MANUSIA ITU AMAT BERHARGA
Tatkala membaca mazmur ini, saya amat tergetar:
“What is man that you are mindful of him, the son of man that you care for him” – Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? (Mzm 8: 5).
Ada zaman-zaman bahwa manusia itu menjadi pribadi yang kuat dan mandiri. Tak heranlah ada istilah-istilah filsafat yang mengagungkan manusia, seperti: “anthropocentrism” (manusia menjadi pusat), “sapere aude!” (beranilah untuk berpikir sendiri).
Zaman now, semua serba terbuka. Masyarakat menerima pluribus (keanekaragaman). Mereka berpendapat bahwa setiap orang ada tempatnya di bawah sinar matahari (for everyone there is place under the sun). Mereka juga berkata, “no star is lost” – tidak ada bintang yang hilang. Julius Caesar (100 – 44 seb. M) pernah berkata, “Every man have own star” – masing-masing orang memiliki bintangnya sendiri-sendiri.
Kehidupan manusia itu sungguh amat berharga dan berjuang untuk menjadi mandiri. Itulah sebabnya, ada kata-kata motivasi yang bagus untuk hidup kita, “take your chance or die” – ambil kesempatan atau mati. Ingat, pepatah Inggris, “Opportunity seldom knocks twice” – kesempatan jarang datang dua kali.
“Brevis vita ipsa est” – Hidup memang pendek, peluang pun hanya ada sedikit. Jangan pernah sia-siakan waktu yang berharga dan pendek itu, untuk mengurusi persoalan orang lain.
Rabu, 6 Desember 2017
Markus Marlon
Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon <markus_marlon@yahoo.com>