Kamis, 27 Agustus 2026
Sabda Kehidupan
Kamis 27 Agustus 2026
Peringatan St Monika
Mat 24:46 (Mat 24:42-51)
”Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.”
Berbahagia Karena Setia
Yesus menyebut berbahagia orang yang rajin dan setia dalam bekerja menjalankan perintah Tuhan. Ia bekerja bukan karena ada yang mengawasi, atau karena disaksikan orang lain, melainkan karena komitmen yang kuat dari dalam diri untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, penuh tanggungjawab, terus berikhtiar melakukan yang terbaik, tidak menyerah pada keinginan diri untuk mencari gampang dan bermalas-malasan.
Bila kita melakukan suatu pekerjaan karena disuruh mengerjakannya, tentu sangat berbeda semangatnya ketika kita melakukan tugas karena komitmen. Komitmen adalah janji kita kepada diri sendiri untuk mengambil tanggungjawab, dan dengan sebulat hati melakukannya.
Kita bahagia bukan lagi karena kebahagiaan itu datang dari luar diri, tapi dari kedalaman hati untuk menjalani hidup yang penuh bakti dan tulus setia memberi diri.
Sekalipun kita mengalami pelbagai macam hal negatif dari luar diri, tak ada seorangpun yang dapat mengambil kebahagiaan kita.
Semoga kita semua termasuk dalam kelompok hamba yang setia. Tetap rajin bekerja dan berdoa, apapun situasi kehidupan yang kita hadapi.
Teladan St Monika, Ibu dari St Agustinus yang kita peringati hari ini, kiranya memberi kita inspirasi untuk tetap setia berdoa dan tak henti mencintai dengan sepenuh hati.
St Monika berasal dari Tagaste, Afrika Utara, di abad ke 4. Ia menikah dengan Patrisius, seorang pemuda kafir yang mudah naik darah dan pemabuk. Monika tetap sabar dan lembut hati.
Kesetiaannya dalam doa dan kesabarannya membuat suami dan ibu mertuanya bertobat dan dibaptis.
Demikian juga anaknya Agustinus, yang telah jauh tersesat dan menyimpang oleh pergaulan bebas, akhirnya bertobat dan menjadi imam, lalu menjadi Uskup di Hippo, Afrika Utara.
”St Monika, doakanlah kami dari surga agar tetap menjadi hamba yang setia mengikuti Kristus Tuhan kami, dan melalukan tanggungjawab kami dengan giat dan rajin. Amin”
Selamat hari Kamis. Berbahagialah kita semua yang terus berjaga dan selalu siap sedia melayani Tuhan.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 27 Agt 2026
Kamis Pekan Biasa XXI
PW S. Monika
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Mat 24:42a.44
Bacaan Injil: Mat 24:42-51
************
Bait Pengantar Injil
Mat 24:42a.44
Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah,
sebab kalian tidak tahu bilamana Anak Manusia datang.
Bacaan Injil
Mat 24:42-51
Hendaknya kalian selalu siap siaga.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
“Berjaga-jagalah,
sebab kalian tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Tetapi ketahuilah ini:
Jika tuan rumah tahu
pada waktu mana pencuri datang waktu malam,
pastilah ia berjaga-jaga dan tidak membiarkan rumahnya dibongkar.
Sebab itu hendaklah kalian selalu siap siaga,
sebab Anak Manusia datang pada saat yang tidak kalian duga.”
Siapakah hamba yang setia dan bijaksana,
yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya
untuk memberi makan kepada mereka pada waktunya?
Berbahagialah hamba,
yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya itu,
ketika tuannya datang.
Aku berkata kepadamu:
Sungguh, tuan itu akan mengangkat dia
menjadi pengawas segala miliknya.
Akan tetapi jika hamba itu jahat, dan berkata di dalam hatinya,
‘Tuanku tidak datang-datang,’
lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain,
dan makan minum bersama para pemabuk,
maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak ia sangka,
dan pada saat yang tidak ia ketahui.
Maka hamba itu akan dibunuhnya
dan dibuatnya senasib dengan orang-orang munafik.
Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi.”
Demikianlan sabda Tuhan.
************
Injil hari ini berbicara tentang kewaspadaan atau berjaga-jaga karena kita tidak tahu pada hari mana Tuhan datang. Berjaga-jaga dalam bahasa Yunani dalam Mat 24: 42 adalah γρηγορεῖτε (grēgoreite) yang secara harafiah berarti, “keep awake!” atau “tetap terjaga”. Ini bukan sesuatu tindakan pasif, berhenti dari semua aktivitas yang biasa kemudian hanya berkonsentrasi menantikan yang akan datang. Berjaga-jaga berarti waspada dalam aktivitas yang biasa. Itu berarti berjaga dan menanti secara aktif kedatangan Tuhan. Menanti bukan berarti tidak buat apa-apa, melainkan tetap bertekun memaknai hidup yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Untuk menerangkan hal itu Yesus memberikan perumpamaan tentang hamba yang setia dan yang tidak setia.
Seorang hamba dikatakan berbahagia bila melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Hamba yang baik ialah pelayan yang selalu siap sedia menunaikan tugasnya bukan karena takut akan kemarahan tuannya, bukan karena ingin mendapatkan pujian, bukan asal bapak senang (ABS), melainkan karena sungguh bertanggungjawab.
Marilah kita secara rohani tetap berjaga sehingga kita dapat mengetahui betapa singkatnya kehidupan ini yang dapat berakhir setiap saat. Jangan menunda untuk bertobat, jangan menunda untuk berbuat baik. Mari bertekun melaksanakan kewajiban Kristiani kita. Tuhan akan membantu kita tetap teguh dan tanpa cela karena Tuhan telah memanggil kita untuk melayani dengan cinta dan Dia akan membantu kita untuk setia.
Hari ini kita peringati Sta Monika, ibunda dari St. Agustinus. Sebagai seorang Kristen yang teguh imannya, Monika menikah dengan seorang suami yang mudah marah dan suka berselingkuh. Ketekunannya menghasilkan buah. Ia berhasil membimbing suaminya dan ibu mertuanya untuk memeluk agama Kristen. Putranya, Agustinus, adalah seorang pengikut sekte Manikean, dan perilaku moralnya menimbulkan banyak kekhawatiran dan rasa malu bagi Monika. Namun, sekali lagi kesabaran dan ketekunannya menghasilkan buah. Ia akhirnya berhasil membawa putranya kepada iman melalui doa dan silih dosanya – dan betapa luar biasanya Augustinus kelak bukan hanya menjadi seorang Kristen! Air mata ibunya telah menghidupkannya kembali dalam Kristus. Dengan demikian, ia adalah ibu baginya dalam dua arti: melahirkannya secara biologis dan melahirkannya kembali dalam Kristus. Kesetiaan dan ketekunannya membawa suami, mertua dan anaknya kepada Kristus merupakan kesiapsediaan dalam arti yang sesungguhnya. Pengalaman Sta Monika juga merupakan pengalaman banyak perempuan lainnya – cobaan dalam pernikahan, kekhawatiran akan anak-anak yang sulit, hidup dalam keyakinan yang berbeda. Namun, ia tahu bahwa iman kepada Kristus membuat segalanya menjadi mungkin.
Tuhan, semoga kami senantiasa berjaga, tekun dan setia menghidupi iman dan berusaha membawa sesama kepada-Mu. Amin.
Selamat beraktivitas. Semoga kita selalu berjaga-jaga dan siap sedia. ⒿⓁⓊ! ❤️
[♡.]
RP Joni Astanto MSC
