MENATAP HARI INI
Tataplah hari ini
Karena kemarin adalah mimpi
Dan esok hanyalah bayangan
Tapi hari ini, yang dijalani dengan baik
Membuat setiap hari kemarin
Menjadi impian kebahagiaan
Dan setiap esok hari menjadi bayangan harapan
Karena itu, tataplah hari ini
(Puiai Sansekerta).
Pepatah di atas mengajak kita untuk “carpe diem” – menikmati hari ini atau dalam pepatah Latin, “hic et nunc” – di sini dan kini. Karena waktu yang sungguh-sungguh kita miliki adalah hari ini yang merupakan hadiah atau present dari Tuhan. Maka jangan kita sia-siakan.
Lantas, kita juga pernah mendengarkan sebuah lagu yang bertemakan, “Tomorrow never come” atau nonton film yang berjudul, “Life is beautiful”. Inti dari kisah-kisah itu adalah supaya kita jangan terpaku pada sesuatu hal yang belum terjadi. Maka, benarlah yang dikatakan Pumbaa dalam film yang berjudul, The Lion King, “Kau harus meninggalkan masa lalumu” yang adalah kunci menuju awal baru.
Sekali lagi, marilah kita menatap hari ini bersama Ibu Teresa dari Calcutta (1910 – 1997), “Yesterday is gone, tomorrow has not yet come, we have only today. Let us begin” – kemarin telah berlalu, besok belum tiba saatnya. Kita hanya memiliki hari ini. Marilah kita memulai.
Sabtu, 13 Januari 2018
Markus Marlon
Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon <markus_marlon@yahoo.com>