{"id":99916,"date":"2026-07-13T09:51:06","date_gmt":"2026-07-13T02:51:06","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99916"},"modified":"2026-07-13T09:51:06","modified_gmt":"2026-07-13T02:51:06","slug":"senin-13-juli-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99916","title":{"rendered":"Senin, 13 Juli 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSenin 13 Juli 2026<br \/>\nMatius 10:34 (Mat 10:34- 11:1)<br \/>\n\u201dJangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang\u2026\u201d<\/p>\n<p>Pedang Kebenaran Yang Membawa Damai Sejati<\/p>\n<p>Kita mengenal Yesus sebagai Raja Damai. Mengapa Yesus berkata bahwa Ia datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang? Apakah Ia ingin agar kita bertengkar satu sama lain?<br \/>\nMemang damai yang dijanjikan Yesus bukanlah damai yang romantis sebatas perasaan yang bersifat sementara, atau sekedar merasa aman dalam zona nyaman seakan tidak ada masalah.<br \/>\nDamai yang Yesus janjikan adalah sebuah perjuangan yang tak pernah berhenti untuk hidup dalam prinsip kebenaran Kerajaan Allah.<\/p>\n<p>Konsekwensi memilih Yesus dan mengikutiNya berarti kita menjadikan Yesus prinsip utama hidup kita. Prinsip Yesus menjadi prinsip kita, menjadi hati burani kita.<br \/>\nNamun konsekwensinya ialah kita harus siap melawan arus. Inilah yang membuat hati tidak tenang. Akan ada selalu perang dalam hati nurani kita, antara mengikuti kebenaran yang ditunjuk Yesus, atau godaan untuk mengejar kesenangan dan ketenangan semata serta sedapat mungkin menghindari salib.<\/p>\n<p>Memilih Yesus berarti berani memakai pedang pemisah yang memisahkan kebenaran dengan kejahatan, memisahkan yang palsu dari yang sejati, memilih jujur dan tulus dan menanggalkan kemunafikan.<br \/>\nOrang yang hidupnya hanya mau menyenangkan atasan, atau dikenal dengan sebutan ABS (asal bapak senang), justru tidak akan menemukan damai sejati karena ia tidak mau jujur serta menentang hati nuraninya sendiri.<\/p>\n<p>Memang betapa berat rasanya bila dalam rangka memperjuangkan kebenaran ini, kita harus bertentangan dengan keluarga sendiri, bahkan dengan suami atau istri, orang tua atau anak sendiri, serta teman-teman dekat.<br \/>\nInilah yang membuat pikiran tidak tenang dan hati gelisah, karena selama kita tidak memilih Yesus dan kebenaranNya, maka hati nurani kita tidak akan tenang.<\/p>\n<p>Dengan menjadikan Yesus segalanya bagi kita, prinsip utama membangun relasi, maka alasan terdalam kita mencintai orang tua dan saudara saudari kita, adalah cinta kita kepada Yesus. Kita mencintai seperti Yesus telah mencintai kita. Inilah cinta yang sejati, yang membawa kedamaian sejati.<br \/>\nYesus mencintai sampai terluka, bahkan sampai mati di salib. Bila kita mencintai seperti Yesus mencintai kita maka damai yang sejati akan selalu ada di hati dan tak ada seorangpun atau apapun yang dapat mengambilnya dari kita. Tetaplah memilih Yesus sebagai prinsip utama atas semua keputusan yang kita ambil.<\/p>\n<p>Semangat Senin, damai selalu di hati.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 13 Jul 2026<br \/>\nSenin Pekan Biasa XV<br \/>\nPF S. Henrikus<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Mat 5:10<br \/>\nBacaan Injil: Mat 10:34 &#8211; 11:1<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nMat 5:10<br \/>\nBerbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan,<br \/>\nsebab bagi merekalah kerajaan Allah.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 10:34 &#8211; 11:1<br \/>\nAku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari<br \/>\nYesus bersabda kepada kedua-belas murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Jangan kalian menyangka,<br \/>\nbahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi.<br \/>\nAku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.<br \/>\nSebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya,<br \/>\nanak perempuan dari ibunya,<br \/>\nmenantu perempuan dari ibu mertuanya,<br \/>\ndan musuh orang ialah seisi rumahnya.<br \/>\nBarangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku,<br \/>\nia tidak layak bagi-Ku.<br \/>\nBarangsiapa mengasihi puteranya atau puterinya lebih dari pada-Ku,<br \/>\nia tidak layak bagi-Ku.<br \/>\nBarangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku,<br \/>\nia tidak layak bagi-Ku.<br \/>\nBarangsiapa mempertahankan nyawanya,<br \/>\nia akan kehilangan nyawanya,<br \/>\ndan barangsiapa kehilangan nyawanya demi Aku,<br \/>\nia akan memperolehnya kembali.<\/p>\n<p>Barangsiapa menyambut kalian, ia menyambut Aku,<br \/>\ndan barangsiapa menyambut Aku,<br \/>\nia menyambut Dia yang mengutus Aku.<\/p>\n<p>Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi,<br \/>\nia akan menerima upah nabi,<br \/>\ndan barangsiapa menyambut seorang yang benar sebagai orang benar,<br \/>\nia akan menerima upah orang benar.<\/p>\n<p>Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja<br \/>\nkepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku,<br \/>\nAku berkata kepadamu, sungguh ia takkan kehilangan upahnya.&#8221;<\/p>\n<p>Setelah Yesus selesai mengajar kedua-belas rasul-Nya,<br \/>\nIa pergi dari sana<br \/>\nuntuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka.<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n***********<\/p>\n<p>Kata-kata Yesus yang kita dengar hari ini terdengar aneh. Bukankah Ia sang Raja Damai yang menentang kebencian dan peperangan serta memerintahkan kasih, bahkan kasih kepada musuh?<\/p>\n<p>Mengikuti Yesus berarti membuat pilihan: menerima atau menolak Dia. Memang jarang terjadi seseorang dihadapkan pada pilihan yang amat drastis. Kita mungkin tidak pernah menghadapi pilihan yang ekstrim, tetapi faktanya tetap ada kemungkinan bahwa orang-orang yang kita kasihi akan menjadi penentang kita, yang menghalangi kita untuk melakukan apa yang Allah kehendaki untuk dilakukan.<\/p>\n<p>Yesus menawarkan Salib. Sebagai pengikut-Nya, terkadang kita mungkin harus mengorbankan ambisi pribadi, kenyamanan yang mungkin telah kita nikmati, karier yang mungkin telah kita capai. Kita mungkin harus mengesampingkan beberapa impian kita. Kita pasti harus mengorbankan keinginan kita, karena tidak ada orang Kristen sejati yang dapat melakukan apa yang dia suka; dia harus melakukan apa yang Kristus kehendaki. Dalam Kekristenan, selalu ada salib, karena ini adalah agama Salib.<\/p>\n<p>Ketika kita mencari kenyamanan dan keamanan serta pemenuhan ambisi pribadi, kita mungkin akan mendapatkan semua itu, tetapi kita tidak akan bahagia; karena kita diutus ke dalam dunia ini untuk melayani Allah dan sesama kita. Cara untuk melayani orang lain, cara untuk memenuhi tujuan Tuhan bagi kita, cara menuju kebahagiaan sejati adalah dengan menjalani hidup tanpa pamrih. Hanya dengan demikian kita akan menemukan kehidupan &#8211; di dunia dan di akhirat.<\/p>\n<p>Apakah Anda takut membuat pilihan yang dituntut Tuhan dari Anda? Apakah Anda mencari kompromi ketimbang mengambil keputusan yang radikal yang dikehendaki Tuhan?<\/p>\n<p>Tuhan, sabda-Mu menggelisahkanku. Terima kasih karena Engkau telah jujur kepadaku. Betapa sering aku cenderung memilih kompromi dan kenyamanan. Berikanlah aku keberanian dan kekuatan untuk memilih Salib, seberat apapun itu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat memasuki pekan yang baru. Pilih Yesus! \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;&#xfe0f;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"NIL2zoIDN7\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/mengikuti-yesus-berarti-memilih-salib\/\">Mengikuti Yesus Berarti Memilih Salib<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"\u201cMengikuti Yesus Berarti Memilih Salib\u201d \u2014 Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/mengikuti-yesus-berarti-memilih-salib\/embed\/#?secret=MUC4upHcgY#?secret=NIL2zoIDN7\" data-secret=\"NIL2zoIDN7\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Senin 13 Juli 2026 Matius 10:34 (Mat 10:34- 11:1) \u201dJangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang\u2026\u201d Pedang Kebenaran Yang&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-99916","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99916","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=99916"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99916\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":99917,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99916\/revisions\/99917"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=99916"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=99916"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=99916"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}