{"id":99970,"date":"2026-07-14T11:06:27","date_gmt":"2026-07-14T04:06:27","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99970"},"modified":"2026-07-14T11:06:31","modified_gmt":"2026-07-14T04:06:31","slug":"rabu-15-juli-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99970","title":{"rendered":"Rabu, 15 Juli 2026"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Dan. 12:3<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Orang bijaksana akan bersemarak cemerlang laksana surya dan guru kebenaran akan berseri bagaikan bintang abadi.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>PENGANTAR:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tidak banyak orang yang tabah dan berani memperkembangkan bakat bakatnya semaksimal mungkin. Demikianlah jasa Jean Firanza. Ia lahir di dekat Viterbo tahun 1218. Sebagai anak yang sakit-sakitan ia pernah disembuhkan oleh Santo Fransiskus Asisi. Setelah menyelesaikan studi filsafatnya ia masuk Ordo Fransiskan dengan nama Bonaventura pada umur 25 tahun. Berkat kecakapan dan ketekunannya, meski masih muda ia diserahi pimpinan tertinggi (1257-1274). Gagasan-gagasanya yang diresapi semangat Injil, ditulisnya dalam banyak buku rohani. Sekalipun begitu berat, namun wataknya tetap lemah lembut. Kelak ia menjadi uskup agung Albano dan meninggal dalam Konsili Lyon.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA KOLEKTA:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal din kuasa, hari ini kami memperingati Santo Bonaventura. Semoga hati budi kami diterangi pengetahuannya yang cemerlang dan hati kami dikabarkan oleh cinta kasihnya.. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, \u2026.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 10:5-7.13-16<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cAdakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya?\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Beginilah Tuhan bersabda, \u201cCelakalah Asyur, yang menjadi cambuk murka-Ku dan yang menjadi tongkat marah-Ku! Aku akan mengerahkannya melawan bangsa yang murtad. Aku akan memerintahkannya melawan umat sasaran murka-Ku. Asyur akan melakukan perampasan dan penjarahan, dan akan menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan. Tetapi Asyur sendiri tidak demikian maksudnya tidak begitu rancangan hatinya. Niat hatinya ialah hendak memunahkan dan melenyapkan banyak bangsa.\u201d Sebab Asyur berkata, \u201cDengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya, dengan kebijaksanaanku aku telah melaksanakannya, sebab aku berakal budi. Aku telah meniadakan batas antara bangsa, aku telah merampas persediaan mereka. Dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta. Seperti menjangkau sarang burung, tanganku telah menjangkau kepada kekayaan bangsa-bangsa. Dan seperti orang meraup telur-telur yang ditinggalkan induknya, demikianlah aku telah meraup seluruh bumi, dan tidak seekor pun yang menggerakkan sayap, yang mengangakan paruh atau yang menciap-ciap.\u201d Maka beginilah firman Tuhan, \u201cAdakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya? Atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? Seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya. Atau tongkat mengangkat orang yang bukan kayu? Sebab itu Tuhan semesta alam akan membuat orang-orangnya yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan dibakar habis, dengan api yang menyala-nyala.<br>Demikianlah sabda Tuhan<br>U. Syukur kepada Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 94:5-6.7-8.9-10.14-15<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ref.&nbsp;<em>Tuhan tidak akan membuang umat-Nya.<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Umat-Mu, ya Tuhan, mereka remukkan, dan milik pusaka-Mu mereka tindas; janda dan orang-orang asing mereka sembelih, dan anak-anak yatim mereka bunuh.<\/li>\n\n\n\n<li>Mereka berkata, \u201cTuhan tidak melihatnya, Allah Yakub tidak mengindahkannya.\u201d Perhatikanlah, hai orang-orang bodoh di antara rakyat! Hai orang-orang bebal, bilakah kamu memakai akal budimu?<\/li>\n\n\n\n<li>Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar! Dia yang membentuk mata, masakan tidak melihat! Dia yang menghajar bangsa-bangsa, masakan tidak akan menghukum! Dialah yang mengajarkan pengetahuan kepada manusia!<\/li>\n\n\n\n<li>Sebab Tuhan tidak akan membuang umat-Nya, dan milik pusaka-Nya tidak akan Ia tinggalkan; sebab hukum akan kembali kepada keadilan, dan semua orang yang tulus hati akan mematuhi.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BAIT PENGANTAR INJIL:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">U :<em>&nbsp;Alleluya<\/em><br>S : (Mat 11:25)&nbsp;<em>Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.<\/em><\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 11:25-27<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>\u201cYang Kausembunyikan kepada kaum cerdik pandai, Kaunyatakan kepada orang kecil.\u201d<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sekali peristiwa, berkatalah Yesus, \u201cAku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri Kerajaan Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah dise-rahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku, dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak serta orang-orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakannya.\u201d<br>Demikianlah Sabda Tuhan!<br>U. Terpujilah Kristus.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Paulus Dito Rahmadi SCJ<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em><strong>Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.<\/strong><\/em><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Para Sahabatku, Saudari-saudara yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus. Salam jumpa bersama Saya, Rm. Paulus Dito Rahmadi SCJ dari Komunitas SCJ Bangko, Merangin, Jambi, Indonesia, dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Rabu, 15 Juli 2026. Semoga Belas Kasih dan Kerahiman dari Hati Yesus yang Maha Kudus memberkati Anda semua. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Sebelum merenungkan sabda Tuhan, mari kita persiapkan hati dan kita awali permenungan kita dengan tanda kemenangan Kristus. Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus..<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara-saudari yang terkasih, ketika selesai pelayanan di stasi setiap hari minggu, saya selalu menikmati kehangatan dalam suasana kekeluargaan. Setelah perayaan ekaristi di dalam Gereja, dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah umat dan bersyukur dalam acara makan bersama. Ada di antara mereka yang mengucapkan terima kasih kepada pastor untuk waktu dan pelayanan di stasi mereka. Saya secara pribadi merasa bahwa ucapan syukur dan terima kasih orang-orang sederhana ini benar-benar tulus dan tidak mengada-ada.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yesus dalam Injil hari ini memberikan pelajaran bagi kita untuk belajar dan tahu bersyukur. Yesus bersyukur dan memuji Bapa di Surga. Ia berkata \u201cAku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu\u201d. Saya merenungkan bahwa Yesus yang sebagai Allah saja mampu bersyukur kepada Bapa selayaknya seorang anak yang mendapatkan kasih dan tentu sangat mengasihi bapaknya. Hal ini ingin menunjukkan sebuah relasi pribadi yang sangat mendalam antara Bapa dan Putra. Ungkapan syukur diberikan oleh Yesus karena rencana keselamatan diberikan atau dikuasakan oleh Bapa kepadaNya. Mengapa Yesus bersyukur? Karena melalui Dia yang menjadi manusia, misteri keselamatan disingkapkan.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Maka, pada hari ini kita semua diajak untuk tidak pernah berhenti bersyukur kepada Allah atas semua anugerah baik untuk pengalaman suka maupun duka. Banyak peristiwa kecil yang bisa kita lakukan untuk bersyukur. Misalnya dalam Ensiklik&nbsp;<em>Laudato Si,<\/em>&nbsp;Paus Fransiskus mengajak kita semua untuk sejenak bersyukur kepada Allah sebelum dan sesudah makan.&nbsp;<strong><em>Salah satu ungkapan sikap (ketergantungan kepada Allah) ini adalah ketika kita berhenti sejenak untuk bersyukur kepada Allah sebelum dan sesudah makan<\/em><\/strong>&nbsp;(<em>Laudato Si\u2019<\/em>, No. 227). Mari kita belajar untuk selalu membuka hati dan bergantung kepada Allah sepenuhnya, bahwa tanpa Allah dan rahmat-Nya kita tidak bisa berbuat apa-apa. Namun, ketika rahmat Allah dinyatakan kepada kita, apa pun itu, kita mampu untuk bersyukur kepada-Nya.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Saudara saudariku yang dikasihi Tuhan, semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita dan menerangi hati kita sehingga kita berani bersyukur atas semua peristiwa yang kita alami.&nbsp; Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati aktivitas dan keluarga anda masing-masing (+) Dalam Nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:&nbsp;<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Allah Bapa kami, sumber segala kebenaran, Santo Benaventura telah mengajarkan iman untuk memuliakan Nama-Mu. Semoga kami pun diterangi Roh Kudus dengan cahaya iman dalam menjalankan tugas-tugas kami. Demi Kristus, Tuan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>ANTIFON KOMUNI \u2013 1 Kor. 1:23-24<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kami memaklumkan Kristus yang tersalib, Kristus, kuasa dan kebijaksanaan Allah.<\/h4>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>DOA SESUDAH KOMUNI:&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Marilah berdoa : Allah Bala, sumber sogala kebijaksanaan, kami telah disegarkan dengan santapan suci. Kami mohon semoga berkat doa restu dan nasihat Santo Bonaventura kami tetap bersyukur atas segala anugerah daripada-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resi-Rabu-15-Juli-2026-oleh-Rm-Paulus-Dito-Rahmadi-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Bangko-Merangin-Jambi-Indonesia.mp3\">Resi-Rabu 15 Juli 2026 oleh Rm Paulus Dito Rahmadi SCJ dari Komunitas SCJ Bangko Merangin Jambi \u2013 Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/07\/14\/rabu-15-juli-2026-peringatan-wajib-st-bonaventura-uskup-dan-pujangga-gereja\/\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/2026\/07\/14\/rabu-15-juli-2026-peringatan-wajib-st-bonaventura-uskup-dan-pujangga-gereja\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=99970-podcast&amp;powerpress_player=default\" width=\"320\" height=\"50\"><\/iframe><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">St. Bonaventura, Uskup dan Pujangga Gereja<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Konon, ketika masih kecil ia menderita sakit gawat. Ibunya menggendong bocah ini&nbsp;dan membawanya kehadapan&nbsp;St.Fransiskus Asisi. Beliau memberkati anak tersebut dan berseru : \u201cO Buona Ventura\u2026\u201d (Betapa baiknya kejadian ini..). Bocah itu seketika sembuh dan kata-kata Santo Fransiskus kemudian diabadikan menjadi namanya. Mungkin saja saat itu sang pengemis suci sudah mengetahui bahwa bocah yang diberkatinya ini adalah permata gereja di kemudian hari;&nbsp; salah seorang pujangga terbesar dalam sejarah Gereja.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bonaventura dilahirkan pada tahun 1221 di Tuscany, Italia dengan nama Giovanni di Fidanza.&nbsp; Sejak usia muda ia bergabung dengan Ordonya St.Fransiskus Asisi&nbsp; yaitu&nbsp;Fransiskan&nbsp;(O.F.M. = Ordo Fratrum Minorum \/ Ordo Friars Minor = Ordo Saudara-saudara Hina-dina). Sebagai seorang biarawan muda, Bonaventura harus meninggalkan negerinya untuk belajar di Universitas Paris di Perancis. Ia menjadi seorang penulis tentang hal-hal ketuhanan yang hebat. Kasihnya kepada Tuhan demikian besar sehingga orang memanggilnya dengan sebutan&nbsp;<strong>\u201cDoctor Seraphicus\u201d<\/strong>. Seraphicus artinya seperti malaikat.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Salah seorang sahabat Bonaventura yang terkenal ialah seorang biarawan&nbsp;Dominikan&nbsp;St. Thomas Aquinas.&nbsp;Thomas bertanya kepada Bonaventura dari manakah ia mendapatkan semua hal-hal mengagumkan yang ia tulis. Bonaventura membimbing temannya itu ke meja tulisnya. Ia menunjuk sebuah salib besar yang selalu ada di atas mejanya. \u201cDialah yang mengatakan segalanya kepadaku. Dia-lah satu-satunya Guru-ku.\u201d Di lain waktu, ketika sedang menuliskan kisah hidup St. Fransiskus dari Asisi, Bonaventura menjadi begitu bersemangat sehingga St. Thomas berseru: \u201cMari kita biarkan seorang kudus menulis tentang seorang kudus.\u201d Bonaventura selalu bersikap rendah hati, meskipun buku-bukunya telah menjadikannya sangat terkenal.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada tahun 1265,&nbsp;Paus&nbsp;Klemens IV ingin mengangkatnya menjadi seorang&nbsp;Uskup&nbsp;Agung. Tetapi, Bonaventura kemudian memohon kepada&nbsp;Paus&nbsp;agar menunjuk orang lain; karena ia masih ingin hidup dalam biara.&nbsp; Bapa Suci menghormati keputusannya. Meskipun menolak diangkat menjadi&nbsp;Uskup&nbsp;Agung, Bonaventura setuju diangkat menjadi pembesar umum Ordo&nbsp;Fransiskan. Tugas berat ini dilaksanakannya selama tujuhbelas tahun.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pada tahun 1273, Beato Paus Gregorius X mengangkat Bonaventura menjadi Kardinal. Dua orang utusan Paus mendapatkan Bonaventura sedang berada di sebuah bak cuci yang besar dalam biaranya. Ia sedang mendapat giliran tugas menggosok setumpuk panci dan wajan. Para utusan Paus menunggunya dengan sabar hingga Bonaventura selesai menggosok pancinya yang terakhir, membasuh serta mengeringkan tangannya. Kemudian para utusan itu dengan khidmat menyerahkan topi merah besar yang melambangkan jabatannya yang baru.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kardinal Bonaventura memberikan bantuan yang amat besar kepada Paus yang pada tahun 1274 mengadakan Konsili Lyon. Sahabatnya Thomas Aquinas wafat dalam perjalanannya menuju Konsili tersebut, tetapi Bonaventura berhasil tiba di sana. Ia memberikan pengaruh yang besar pada konsili tersebut.&nbsp; Karya besarnya yang lain semasa hidupnya adalah perannya dalam reformasi Dewan Gereja, melakukan rekonsiliasi pendeta sekuler dengan ordo miskin, dan terlibat dalam rekonsiliasi Gereja Katolik Yunani dengan Gereja Khatolik Roma.<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Santo Bonaventura wafat secara mendadak pada tanggal 15 Juli 1274 dalam usia lima puluh tiga tahun. Ia dimakamkan pada hari yang sama dalam salah satu Gereja&nbsp;Fransiskan&nbsp;di Lyon, Perancis. Upacara pemakamannya dihadiri oleh Paus, uskup, dan wali Gereja. Peristiwa tersebut disebut oleh para penulis kronik sebagai berikut: \u201cOrang Kristen Yunani dan Latin, biarawan dan awam mengantar jenazahnya dengan tangis kesedihan, sangat berduka cita karena kehilangan seorang tokoh besar\u201d<\/h4>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Arti Nama<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Konon berasal dari kata-kata&nbsp;<strong>St.Fransiskus Asisi : \u201cO Buona Ventura\u2026\u201d.<\/strong>&nbsp;yang berarti :&nbsp;<strong>\u201cBetapa baiknya kejadian ini..\u201d<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber:&nbsp;<a href=\"https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/juli\/bonaventura.html\">https:\/\/katakombe.org\/para-kudus\/juli\/bonaventura.html<\/a><\/p>\n<div class=\"powerpress_player\" id=\"powerpress_player_8230\"><audio class=\"wp-audio-shortcode\" id=\"audio-99970-1\" preload=\"none\" style=\"width: 100%;\" controls=\"controls\"><source type=\"audio\/mpeg\" src=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resi-Rabu-15-Juli-2026-oleh-Rm-Paulus-Dito-Rahmadi-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Bangko-Merangin-Jambi-Indonesia.mp3?_=1\" \/><a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resi-Rabu-15-Juli-2026-oleh-Rm-Paulus-Dito-Rahmadi-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Bangko-Merangin-Jambi-Indonesia.mp3\">https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resi-Rabu-15-Juli-2026-oleh-Rm-Paulus-Dito-Rahmadi-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Bangko-Merangin-Jambi-Indonesia.mp3<\/a><\/audio><\/div><p class=\"powerpress_links powerpress_links_mp3\" style=\"margin-bottom: 1px !important;\">Podcast: <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resi-Rabu-15-Juli-2026-oleh-Rm-Paulus-Dito-Rahmadi-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Bangko-Merangin-Jambi-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_pinw\" target=\"_blank\" title=\"Play in new window\" onclick=\"return powerpress_pinw('https:\/\/katolikindonesia.org\/?powerpress_pinw=99970-podcast');\" rel=\"nofollow\">Play in new window<\/a> | <a href=\"https:\/\/resi.dehonian.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resi-Rabu-15-Juli-2026-oleh-Rm-Paulus-Dito-Rahmadi-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Bangko-Merangin-Jambi-Indonesia.mp3\" class=\"powerpress_link_d\" title=\"Download\" rel=\"nofollow\" download=\"Resi-Rabu-15-Juli-2026-oleh-Rm-Paulus-Dito-Rahmadi-SCJ-dari-Komunitas-SCJ-Bangko-Merangin-Jambi-Indonesia.mp3\">Download<\/a><\/p><!--powerpress_player-->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANTIFON PEMBUKA \u2013 Dan. 12:3 Orang bijaksana akan bersemarak cemerlang laksana surya dan guru kebenaran akan berseri bagaikan bintang abadi. PENGANTAR: Tidak banyak orang yang tabah dan berani memperkembangkan bakat bakatnya semaksimal mungkin. Demikianlah&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"audio","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,1,20],"tags":[],"class_list":["post-99970","post","type-post","status-publish","format-audio","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-audio","category-bacaan-harian","category-renungan-text","post_format-post-format-audio"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99970","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=99970"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99970\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":99972,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99970\/revisions\/99972"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=99970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=99970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=99970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}