Hidup Bagi Orang Lain
HIDUP BAGI ORANG LAIN
(S E B U A H M O T I V A S I)
Bob Marley (1945 – 1981), penyanyi legendaris Jamaika pernah menulis kata-kata mutiara, “Live for yourself and you will live in vain. Live for others and will live” – Hidup bagi diri sendiri dan Anda akan hidup dalam kesia-siaan. Hidup bagi orang lain dan akan hidup.
Keberartian hidup ini muncul selalu dalam korelasi dengan orang lain. Seseorang akan merasa putus asa dan merasa diri tidak berarti ketika dirinya merasa tidak dibutuhkan. Para orang tua, khususnya ibu akan merasa kehilangan ketika anak-anaknya mulai mandiri. Sang ibu tidak akan ditanya ini dan itu oleh anak-anaknya. Atau seorang dosen yang sudah pensiun merasa sedih karena saat ini tidak ada lagi para mahasiswa yang datang untuk konsultasi dengannya. Ia merasa dirinya tidak berarti bagi orang lain, man for other.
Dalam sebuah cerita tentang “Zen dan Muridnya.” Pada suatu ketika, pada sebuah retret meditasi, seorang murid berkata kepada gurunya, “Aku sangat patah semangat. Apa yang harus aku lakukan?” Sang guru itu menjawab secara tidak terduga, “Bangkitkanlah semangat orang lain.” Memang, orang yang hidup hanya bagi dirinya sendiri akan kesepian. Apa pun yang dia lakukan terasa sia-sia dan gairah hidup justru timbul ketika kita hidup mendatangkan manfaat.
Ketika seseorang “memberikan diri” kepada orang lain, maka ada rasa bahagia. Apalagi jika ternyata yang dihibur, dibantu dan dimotivasi itu menjadi lebih baik. Jika seseorang pernah mengalami keterpurukan dalam hidup (“jatuh,” atau sakit yang parah) kemudian membantu orang lain, maka “bantuan” itu sangat bernas atau manjur. Orang yang pernah sakit kanker dan dikemo lebih bisa menjadi penghibur bagi orang yang sedang sakit. Di sini munul simpati (syn= sama dan patior = menderita) yang mendalam. Ia bagaikan penyembuh yang terluka, wounded healer. Ia merasa hidupnya memang bagi orang lain. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Sebaik-baiknya orang adalah mereka yang bermanfaat bagi sesamanya.”
Orang lain adalah mereka yang otonom dan memiliki kehendak bebas. Kita tidak bisa dengan mudah memaksa kehendak. Leo Tolstoy (1828 – 1910) pernah berkata, “Everyone thinks of changing the world. But no one thinks of changing himself” – setiap orang berpikir untuk mengubah dunia. Tetapi tidak seorang pun yang berpikir untuk mengubah dirinya sendiri. Orang lain bukan obyek yang harus diubah.
Jumat, 28 Maret 2014 Rm. Markus Marlon MSC
Tulisan-tulisan Motivasi ini sudah dibukukan yang terbit 2 bulan sekali. Sekarang sudah terbit edisi ke-5. Setiap Edisi ada 12 – 14 tulisan dan terbit 40 halaman.
Yang ingin mendapatkan buku-buku tersebut bisa hub:
E-mail: zahir.5561@gmail.com
Atau no HP: 0852.83.9955.61 atau 08964.8941.026