Selasa, 04 Agustus 2026
Sabda Kehidupan
Selasa 04 Agustus 2026
Peringatan St Yohanes Maria Vianney
Matius 15:10-11 (Mat 15:1,2, 10-14)
”Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka: “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”
Menjaga Hati Tetap Bersih
Inti kesejatian manusia ada dalam hatinya, di mana kebaikan dan kejahatan bersarang di dalamnya. Dari sana datang kasih sayang tapi juga kebencian dan iri hati.
Dalam Amsal 27:19 dikatakan, “Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.”
Hari ini Yesus mengajak kita untuk menjaga hati tetap murni, pikiran tetap bersih, dan sikap kita tetap penuh kasih. Orang bisa mencerca, menghina, melecehkan serta merendahkan kita. Semuanya itu, yang datang dari luar, tak akan merusak martabat kita sebagai citra Allah.
Tapi jangan sampai kita yang melakukannya bagi orang lain. Apalagi dengan alasan orang lain telah lebih dahulu melakukannya bagi kita. Mari menjaga hati tetap murni dan penuh syukur, pikiran tetap positip dan bersih dengan cara “menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” seperti nasehat Paulus dalam Filipi 2:5.
Sebelum kata terucap dan tindakan diambil, mari mengambil waktu sejenak untuk bertanya dalam hati, “apa yang Yesus pikirkan, apa yang akan Ia katakan atau apa yang akan Yesus lakukan bila Ia mengalami situasi seperti yang aku alami?” Di jalan salibNya, Yesus telah mengalami semua hinaan dan cercaan. Ia berjalan terus menyelesaikan misiNya, mencintai kita sehabis-habisnya.
Masuklah ke dalam hati berjumpa dengan Yesus. KepadaNya kita berdoa, “Ya Yesus terangilah aku dengan Roh KudusMu. Murnikanlah hati dan pikiranku. Biarlah kata-kataku terucap dengan cinta saat menyampaikan kebenaran, dan kebaikan yang kulakukan, biarlah datang dari hati yang tulus untuk mengasihi.
Jadikanlah hatiku seperti hatiMu. Amin.”
*St Yohanes Maria Vianney, doakanlah kami dari surga.”
Selamat hari Selasa. Biarlah dari mulut kita terucap kata-kata berkat bagi sesama.🙏❤️😇
Ps Revi Tanod Pr
Kalender Liturgi 04 Agt 2026
Selasa Pekan Biasa XVIII
PW S. Yohanes Maria Vianney, Imam
Warna Liturgi: Putih
Bait Pengantar Injil: Yoh 1:49b
Bacaan Injil: Mat 15:1-2.10-14
*************
Bait Pengantar Injil
Yoh 1:49b
Rabi, Engkau Anak Allah,
Engkaulah raja Israel.
Bacaan Injil
Mat 15:1-2.10-14
Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di surga akan dicabut sampai akar-akarnya.
Inilah Injil Suci menurut Matius:
Sekali peristiwa
datanglah kepada Yesus
beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem.
Mereka berkata,
“Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat-istiadat nenek moyang?
Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.”
Yesus lalu memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka,
“Dengarkan dan camkanlah,
bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang,
melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”
Maka datanglah para murid dan bertanya kepada Yesus,
“Tahukah Engkau
bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang Farisi?”
Tetapi Yesus menjawab,
“Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di Surga,
akan dicabut sampai akar-akarnya.
Biarkanlah mereka itu.
Mereka itu orang buta yang menuntun orang buta.
Jika orang buta menuntun orang buta,
pasti keduanya jatuh ke dalam lubang.”
Demikianlah sabda Tuhan.
************
Kutipan Injil hari ini menceriterakan Para Farisi dan Ahli Taurat yang datang kepada Yesus dan bertanya tentang sesuatu yang menurut mereka sangatlah penting. Mereka ingin tahu, mengapa murid-murid Yesus tidak mengikuti tradisi nenek moyang mereka dengan tidak membasuh tangan mereka sebelum makan. Tetapi Yesus bukan hanya tidak menjawab mereka, malahan Ia memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka: “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.” (Mat 15: 10b-11). Rupanya orang-orang Farisi dan Ahli Taurat itu kemudian tersinggung karena apa yang Dia katakan, dan bahkan hal itu dikatakan kepada orang banyak.
Menarik untuk diperhatikan bahwa sering kali sesuatu yang baik dapat menyebabkan orang lain tersinggung. Memang, kita tidak seharusnya secara serampangan menyinggung orang lain. Tetapi nampaknya, salah satu kecenderungan budaya zaman kita adalah “berusaha agar tidak menyinggung orang lain”. Hasilnya adalah pembodohan moralitas, mengabaikan ajaran iman yang jelas, dan menjadikan pergaulan lebih penting ketimbang kebenaran. Kita tahu mana yang benar, tetapi tidak mau mengatakan kebenaran karena menghindari orang lain tersinggung. Ah jangan begitulah… nanti tersinggung….
Para murid khawatir kalau-kalau orang-orang Farisi dan para Ahli Taurat tersinggung. “Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?” (Mat 15: 12). Tetapi posisi Yesus amat jelas: “Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.” (Mat 15: 14).
Kasih membutuhkan kebenaran. Dan tidak jarang kebenaran dapat menyengat hati orang. Itulah yang diperlukan oleh orang-orang Farisi. Sayangnya mereka tidak berubah, malahan mereka semakin membenci Yesus hingga membunuh-Nya. Tetapi, kebenaran adalah kebenaran, dan kebenaran itu perlu dikatakan, walau itu adalah inconvenient truth.
Mari kita renungkan hari ini, bagaimana saya berani berbicara tentang kebenaran ketika situasi menuntut untuk itu? Beranikah anda, demi kasih, mengatakan kebenaran? Atau anda membiarkan orang lain tetap tinggal dalam hal yang salah atau bahkan berdosa karena anda tidak ingin menyinggung perasaan mereka?
Kebenaran tidak dapat dinegosiasikan. Kita tidak bisa berkompromi. Orang kudus kita hari ini, St Yohanes Maria Vianney berkata: “Anda tidak dapat menyenangkan Tuhan dan dunia pada saat yang sama. Mereka benar-benar bententangan satu sama lain dalam pikiran, keinginan dan tindakan mereka.”
Tuhan, bantulah aku mengasihi dengan benar dan berani menegakkan kebenaran. Amin.
Selamat beraktivitas. Berani katakan kebenaran! ⒿⓁⓊ! ❤️
❤️︎.
https://sacerdos2000.com/kebenaran-yang-menyakitkan/
RP Joni Astanto MSC