SURAT KEMATIAN
SURAT KEMATIAN
Ada sebuah kisah kuno yang mungkin berguna untuk mawas diri tentang kematian. Ketika kita lahir, ternyata masing-masing kita sudah dibuatkan sebuah surat kematian oleh malaikat.
Ada yang mendapat surat kilat khusus, jadi dia lahir dan dalam waktu dekat langsung meninggal. Ada yang mendapatkan surat biasa, yaitu surat itu diterima ketika orang sudah dewasa dan akhirnya surat kematian lewat laut. Surat ini tentu lama sampai pada alamatnya, sehingga umur orang itu bisa mencapai usia lanjut.
Surat kematian itu datang secara tidak terduga. Itulah sebabnya, Paulus menyebutnya sebagai pencuri. “For you know very well that the day of the Lord will come like a thief in the night” – karena kamu sendiri tahu benar-benar bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam hari (1 Tes 5: 2). Disebutkan bahwa tiap – tiap yang berjiwa akan mengalami kematian.Kehidupan duniaitu hanyalah kesenangan yang memperdayakan
Kesadaran bahwa kita akan “menerima surat kematian” itu yang menyebabkan kita ingat akan akhir hidup kita. Dan itu sudah dicetuskan oleh Manilius (63 seb. M – 14 M) penyair Romawi yang berkata, “Nascentes morimur, finisque ab origine pendet” – kita yang dilahirkan ini akan mati, sementara akhir hidup kita itu sendiri tergantung dari awalnya. Hidup menjadi hati-hati, “Cave ne cadas” – berhati-hatilah agar tidak jatuh.
Sedangkan, Stephen Covey (1932 – 2012) dalam bukunya yang berjudul, “The Seven Habits of Highly Effective People” memandang bahwa hidup ini memiliki tujuan akhir yaitu kematian. Dalam “Habit” – kebiasaan kedua dikatakan, “Begin from the End” – Mulailah dengan hasil akhir.
Tulisan Covey ini hendak mengatakan bahwa masing-masing kita memiliki impian. Dan salah satu hal yang penting adalah, “Bagaimana nanti upacara kematian kita?” Lantas, “Apa yang akan dikatakan “Master of Ceremony” terhadap kita yang sudah siap dikubur?” dan “Bagaimana “currǐculǔm vitae” – riwayat hidup, yang dibacakan dan didengar para pelayat?”
Oleh karenanya, persiapkan kematian dengan baik, seperti tembang berikut ini :
Sira kabeh manungsa manembah manuhun
Kang Agung ngendika nenggih
Yen sira jalma tan ayun
Kang saweneh ana angling
Besuk ing palastraning ngong
Selasa, 17 Oktober 2017
Markus Marlon
Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon <markus_marlon@yahoo.com>