INDAHNYA TAHUN BARU
Season comes dan goes
Trumpet of the new year blown
White new pages start
We write our dreams over there
His lamp shines unto our way
Musim berganti
Terompet tahun baru
Kita menulis mimpi
Pelita-Nya sinari.
(E, 01012018)
Kita hidup dalam suatu perjalanan yang berubah waktu demi waktu. Ini seperti yang dikatakan filsuf Yunani Kuno, Herakleitos (550 – 475 seb. M), “Perubahan adalah keniscayaan” – “There is nothing permanent except change” – tidak ada yang abadi di dunia ini selain perubahan itu sendiri. Waktu pun bergulir yang ditandai dengan peritiwa “old and new”.
Terompet menandai sebuah awal. Tatkala Mahabaratha dimulai, ada genderang yang ditabuh dan terompet yang ditiup. Bunyinya genderang menandai totalitas untuk melangkah ke depan dengan penuh: sportivitas dan integritas.
Lembaran putih yang dalam filsafat disebut dengan “tabula rasa” – kertas putih melambangkan lembaran kehidupan yang belum kita alami. Memang, “masa depan kita ini masih suci”.
Masa depan kita yang masih bersih itu kita isi dengan impian, harapan-harapan yang baik sehingga menghasilkan sesuatu yang baik dan maksimal.
Yesus pernah bersabda, “Ego sum lux mundi” Akulah terang dunia (Yoh 8: 12). Dan terang itu akan menjadi pelita agar kaki kita tidak terantuk pada batu.
Hari-hari mendatang masih “gelap”. Kadang kita tidak tahu arah jalan mana yang harus kita tuju, seperti kole-kole yang diombang-ambingkan ombak. Meskipun demikian kita tetap harus berani bermimpi.
Rabu, 3 Januari 2018
Markus Marlon
Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon <markus_marlon@yahoo.com>