{"id":99823,"date":"2026-07-11T17:43:34","date_gmt":"2026-07-11T10:43:34","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99823"},"modified":"2026-07-11T17:43:34","modified_gmt":"2026-07-11T10:43:34","slug":"sabtu-11-juli-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99823","title":{"rendered":"Sabtu, 11 Juli 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nSabtu 11 Juli 2026<br \/>\nMatius 10:28 (Mat 10:24-33)<br \/>\n\u201dDan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.\u201d<\/p>\n<p>Takut Akan Allah<\/p>\n<p>Sesungguhnya rasa takut adalah sesuatu yang sangat alamiah dalam diri kita untuk berjaga-jaga, waspada, atau menghindarkan diri dari bahaya yang mengancam kita. Namun untuk semua jenis ketakutan ini Yesus telah berjanji untuk menemani kita. Ia selalu berkata, \u201cAku ini jangan takut!\u201d<br \/>\nPaulus juga sudah mengingatkan kita dalam suratnya kepada umat di Roma, untuk tidak perlu takut akan semua kuasa apapun baik yang di atas maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, karena semua itu tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Roma 8:39).<\/p>\n<p>Namun ada satu ketakutan yang harus kita pelihara dan terus ada dalam diri kita yakni, \u2018takut akan Tuhan.\u2019 Ketakutan ini adalah ketakutan rohani sebagai tanda hormat dan taat pada perintah Tuhan Pencipta kita agar kita tidak menyimpang dari jalan yang ditunjuk Tuhan.<br \/>\nDikatakan dalam Amsal 1:7, \u201cTakut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.\u201d<br \/>\nAyat ini adalah suatu dorongan bagi kita untuk mencari hikmat Allah sebagai dasar untuk mengetahui semua yang dikehendaki Allah dalam hidup kita dan hidup sesuai kehendak dan perintahNya.<br \/>\nItulah sebabnya Allah mengaruniakan kepada kita \u2018Roh takut akan Allah\u2019 agar Roh Allah senantiasa berbisik dalam hati kita untuk taat pada perintah Allah dan tidak hidup seenaknya sendiri sesuai hawa nafsu dan keinginan kita yang membawa kita pada kebinasaan.<\/p>\n<p>Roh takut akan Allah membuat kita bergetar ketakutan (tremwndum) karena kebesaran dan kedahsyatan kuasa Allah yang membuat kita taat dan hormat, tidak sombong melainkan rendah hati, dan dengan gigih mengikuti perintah Allah.<br \/>\nDi pihak lain Roh takut akan Allah membuat kita terpesona (fascinosum) oleh rangkulan kasih Allah yang membuat kita takut bila jauh dari Tuhan, terlepas dari pesona kasih Allah.<br \/>\nBerdoalah memohon hikmat Allah agar kita berani menghadapi segala ancaman kecemasan dunia, namun takut terpisah dari Tuhan yang mengasihi kita dan begitu peduli sehingga setiap helai rambut kepala kita dihitung semuanya.<\/p>\n<p>Selamat berakhir pekan. Beranilah menjalani kehidupan karena taat pada perintah Allah.&#x1f64f;&#x2764;&#xfe0f;&#x1f607;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 11 Jul 2026<br \/>\nSabtu Pekan Biasa XIV<br \/>\nPW S. Benediktus, Abas<br \/>\nWarna Liturgi: Putih<br \/>\nBait Pengantar Injil: 1Ptr 4:14<br \/>\nBacaan Injil: Mat 10:24-33<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\n1Ptr 4:14<br \/>\nBerbahagialah kalian, kalau dicaci maki demi Yesus Kristus,<br \/>\nsebab Roh Allah ada padamu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 10:24-33<br \/>\nJanganlah takut kepada mereka yang membunuh badan.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada waktu itu<br \/>\nYesus bersabda kepada kedua-belas murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Seorang murid tidak melebihi gurunya,<br \/>\ndan seorang hamba tidak melebihi tuannya.<br \/>\nCukuplah bagi seorang murid, jika ia menjadi sama seperti gurunya,<br \/>\ndan bagi seorang hamba, jika ia menjadi sama seperti tuannya.<br \/>\nJika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.<br \/>\nJadi janganlah kalian takut terhadap mereka yang memusuhimu,<br \/>\nkarena tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka,<br \/>\ndan tiada sesuatu pun yang tersembunyi yang takkan diketahui.<br \/>\nApa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap,<br \/>\nkatakanlah dalam terang.<br \/>\nDan apa yang dibisikkan ke telingamu,<br \/>\nberitakanlah dari atas atap rumah.<\/p>\n<p>Dan janganlah kalian takut kepada mereka<br \/>\nyang dapat membunuh tubuh<br \/>\ntetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa.<br \/>\nTetapi takutilah Dia<br \/>\nyang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh<br \/>\ndi dalam neraka.<br \/>\nBukankah burung pipit dijual seduit dua ekor?<br \/>\nNamun tak seekor pun akan jatuh tanpa kehendak Bapamu.<br \/>\nDan kalian, rambut kepalamu pun semuanya telah terhitung.<br \/>\nSebab itu janganlah kalian takut,<br \/>\nkarena kalian lebih berharga dari pada banyak burung pipit.<\/p>\n<p>Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia,<br \/>\ndia akan Kuakui juga di depan Bapa-Ku yang di surga.<br \/>\nTetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia,<br \/>\ndia akan Kusangkal di hadapan Bapa-Ku yang di surga.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n************<\/p>\n<p>Dalam Injil hari ini, ada tiga kali Yesus berkata, \u201cJangan takut\u201d saat Ia mengutus para rasul-Nya memberitakan Kerajaan Allah kepada dunia yang penuh permusuhan. Yesus sungguh mengetahui kelemahan dan kekuatan orang-orang yang Ia utus.<\/p>\n<p>Ada cukup banyak alasan untuk merasa takut. Para utusan\/misionaris tidak diterima di banyak belahan dunia. Para pewarta dan imam menjadi martir. Bahkan orang kristiani pun biasa diejek, dianiaya dan diperlakukan tdk adil.<br \/>\nPerang sedang terjadi di banyak belahan dunia. Ada juga bencana alam terjadi di sana-sini. Mampukah umat manusia mengatasi semua masalah ini? Yesus berkata kepada kita \u201cjangan takut\u201d. Meskipun dunia tampak dalam kegelapan namun Allah yang menciptakannya tetap memegang kendali. Dia melihat dan mengetahui segala sesuatu, bahkan rambut kepala kitapun terhitung. Dia dapat melakukan apa saja dan tak seorang pun yang lebih hebat dari-Nya!<\/p>\n<p>Jangan takut. Meskipun rasa takut kita tampaknya semakin besar namun kita memiliki Tuhan yang jauh lebih besar dan berkuasa. Dia adalah Tuhan dalam sejarah kita. Pandemi pernah terjadi dan berakhir. Perang pernah terjadi dan berakhir. Bencana pernah terjadi dan berakhir. Adakah masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh Tuhan?<br \/>\nJangan takut. Karena dengan semuanya itu, Kita lebih daripada orang yang menang, melalui Dia yg telah mengasihi kita. (Roma 8:37)<\/p>\n<p>Semoga kita menemukan keberanian dalam panggilan kita dan kekuatan dalam cobaan kita. Marilah kita berjalan dengan berani memberitakan kebenaran-Nya dan hidup sebagai murid-murid Yesus Kristus yang setia.<\/p>\n<p>RP. PAUL KERANS, SVD<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Sabtu 11 Juli 2026 Matius 10:28 (Mat 10:24-33) \u201dDan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-99823","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99823","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=99823"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99823\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":99824,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99823\/revisions\/99824"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=99823"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=99823"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=99823"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}