Rabu, 16 September 2026
Sabda Kehidupan
Rabu 16 September 2026
Peringatan St Kornelius dan Siprianus
Lukas 7:33-35 (Luk 7:31-35)
”Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”
Hiduplah Dalam Hikmat Allah. Kita Tidak Bisa Menyenangkan Semua Orang
Adalah sebuah kisah klasik tentang seorang ayah dan anaknya dengan seekor keledai milik mereka.
Di awal perjalanan, sang anak menaiki keledai sementara ayahnya menuntun di jalan. Orang-orang sekitar yang melihatnya mencibir dan menegur si anak yang katanya tidak tahu sopan santun karena dia enakan duduk di atas keledai dan membiarkan ayahnya yang tua berjalan kaki.
Mendengar komentar itu, posisi mereka bertukar. Si ayah naik ke keledai dan anaknya yang berjalan kaki. Orang-orang yang melihatny kemudian berkomentar bahwa sang ayah egois serta tidak punya belas kasihan pada anaknya.
Mendengar kritikan itu mereka kemudian memutuskan naik ke keledai bersama-sama. Orang-orang kembali mencela dan menyebut mereka kejam karena membebani keledai kecil tersebut dengan dua orang sekaligus.
Akhirnya mereka turun dan menuntun keledai bersama tanpa ada yang menaikinya. Lagi-lagi, orang-orang mencemooh mereka bodoh karena punya keledai tapi tidak dimanfaatkan.
Dalam Injil hari ini, Yesus mencela sikap dan cara pandang orang Farisi dan Ahli Taurat, yang selalu mencari kesalahan orang lain, merasa benar sendiri, dan menolak cara hidup orang lain yang tidak sejalan dengan mereka.
Demikianlah yang mereka lakukan terhadap Yohanes Pembaptis maupun terhadap Yesus. Keduanya mereka tolak. Yohanes dituduh kerasukan setan karena ia tidak makan roti dan minum anggur, sementara Yesus mereka tuduh pelahap dan pemabuk, karena Ia makan dan minum bersama para pendosa.
Yesus dengan bagus memberikan kita prinsip hidup dengan berpegang pada hikmat Allah dan bukan sekedar tergantung penilaian orang lain, apa yang mesti kita lalukan.
Kita tidak dapat menyenangkan semua orang. Selalu ada saja kritik dan pikiran negatif atas apa yang kita lakukan.
Berpeganglah pada prinsip utama yakni hikmat kebenaran Allah. Dikatakan dalam Amsal 9:10, “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.”
Takutlah akan Tuhan dan jadilah pencari dan pelaku kebenaran sejati, dengan mengenal kehendak Tuhan dan hidup seturut perintah Tuhan.
Selamat hari Rabu. Hikmat dan kebijkasanaan Tuhan kiranya menyertai kita🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr
