MENGGUNAKAN POTENSI SECARA TOTAL
Seorang wiraswasta bekerja dengan baik. Sebenarnya, orang itu mampu menggunakan kemampuannya semaksimal mungkin. Tetapi entah karena apa, dirinya tidak all-out. Setiap tugas tidak dikerjakan secara tuntas. Bahkan, sering bekerja secara setengah-setengah.
Psikolog Amerika – William James (1842 – 1910 ) dalam bukunya yang berjudul, “The Energies of Men” menyebutkan bahwa manusia hanya menggunakan sedikit dari sumber daya mental dan fisik yang ada. Konon, manusia dikabarkan hanya menggunakan 10 % dari kemampuannya. 90 % yang lain masih tersembunyi bagaikan “gunung es”.
Memang benar, jika kita bekerja setengah-setengah, maka kita akan menjadi orang yang tidak jelas. “Bagaimana cara kita memandang pekerjaan, itulah diri kita,” kata seorang motivator. Kemudian, seniman serba bisa, berkebangsaan Italia – Leonardo da Vinci (1452 – 1519) menulis, “robigo est propter….. desuetum sicut otium intellectum corrumpit – seperti besi itu akan berkarat demikian pula halnya kalau nalar tidak dipergunakan, akan berkarat juga.
Penyair Romawi – Manilius (circa 63 seb. M – 14 M) pernah berkata, “Labor ipse voluptas” – kerja itu sendiri merupakan kenikmatan. Itulah sebabnya, Abraham Maslow (1908 – 1971) meneliti orang-orang sehat yang berkarya secara total. Ia pun berkata, “If you plan on being anything less than you are capable of being, you will probably be unhappy all the days of your life” – jika anda membiarkan diri kurang dari apa yang sebenarnya mampu Anda capai, maka Anda akan tidak bahagia seumur hidup.
Selasa, 19 Juni 2018
Markus Marlon
Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon <markus_marlon@yahoo.com>