{"id":99760,"date":"2026-07-10T18:58:11","date_gmt":"2026-07-10T11:58:11","guid":{"rendered":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99760"},"modified":"2026-07-10T18:58:11","modified_gmt":"2026-07-10T11:58:11","slug":"jumat-10-juli-2026-5","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/katolikindonesia.org\/?p=99760","title":{"rendered":"Jumat, 10 Juli 2026"},"content":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan<br \/>\nJumat 10 Juli 2026<br \/>\nMatius 10:16 (Mat 10:16-23)<br \/>\nYesus berpesan kepada murid-muridNya, \u201cLihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.\u201d<\/p>\n<p>Cerdik Dan Tulus<\/p>\n<p>Adalah kisah seekor kelinci yang malang tertangkap oleh seekor singa yang kelaparan. Tapi sebelum singa itu melahapnya, si kelinci berkata, \u201ckalau engkau membebaskan aku maka engkau akan mendapatkan mangsa yang lebih besar.\u201d Si singa yang penasaran menerima tawaran si kelinci dan berkata, \u201cbagaimana caranya?\u201d<br \/>\nKelinci meminta singa untuk bersembunyi dalam gua persembunyian dan iapun berjaga di luar.<br \/>\nDatanglah seekor serigala hendak menangkap si kelinci. Tapi dengan berani ia menantangnya. \u201cBeraninya sama yang kecil. Ayo kalau berani kita berkelahi dalam gua.\u201d<br \/>\nSerigala menerima tantangan itu dan masuk ke dalam gua. \u2018Siapa takut?\u2019 katanya. Ia-pun masuk ke dalam gua, tanpa menyadari ada singa di dalamnya. Maka dengan mudahnya ia menjadi mangsa singa yang telah menunggu dalam gua. Dan\u2026 selamatlah si kelinci.<\/p>\n<p>Yesus meminta kita untuk cerdik menggunakan akal budi mencari solusi menghadapi persoalan hidup, serentak juga tulus hati agar bijaksana menjalani hidup.<br \/>\nKita harus menggunakan semua akal budi yang Tuhan anugerahkan, serta terus mengembangkan semua potensi dan kemampuan yang ada untuk mengerjakan keselamatan kita dan memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan.<br \/>\nYesus telah berjanji sebagaimana tertulis dalam Injil hari ini, ayat 19 dan 20, kataNya, \u201cjanganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.\u201d (Mat 10:19-20).<br \/>\nCerdiklah berbekal penerangan Roh Kudus dan tuluslah seperti Hati Kudus Yesus.<\/p>\n<p>Selamat hari baru. Tetaplah semangat, pantang menyerah, berani melangkah dalam Tuhan. Roh Kudus Allah menolong kita.&#x2764;&#xfe0f;<br \/>\nPs Revi Tanod Pr<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kalender Liturgi 10 Jul 2026<br \/>\nJumat Pekan Biasa XIV<br \/>\nWarna Liturgi: Hijau<br \/>\nBait Pengantar Injil: Yoh 16:13a;14:26b<br \/>\nBacaan Injil: Mat 10:16-23<br \/>\n************<\/p>\n<p>Bait Pengantar Injil<br \/>\nYoh 16:13a;14:26b<br \/>\nRoh kebenaran akan datang<br \/>\ndan mengajar kalian segala kebenaran.<br \/>\nIa akan mengingatkan segala yang telah Kunyatakan kepadamu.<\/p>\n<p>Bacaan Injil<br \/>\nMat 10:16-23<br \/>\nBukan kalian yang akan berbicara, melainkan Roh Bapamu.<\/p>\n<p>Inilah Injil Suci menurut Matius:<\/p>\n<p>Pada suatu hari<br \/>\nYesus bersabda kepada kedua-belas murid-Nya,<br \/>\n&#8220;Lihat, Aku mengutus kalian seperti domba<br \/>\nke tengah-tengah serigala!<br \/>\nSebab itu hendaklah kalian cerdik seperti ular,<br \/>\ndan tulus seperti merpati.<\/p>\n<p>Tetapi waspadalah terhadap semua orang.<br \/>\nSebab ada yang akan menyerahkan kalian kepada majelis agama,<br \/>\ndan mereka akan menyesah kalian di rumah ibadatnya.<br \/>\nKarena Aku<br \/>\nkalian akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja<br \/>\nsebagai suatu kesaksian bagi mereka<br \/>\ndan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.<br \/>\nApabila mereka menyerahkan kalian,<br \/>\njanganlah kalian kuatir<br \/>\nakan bagaimana dan akan apa yang harus kalian katakan,<br \/>\nkarena semuanya itu akan dikurniakan kepadamu pada saat itu juga.<br \/>\nKarena bukan kalian yang akan berbicara, melainkan Roh Bapamu.<br \/>\nDialah yang akan berbicara dalam dirimu.<\/p>\n<p>Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh;<br \/>\ndemikian pula seorang ayah terhadap anaknya.<br \/>\nAnak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya<br \/>\ndan akan membunuh mereka.<br \/>\nDan kalian akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.<br \/>\nTetapi barangsiapa bertahan sampai pada kesudahannya, akan selamat.<\/p>\n<p>Apabila mereka menganiaya kalian di suatu kota,<br \/>\nlarilah ke kota yang lain.<br \/>\nAku berkata kepadamu,<br \/>\nSungguh, sebelum kalian selesai mengunjungi kota-kota Israel,<br \/>\nAnak Manusia sudah datang.&#8221;<\/p>\n<p>Demikianlah sabda Tuhan.<br \/>\n*************<\/p>\n<p>Bacaan Injil hari ini merupakan lanjutan dari bacaan Injil kemarin, di mana kita diajak untuk merenungkan petunjuk-petunjuk yang diberikan Yesus kepada kedua belas murid-Nya, yang juga dipanggil-Nya untuk menjadi rasul, yakni para utusan, misionaris.<\/p>\n<p>Ketika membaca atau mendengar perikope ini, seringkali, kita cenderung hanya terbawa arus kata-kata \u2014 kata-kata indah Yesus. Namun, jika kita mencermati kata-kata tersebut, kita menyadari bahwa petunjuk itu penuh dengan kontradiksi:<\/p>\n<p>* Kedua Belas Rasul diutus seperti domba di tengah serigala, tetapi mereka juga harus cerdik seperti ular.<br \/>\n* Kedua Belas Rasul harus tulus seperti merpati, tetapi mereka diminta untuk waspada terhadap orang-orang di sekitar mereka.<br \/>\n* Kedua Belas Rasul tidak perlu khawatir ketika mereka dibawa ke pengadilan, karena Allah akan mengutus Roh Kudus untuk membela mereka, tetapi mereka harus berusaha sekuat tenaga untuk melarikan diri dari penganiayaan.<\/p>\n<p>Saya percaya bahwa kontradiksi-kontradiksi ini dimaksudkan untuk menonjolkan prinsip-prinsip indah berikut ini, yang perlu kita renungkan dan kita jalani sebagai murid-murid Kristus:<\/p>\n<p>* Bagi para murid Kristus, kebaikan dan kelembutan harus dibedakan. Ada situasi yang menuntut respons berupa belas kasih dan kelembutan, tetapi ada pula peristiwa atau situasi di mana respons terbaik adalah ketegasan dan keteguhan hati, bahkan kekukuhan.<br \/>\n* Bagi para murid Kristus, kebaikan dan kesederhanaan tidak sama dengan bersikap naif dan rentan terhadap penyalahgunaan. Seorang murid Kristus adalah pembela keadilan, sama seperti Ia adalah pejuang kasih.<br \/>\n* Bagi para murid Kristus, nilai tertinggi adalah kemajuan misi untuk memperkenalkan Kerajaan Yesus Kristus kepada semua orang. Hal ini tidak boleh dikompromikan.<\/p>\n<p>Siapkah anda diutus menjadi rasul dengan segala konsekuensinya?<\/p>\n<p>Kuatkanlah kami, Tuhan, setiap kali kami menghadapi penganiayaan dalam mengikut Engkau. Tolonglah kami untuk tidak menyerah saat kami memenuhi misi-Mu. Amin.<\/p>\n<p>Selamat beraktivitas hari ini. Selamat bermisi. Selamat bersaksi. \u24bf\u24c1\u24ca! &#x2764;&#xfe0f;<br \/>\n&#x2764;&#xfe0f;\ufe0e.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"NkUWZAlbKv\"><p><a href=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/risiko-menjadi-murid-kristus\/\">Risiko Menjadi Murid Kristus<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"\u201cRisiko Menjadi Murid Kristus\u201d \u2014 Sacerdos2000\" src=\"https:\/\/sacerdos2000.com\/risiko-menjadi-murid-kristus\/embed\/#?secret=DnFCgq39H7#?secret=NkUWZAlbKv\" data-secret=\"NkUWZAlbKv\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p>RP Joni Astanto MSC<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabda Kehidupan Jumat 10 Juli 2026 Matius 10:16 (Mat 10:16-23) Yesus berpesan kepada murid-muridNya, \u201cLihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.\u201d&#46;&#46;&#46;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":90462,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,20],"tags":[],"class_list":["post-99760","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bacaan-harian","category-renungan-text"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/katolikindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/app-2026.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99760","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=99760"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99760\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":99761,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/99760\/revisions\/99761"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/90462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=99760"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=99760"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/katolikindonesia.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=99760"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}