Senin, 02 November 2026
Sabda Kehidupan
Senin 02 November 2026
Pengenangan Semua Arwah Orang Beriman
Yohanes 6:39 (Yoh 6:37-40)
”Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.”
Doa Dan Cinta Kita Bagi Orang Yang Sudah Meninggal
Allah Bapa menghendaki agar tak ada satupun putra putriNya yang tersesat dan hilang. Dalam Yesus, Allah menganugerahkan keselamatan kekal bagi yang percaya kepadaNya.
Namun keselamatan bukanlah sesuatu yang otomatis, serta merta, dan langsung jadi. Rahmat Allah harus disertai upaya dan perjuangan dari pihak orang beriman.
Firman Tuhan berkata, “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” (Yak 2:17).
Keselamatan mesti diperjuangkan. Oleh karena itu Yesus meminta kita menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Dia. Yesus bersabda, “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” (Mat 7:13-14). “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!” (Luk 13:24a).
Harus kita akui bahwa banyak yang berhasil melewati pintu yang sesak itu karena kepenuhan iman dan kasihnya akan Allah. Namun begitu banyak yang pada saat meninggal dunia belum bisa melewati pintu yang sesak itu karena beban dosa semasa hidupnya. Mereka belum sempat menyesali semuanya dan bertobat, padahal saatnya sudah selesai.
Sementara itu, Alkitab berkata, “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang boleh berdiri di tempatNya yang kudus.” (Mzm 24:3-4).
Untuk itulah kita diminta untuk mendoakan mereka yang telah meninggal agar oleh kerahiman Allah, dosa mereka dapat diampuni, dan mereka dapat memasuki gerbang surgawi.
Orang yang telah meninggal tak dapat lagi berdoa bagi dirinya. Kita yang masih hidup yang diberi waktu oleh Tuhan untuk mendoakan mereka. (Yes 38:18).
Sebut dalam doa, bawa dalam Ekaristi nama anggota keluarga kita yang sudah meninggal. Secara khusus pada hari wafatnya. Doakan dia/mereka.
Kematian tak dapat memisahkan kita dari cinta Kristus (Roma 8:3829). Doa kita adalah tanda iman dan cinta untuk mereka yang sudah meninggal. Doa dan cinta menembus ruang dan waktu.
Mari kita doakan selalu doa yang diajarkan Bunda Maria kepada 3 anak gembala di Fatima, Lucia-Francesco-Jacinta di Fatima:
”Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, selamatkanlah kami dari api neraka, dan hantarkanlah jiwa-jiwa ke dalam Surga, terutama mereka yang sangat membutuhkan kerahimanMu. Amin.”
’Semoga jiwa-jiwa orang beriman beristirahat dalam ketenteraman karena kerahiman Tuhan. Amin’.❤️
Ps Revi Tanod Pr
ℍ
Senin 2 November 2026, Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman
Bacaan: 2Mak. 12:43-46; Mzm. 130:1-2,3-4,5-6a,6-7,8; 1Kor. 15:20-24a.25-28; Yoh. 6:37-40.
“Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.” (Yoh 6: 38 – 40).
Kemarin, 1 November, kita rayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Dan hari ini kita rayakan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman. Sudah sejak awal Gereja, komunitas Kristen mengenangkan umat beriman yang telah meninggal. Perayaan itu menjadi bagian integral dari komunitas, khususnya dalam komunitas-komunitas religius. Pada abad ke-10, para pertapa di Biara Cluny mulai dengan pengenangan umat beriman yang sudah meninggal tersebut dengan Perayaan Ekaristi pada tanggal 2 November. Perayaan tersebut kemudian mulai dirayakan di pelbagai tempat lain hingga pada abad ke-13 ditetapkan bahwa pengenangan arwah semua orang beriman dirayakan di seluruh Gereja.
Saat kita merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus, kita yang masih berziarah di dunia (Gereja yang masih berziarah) merayakan kesatuan dengan para kudus yang telah mulia dalam surga (Gereja yang menang). Hari ini kita merayakan kesatuan kita dengan mereka yang masih di Api Penyucian, penderitaan sementara bagi jiwa-jiwa mereka yang telah meninggal, tetapi belum penuh bersatu dengan Tuhan dalam kemuliaan surga (Gereja yang menderita). Api penyucian merupakan tempat pemurnian jiwa-jiwa yang sedang menuju surga. Mereka sebenarnya pantas untuk masuk surga, membutuhkan pemurnian terlebih dahulu sebelum siap masuk surga sebab menurut wahyu 21: 27, “tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis (tidak bersih)”
Dan juga Gereja mengajarkan bahwa jiwa-jiwa orang benar yang telah meninggal dunia tetapi mempunyai dosa ringan tetap untuk sementara waktu berada di api penyucian, di mana mereka menderita hukuman yang mungkin disebabkan oleh pelanggaran mereka. Bahkan jika pengampunan telah diperoleh atas dosa-dosa tersebut, pelunasan harus diberikan kepada Tuhan, Pencipta kita, di dunia ini atau di akhirat; karena kesucian-Nya telah dihina oleh keinginan pribadi manusia. Ini adalah dogma iman kita bahwa jiwa-jiwa yang menderita dibebaskan dengan perantaraan para kudus di surga dan dengan doa-doa umat beriman di bumi ini. Karena itu, mendoakan orang yang telah meninggal merupakan tindakan amal dan kesalehan. Kita membaca di dalam Kitab Suci: “Mendoakan orang mati adalah pikiran yang mursid dan saleh” agar mereka dilepaskan dari dosa-dosa mereka, (2Mak 12:46). Ini adalah kabar baik bagi kita karena Tuhan tidak meninggalkan jiwa saudara-saudari kita yang telah meninggal dalam iman bahkan ketika mereka tidak memenuhi cita-cita kesempurnaan Kristen.
Peringatan Arwah Semua Orang Beriman ini adalah hari yang sangat penting dan istimewa. Hari ini kita berdoa dengan sungguh-sungguh untuk semua orang beriman yang telah meninggal, terutama untuk anggota keluarga kita sendiri, berdoa untuk mereka yang telah meninggal tetapi yang menjalani kehidupan dengan semua kerapuhan manusiawi. Kita tahu bahwa satu-satunya cara kita untuk membantu mereka adalah melalui doa-doa kita sehingga, setelah disucikan dari dosa-dosa mereka, mereka dapat mencapai istirahat kekal dan menikmati hadirat Tuhan.
Allah mengasihi kita. Karena kasih-Nya itu Ia menghendaki “supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada Kristus jangan ada yang hilang, tetapi supaya dibangkitkan pada akhir zaman,” (Yoh 6: 39). Kita tahu bahwa kasih kita kepada Allah tidak sempurna. Maka kita saling mendoakan agar kelak kita boleh bersatu dengan-Nya dan dengan saudara-saudara yang telah meninggal dan telah berbahagia bersama-Nya.
Dalam rangka Pengenangan arwah semua orang beriman (2 November), setiap orang Katolik memperoleh indulgensi penuh bagi orang yang sudah meninggal. Caranya: mengunjungi makam atau mendoakan arwah dari tanggal 1 – 8 November. Indulgensi artinya kelunakan hati, kelembutan hati, kemurahan hati, pengampunan dan pembebasan. Indulgensi itu akan dikaruniakan Tuhan kepada saudara-saudara kita yang didoakan. Namun jika ternyata mereka yang kita doakan itu sudah naik surga, maka rahmat tersebut akan dilimpahkan kepada kita.
Allah sumber kehidupan, kami bersyukur kepada-Mu atas jaminan bahwa orang mati ada di tangan-Mu dan bahwa kami dipanggil dan ditakdirkan untuk hidup kekal oleh karena Putera-Mu Yesus yang telah bangkit. Janganlah biarkan hati kami gelisah, tetapi persatukanlah kami kembali suatu hari nanti dengan mereka yang telah kami kenal dan kasihi. Pimpinlah kami semua kepada-Mu melalui Dia yang adalah jalan, kebenaran dan hidup kami. Amin.
Mari kita saling mendoakan. ⒿⓁⓊ! ❤️
[♡.]
RP Joni Astanto MSC
