Perwakilan Federasi Protestan Lutheran Temui Paus Leo XIV di Vatikan, Suarakan Persekutuan
Perwakilan Federasi Protestan Lutheran Temui Paus Leo XIV di Vatikan, Suarakan Persekutuan
Ada apa? Perwakilan Federasi Lutheran Sedunia (LWF) temui Paus Leo XIV di Vatikan, Kamis (1/10/2026). Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Presiden LWF, Pendeta Henrik Stubkjær, didampingi Sekretaris Jenderal LWF Pendeta Dr Anne Burghardt, dan para Wakil Presiden LWF serta beberapa staf federasi.
Paus Leo XIV kemudian menyambut mereka dengan hangat penuh persaudaraan.
Ternyata tujuan mereka datang ke Vatikan adalah dalam rangka menyampaikan kepada Paus Leo XIV bahwa Lutheran akan merayakan peringatan 500 tahun Pengakuan Iman Augsburg (Confessio Augustana) pada tahun 2030.
Dalam pertemuan ini, Paus menyampaikan pidato penyambutan. Paus mengungkapkan apresiasinya atas hubungan Lutheran dan Gereja Katolik yang telah semakin matang secara spiritual dan teologis selama beberapa dekade terakhir.
Paus kemudian menyoroti dialog internasional yang sedang berlangsung antara Lutheran dan Gereja Katolik, yang telah mencapai fase keenamnya. Paus Leo mengenang ajakan almarhum Paus Fransiskus pada tahun 2021 terkait ekumenisme, yang menurutnya memurnikan kenangan dan mengatasi sikap-sikap yang kaku.
“Ekumenisme bukanlah latihan diplomasi gerejawi, melainkan perjalanan kasih karunia,” katanya. “Hal ini tidak bergantung pada negosiasi dan kesepakatan manusia, melainkan pada kasih karunia Allah.” Paus Leo mendorong umat Katolik dan Lutheran untuk terus menempuh perjalanan tersebut.
“Persekutuan yang diperbarui dalam iman apostolik, dalam sakramen-sakramen, dan dalam pelayanan adalah tujuan dari perjalanan ekumenis kasih karunia kita, yang kita tempuh bersama dipandu oleh Injil,” katanya.
Paus mencatat bahwa pada tahun 2030 akan menandai peringatan ke-500 Pengakuan Iman Augsburg atau Confessio Augustana, dengan mengatakan bahwa peristiwa yang dulu menjadi momen pemecah belah kini seharusnya menjadi kesempatan untuk “pengalaman ekumenis yang mendalam” yang membawa umat Kristiani lebih dekat kepada persatuan yang penuh dan nyata.
Bapa Paus Leo XIV mengenang kata-kata Paus St. Yohanes Paulus II mengenai Pengakuan Iman Augsburg, dengan menyatakan bahwa niat para penulisnya adalah untuk bersaksi tentang “iman mereka kepada Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik.” Yang semula dimaksudkan sebagai dokumen rekonsiliasi di dalam Gereja, Confessio Augustana kemudian dipahami sebagai “teks yang memicu perpecahan pengakuan iman.”
Pada abad ke-16 terjadi gerakan protestantisme yang dipelopori antara lain oleh Martin Luther. Philip Melanchthon, rekan dekat Luther, menyusun Confessio Augustana sebagai pengakuan iman Lutheran. Dokumen ini disusun pada tahun 1530 dan dipresentasikan di hadapan Kaisar Romawi Suci bernama Karl V dalam Diet Augsburg.
Confessio Augustana merupakan pernyataan iman Lutheran tahun 1530 yang menjelaskan apa yang dipercayai dan diajarkan oleh para Lutheran, terutama mengenai Injil, sola fide atau pembenaran hanya oleh iman, sakramen, Gereja, dan kehidupan Kristen.
Jadi, Confessio Augustana ini sebenarnya semacam Syahadat Iman atau Credonya komunitas Lutheran.
Kunjungan perwakilan Federasi Lutheran Sedunia ini bertepatan pada 1 Oktobr, awal Bulan Rosario. Santa Maria menjadi teladan iman bagi kita. Ia setia dan taat. Santa Maria selalu mengajak kita memusatkan perhatian pada Kristus.
Di hadapan perwakilan Federasi Lutheran Sedunia, Paus Leo mengundang semua umat Kristiani, terutama para teolog, untuk memusatkan pikiran dan hati mereka pada Kristus, seiring Gereja-Gereja Lutheran menatap peringatan 500 tahun Confessio Augsburg tersebut pada tahun 2030.
Paus Leo menyatakan: “Marilah kita kembali, dengan pengabdian yang mendalam, kepada akar bersama kita, kepada iman Gereja perdana dan Bapa-bapa Gereja, guna menemukan kembali warisan apostolik dan pra-konfesional yang sungguh-sungguh mempersatukan kita sebagai saudara dan saudari dalam Kristus.”
Sebagai penutup, Paus Leo XIV mengatakan bahwa Kristus tidak boleh menjadi “kata asing” di dunia kita, dan mengajak umat Lutheran dan Katolik untuk berbagi tugas misionaris bersama dalam memberitakan Injil.
“Dunia kita membutuhkan saksi-saksi ekumenis bagi Kristus yang memperkenalkannya melalui kehidupan dan tindakan mereka,” kata Paus, “karena hanya Yesus Kristus sumber kehidupan yang mampu memenuhi kerinduan terdalam umat manusia.”
Sekretaris Jenderal LWF, Pendeta Anne Burghardt mengatakan bahwa kunjungan mereka saat ini rasanya benar-benar seperti berkunjung ke saudara-saudari seiman dalam Kristus. Ia berharap bahwa Lutheran dapat terus melanjutkan perjalanan persekutuan dengan Gereja Katolik, kendati dulu pernah bersitegang karena konflik.**
#katekesekatolik
#ecumenism
#popeleoxiv
#catholic
#lutheran
Sumber Romo Postinus Gulö, OSC
