Bukan lagi sekadar puasa atas makanan atau kesenangan lainnya.
Tetapi puasa mengeluarkan kata-kata yang menyerang.
Semoga kita dimampukan oleh rahmat-Nya.
(-fon-)/ Fonny Jodikin
Hidup dan matidikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
— Efesus 5:4
Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Fonny Jodikin (fjodikin@gmail.com)