Rabu, 19 Agustus 2026
Sabda Kehidupan
Rabu 19 Agustus 2026
Matius 20:11-13 (Mat 20:1-16a)
Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
Bersukacita Bila Semua Orang Beroleh Kemurahan Tuhan
Sering kita menuduh Tuhan tidak adil. Mengapa saya yang sudah bekerja sekian lama untuk Tuhan, aktif di gereja, berusaha taat pada perintah Tuhan, justru lebih susah hidupnya dari mereka yang tidak peduli dengan imannya dan hidup seenaknya saja?
Inilah masalahnya bila kita membandingkan berkat yang kita terima dengan orang lain, dan mengukur berkat Tuhan dari jasa yang kita berikan.
Yesus mengingatkan kita semua bahwa dalam hal upah keselamatan, kemurahan hati Allah tidaklah ditentukan oleh jasa manusia. Keselamatan bukan ditentukan oleh lamanya kita bekerja atau berat ringannya pekerjaan kita.
Bila kita telah lama mengikuti Kristus dan melayani Tuhan, tidaklah perlu membandingkan diri dengan orang yang baru mengenal Kristus. Tidak perlu merasa lebih berjasa dan karena itu harus mendapatkan penghargaan lebih.
Mari bersyukur karena kita semua diselamatkan Tuhan. Betapa bahagianya kita bila pada akhirnya semua orang bisa mengalami kemurahan hati Allah dan bersama-sama masuk dalam Rumah Bapa. Entah sudah lama mengimani Yesus atau baru saja bertobat. Ingatlah kisah si penjahat yang bertobat pada saat akhir hidupnya dan diselamatkan Yesus.
Namun jangan berkata, kalau begitu saya ingin menjadi seperti si penjahat. Bertobat nanti saat akhir! Kalau kita dapat mengalami sukacita karena mendapatkan kemurahan hati Allah Bapa, kita diampuni dan dipulihkan kembali, diberkati dan mengalami kepenuhan cinta Tuhan, mengapa mesti menunggu saat akhir?
Alamilah sukacita setiap hari karena pengenalan kita akan Yesus. Teruslah bertumbuh dalam kasih karuniaNya. Giatlah terus bekerja di kebun anggur Tuhan, ajaklah sebanyak mungkin orang mengalami kasih Yesus. Teruslah menambah jumlah orang yang percaya. Semakin banyak orang selamat, semakin besar sukacita kita. Dan janganlah menghitung-hitung jasa kita.
Selamat hari baru. Tetap semangat bekerja di ladang Tuhan, jangan lupa bersyukur dan bahagia.❤️
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 19 Agt 2026
Rabu Pekan Biasa XX
PF S. Yohanes Eudes, Imam
Warna Liturgi: Hijau
Bait Pengantar Injil: Ibr 4:12
Bacaan Injil: Mat 20:1-16a
*************
Bait Pengantar Injil
Ibr 4:12
Sabda Allah hidup dan penuh daya,
menguji pikiran dan segala maksud hati.
Bacaan Injil
Mat 20:1-16a
Iri hatikah engkau karena aku murah hati?
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa
Yesus mengemukakan perumpamaan berikut
kepada murid-murid-Nya,
“Hal Kerajaan Surga itu seperti seorang tuan rumah
yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja
untuk kebun anggurnya.
Setelah sepakat dengan para pekerja mengenai upah sedinar sehari,
ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula,
dan dilihatnya ada orang-orang lain menganggur di pasar.
Katanya kepada mereka,
“Pergi jugalah kalian ke kebun anggurku,
dan aku akan memberimu apa yang pantas.”
Dan mereka pun pergi.
Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga sore ia keluar pula,
dan berbuat seperti tadi.
Kira-kira pukul lima sore ia keluar lagi
dan mendapati orang-orang lain pula;
lalu katanya kepada mereka,
‘Mengapa kalian menganggur saja di sini sepanjang hari?’
Jawab mereka, “Tidak ada orang yang mengupah kami.’
Kata orang itu, ‘Pergilah kalian juga ke kebun anggurku.’
Ketika hari sudah malam berkatalah tuan itu kepada mandornya,
‘Panggillah sekalian pekerja dan bayarlah upahnya,
mulai dari yang masuk terakhir
sampai kepada yang masuk terdahulu.
Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima sore,
dan mereka masing-masing menerima satu dinar.
Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu.
Mereka mengira akan mendapat lebih besar.
Tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga.
Ketika menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya,
‘Mereka yang masuk paling akhir ini hanya bekerja satu jam,
dan engkau menyamakan mereka dengan kami
yang sehari suntuk bekerja berat
dan menanggung panas terik matahari.
Tetapi tuan itu menjawab salah seorang dari mereka,
‘Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadapmu.
Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
Ambillah bagianmu dan pergilah.
Aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku
menurut kehendak hatiku?
Atau iri hatikah engkau karena aku murah hati?’
Demikianlah yang terakhir menjadi yang terdahulu
dan yang terdahulu menjadi yang terakhir.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
Beberapa perumpamaan Yesus cukup mengejutkan, seperti yang ada dalam Injil hari ini. Jika seorang majikan saat ini melakukan apa yang dilakukan oleh pemilik kebun anggur itu, maka akan menimbulkan keributan dari serikat pekerja dan pemogokan hebat akan terjadi.
Banyak orang menganggap kisah ini aneh karena memberikan gambaran tentang Tuhan yang tampaknya tidak adil. Ada seorang novelis Katolik Prancis, Francois Mauriac, yang menulis beberapa novel di mana tokoh-tokohnya mengalami pertobatan di saat-saat terakhir, terkadang hanya pada saat menjelang ajal, dan kemudian masuk surga setelah hidup dalam dosa dan kejahatan. “Tidak adil!” teriak banyak orang. Tapi ingatkah anda penjahat yang disalibkan bersama Yesus dan meminta pengampunan-Nya? Yesus berjanji kepadanya beberapa saat sebelum kematiannya, “Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”
Orang-orang berdosa yang bertobat di akhir hidup mereka menerima anugerah yang sama dengan orang-orang Kristen yang baik yang berjuang seumur hidup mereka untuk menaati perintah-perintah Allah dan menjalani hidup yang berkenan di hadapan Allah. Apakah itu adil?
Menurut standar kita, Allah nampak tidak adil. Tetapi Allah tidak hanya bertindak adil semata. Allah adalah KASIH yang murni, dan kasih yang murni melampaui keadilan. Kasih itu luar biasa, tidak masuk akal. Itulah sebabnya keadilan manusia tidak dapat memahami alasan-alasan kasih.
Perumpamaan ini juga berbicara tentang kemurahan hati Allah. Para pekerja tidak melakukan pekerjaan yang sama tetapi mereka menerima upah yang sama. Ada dua pelajaran besar di sini. Yang penting bukanlah jumlah pelayanan yang diberikan, tetapi kasih yang diberikan. Tuhan tidak melihat jumlah pelayanan kita. Selama kita memberikan apa yang kita miliki, semua pelayanan memiliki nilai yang sama di hadapan Allah.
Pelajaran lainnya, Kita tidak bisa menganggap apa yang Allah berikan kepada kita sebagai balas jasa kita. Apa yang Allah berikan datang dari kebaikan hati-Nya, apa yang Ia berikan bukanlah bayaran, tetapi pemberian, bukan pahala, tetapi anugerah.
Tuhan, terima kasih karena Engkau telah mengingatkan aku bahwa kasih-Mu seluas samudera dan belas kasihan-Mu tidak terbatas. Semua itu tidak hanya berlaku untukku, tetapi juga untuk semua, bahkan bagi orang-orang berdosa. Semoga aku juga murah hati seperti Engkau.
Selamat beraktivitas. Semoga kita semakin murah hati seperti Bapa. ⒿⓁⓊ! ❤️
[♡.]
RP Joni Astanto MSC