Sumpah Pemuda
90 (sembilan puluh) tahun lalu, rapat pertama Sabtu, 27 Oktober 1928, Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (Gedung Pemuda Katolik/aula di Gereja Katedral Jakarta) gerakan pemuda di dukung oleh romo paroki saat itu J. Wubbe, S.J. dan restu bapak uskup Anton Pieter Franz van Velsen, S.J. Dalam sambutannya Sugondo Djojopuspito berharap kongres dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari pemuda. Uraian acara oleh Muhammad Yamin, lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia, yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.
Rapat kedua Minggu, 28 Oktober 1928, Gedung Oost-Java Bioscoop membahas masalah pendidikan dibawakan oleh Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro.
Rapat penutup di pondokan Indonesische Clubgebouw (Gedung Klub Indonesia) milik Sie Kong Liong Jalan Kramat Raya 106 (sekarang menjadi Gedung Sumpah Pemuda),
PERTAMA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).
KEDOEA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).
KETIGA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).
“Pak Yo, ayo kita rekam lagu kebangsaan ini untuk diperdengarkan ketika Sumpah Pemuda nanti.” Itulah yang dikatakan oleh Wage Rudolf Soepratman kepada Yo Kim Tjan satu tahun sebelum Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Wage Rudolf Soepratman dan Yo Kim Tjan merupakan kawan dari satu kelompok popular orkestra yang sama, ia segera meminta bantuan Yo Kim Tjan untuk merekam lagu Indonesia yang masih berupa alunan musik tanpa lirik.
Kemudian lagu Indonesia Raya ini selanjutnya diumumkan ke publik pada 10 November 1928 dengan menggunakan surat kabar Tionghoa yang berbahaya Melayu Sin Po.
Ketua : Sugondo Djojopuspito (Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia)
Wakil Ketua : R.M. Joko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Yamin (Jong Sumatranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifudin (Jong Batak)
Pembantu I : Johan Mohammad Cai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katjasoengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : R.C.I. Sendoek (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johannes Leimena (Jong Ambon)
Pembantu V : Mohammad Rochjani Su’ud Pemoeda Kaoem Betawi)
Kwee Thiam Hiong (Jong Sumatranen Bond)
Aitai Karubaba (Jong Papua)
Poreu Ohee (Jong Papua)
Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie (Pengamat)
Abdul Muthalib Sangadji
Purnama Wulan
Abdul Rachman
Raden Soeharto
Abu Hanifah
Raden Soekamso
Adnan Kapau Gani
Ramelan
Amir (Dienaren van Indie)
Saerun (Keng Po)
Anta Permana
Sahardjo
Anwari
Sarbini
Arnold Manonutu
Sarmidi Mangunsarkoro
Assaat
Sartono
Bahder Djohan
S.M. Kartosoewirjo
Dali
Setiawan
Darsa
Sigit (Indonesische Studieclub)
Dien Pantouw
Siti Sundari
Djuanda
Sjahpuddin Latif
Dr.Pijper
Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
Emma Puradiredja
Soejono Djoenoed Poeponegoro
Halim
R.M. Djoko Marsaid
Hamami
Soekamto
Jo Tumbuhan
Soekmono
Joesoepadi
Soekowati (Volksraad)
Jos Masdani
Soemanang
Kadir
Soemarto
Karto Menggolo
Soenario (PAPI & INPO)
Kasman Singodimedjo
Soerjadi
Koentjoro Poerbopranoto
Soewadji Prawirohardjo
Martakusuma
Soewirjo
Masmoen Rasid
Soeworo
Mohammad Ali Hanafiah
Suhara
Mohammad Nazif
Sujono (Volksraad)
Mohammad Roem
Sulaeman
Mohammad Tabrani
Suwarni
Mohammad Tamzil
Tjahija
Muhidin (Pasundan)
Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
Mukarno
Wilopo
Muwardi
Wage Rudolf Soepratman
Nona Tumbel