PELUANG DAN KESEMPATAN
Ada seorang ibu yang complain, “Coba kalau saya diberi kesempatan, pasti akan terlaksana. Yah, Dewi Fortuna sedang berpihak pada orang lain”. Itulah kira-kira sikap orang yang merasa tidak beruntung.
Orang merasa bahwa kesempatan itu datang seperti keberuntungan saja, selayaknya “gambling”. Padahal Louis Pasteur (1822 – 1896) ilmuwan Prancis, berkata bahwa peluang hanya suka pada pikiran yang siap.
Itulah sebabnya ada pepatah Inggris, “opportunity knocks, but once” – kesempatan mengetuk hanya satu kali saja. Seandainya ada lowongan pekerjaan dan ini kesempatan baik, maka langsung saja terima.
Iya betul, selagi ada kesempatan untuk sesuatu yang baik, “Terimalah dengan suka cita”. Ini seperti yang dikatakan Kahlil Gibran (1883 – 1930), “Ia yang berusaha memanfaatkan peluang setelah lewat adalah seperti yang melihatnya mendekat tapi tidak mau menyambutnya.” Karena tidak mau – tentu saja – peluang dan kesempatan itu pun terbang entah kemana.
Kita jangan takut jika ada peluang datang. Bahkan bisa jadi, kesempatan itu muncul seperti “sesuatu yang berat”. Dan hal ini malah memurnikan tujuan hidup kita. Vergilius (70 seb. M – 19 M) pun berkata, “Audentes fortuna iuvat” – Keberuntungan akan membantu mereka yang gagah berani.
Napoleon Bonaparte (1769 – 1821) kaisar Prancis berkata, “Opportunity often comes in the form of misfortune or tempororary defeat”.- peluang biasanya datang dalam bentuk nasib buruk atau kekalahan sementara.
Sekali lagi saya katakan, “Jangan sia-siakan kesempatan”.
Minggu, 8 Oktober 2017
Markus Marlon
Sumber KatolikIndonesia@yahoogroups.com penulis Markus Marlon <markus_marlon@yahoo.com>